Pendapat Obama Tentang Demokrasi di Indonesia

DALAM pidatonya di Sidang Umum Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) di New York akhir pekan lalu, Presiden AS Barack Obama sempat menyinggung Indonesia dengan mengatakan Indonesia adalah negara demokrasi yang perlu dicontoh. Sebuah sanjungan yang sangat membanggakan tapi juga agaknya memiliki motif tersembunyi.

Mengapa membanggakan ? Alasannya sederhana: sanjungan itu dikemukakan oleh Presiden Amerika Serikat (AS), negara yang menjadi kiblat demokrasi dunia. Kata ‘perlu dicontoh’ yang dilontarkan Obama itu bisa langsung diterjemahkan bahwa demokrasi -- atau paling tidak proses perjalanan demokrasi Indonesia -- berada di standar negara-negara Barat, sekurang-kurangnya dilihat dari kaca mata Obama.

Yang jadi pertanyaan -- terutama sekali bagi kita warga Indonesia yang melaksanakan dan menikmati demokrasi ini -- benarkah demokrasi kita perlu dicontoh atau ada pesan tersembunyi lain dari pernyataan Obama itu ?

Pertama mari kita lihat demokrasi Indonesia dari kaca mata Obama ataupun kaca mata politisi Amerika Serikat. Di mata politisi AS, Indonesia adalah sebuah negara Muslim, kesimpulan yang sebenarnya diambil bukan dari sisi politik atau ideologi tapi dari kenyataan bahwa Indonesia adalah negara dengan penduduk beragama Islam terbesar di dunia.

Bagi sebagian besar masyarakat Barat, termasuk para politisi sekali pun, Islam selalu berkonotasi negatif. Menurut pemahaman mereka Islam adalah ideologi konservatif teokrasi, dengan Tuhan sebagai sumber aturan, bukan demokrasi dengan rakyat sebagai pemegang kedaulatan.

Bisa difahami jika Barat melihat Islam sebagai ideologi anti-demokrasi karena mereka melihat contoh yang terjadi di negara-negara Islam di Timur Tengah yang memang menerapkan sistem politik ‘teokrasi ala Arab’ yang bertentangan dengan demokrasi modern.

Konklusi Barat atas demokrasi Islam dengan rujukan negara-negara Timur Tengah itu memang sungguh menyesatkan untuk mengetahui demokrasi dalam Islam sebenarnya, tapi itulah pandangan paling tidak sebagian besar masyarakat Barat tentang demokrasi di dunia Islam. Karena itu, bila sebuah negara Muslim menerapkan demokrasi ala Barat, seperti yang kita lakukan di Indonesia, maka itu merupakan sebuah lompatan politik besar dan seperti yang disebut Obama: perlu dicontoh !. Meski tidak menyatakan secara terang-terangan, Obama sebenarnya ingin mengatakan: perlu dicontoh oleh negara-negara Muslim lainnya.
Bagi Obama dan juga negara-negara Barat lainnya, Indonesia adalah sebuah negara Muslim yang ideal, dengan pengertian: sesuai dengan harapan yang mereka inginkan untuk sebuah negara Muslim. Meski kelompok militan maupun organisasi teroris tetap ada di Indonesia, pemerintah maupun rakyat Indonesia yang merupakan penduduk Muslim terbesar di dunia itu jauh berbeda dengan pemimpin atau warga Muslim Timur Tengah. Radikalisme, maupun ideologi anti-Barat hampir tidak tumbuh di Indonesia. Masyarakat Indonesia bahkan cenderung pro-Barat dibanding pro-Timur Tengah.

Pasca jatuhnya Presiden Soeharto dan pemerintahan order barunya, Indonesia juga telah menerapkan sistem demokrasi yang benar-benar bebas, sehingga Barat bersedia menyebut Indonesia sebagai salah satu negara demokrasi terbesar di dunia. Negara Barat juga sangat gembira dengan keberhasilan Indonesia dalam memberantas terorisme dan menginginkan negara Muslim lain mengikuti langkah yang kita ambil.
Dengan kondisi Indonesia di atas, pernyataan Obama bahwa demokrasi Indonesia perlu dicontoh merupakan seruan tersembunyi Barat bahwa mereka ingin negara negara Muslim dunia seperti Indonesia. Membanggakan?
Sumber : Demokrasi Indonesia di Mata Obama
Ads??
Info Menarik Lainnya:

Related Posts:

0 Response to "Pendapat Obama Tentang Demokrasi di Indonesia"

Post a Comment

Don't Spam

Formulir Kontak

Name

Email *

Message *