Entah Mengapa, Entah Kapan, Entahlah

Entah Mengapa, Entah Kapan, Entahlah. Judul artikel ini sebenarnya masih membingungkan saya. Apa makna yang sebenarnya juga Bang Ancis tidak begitu peduli. Padahal banyak teori mengatakan kalau judul sebuah artikel harus selalu mewakili isinya. Namun jujur saja, artikel ini dari awal sampai akhir paragraf nanti sengaja saya buat tidak berisi. Koq bisa? Simak saja tulisan ngawur Entah Mengapa, Entah Kapan, Entahlah selanjutnya.


Entah Mengapa, Entah Kapan, Entahlah
Entah, entah mengapa aku gelisah
Entah, entah kapan galau ini datang

Celoteh itu membuat resah
Dan kicauanku terkuras percuma
Tanpa tahu apa yang bakal timbul

Akh... sangat kusesalkan
Ingin pulang...
Menghindar...!!
Sekedar kembalikan ludah yang t'lah terbuang
Tapi, sanggupkah aku?
Entahlah...

Celoteh itu membuat resah
Entah Mengapa, Entah Kapan, Entahlah

(This Ain't a Love Song)

Related Posts:

2 Responses to "Entah Mengapa, Entah Kapan, Entahlah"

Don't Spam

Formulir Kontak

Name

Email *

Message *