Lokalisasi Dolly Surabaya Resmi Ditutup

Lokalisasi Dolly Surabaya Resmi Ditutup. Setelah terjadi silang pendapat soal penutupan Gang Dolly, sebuah lokalisasi terbesar di Asia Tenggara ini kembali menemui titik terang. Lokalisasi yang sudah ada puluhan tahun ini bakal benar-benar ditutup. Berbagai hal yang menyangkut antisipasi terhadap kelanjutan hidup seorang PSK paska keluar dari lokalisasi tersebut mulai dipersiapkan, salah satunya adalah uang santunan.

Sesuai dengan informasi yang saya dapatkan dari kompas.com, setiap mucikari alias germo bakal diberi uang sebesar Rp. 5 juta sementara untuk PSK sendiri bakal menerima uang sebesar Rp. 3 juta. Entahlah, dari mana asal muasal perhitungannya sampai dibagi dengan nilai sedemikian rupa. Seorang komentator di dunia maya malah protes.
"Siapa sih yg hitung germo musti dikasih 5jt sementara PSK yg remuk redam badannya 'cuma' 3 jt?"
Saya sendiri malah penasaran. Uang Rp. 5 juta dan Rp. 3 juta ini sekali tampar atau dipakai untuk menampar PSK dan Mucikari setiap bulan? Kalau buat tamparan setiap bulan, bisa saja ini lahan baru untuk para koruptor. Bisa saja kan?
Cewek Gang Dolly

Selain penasaran dengan pembagian uang di atas, saya juga risau dengan segala kemungkinan yang terjadi paska penutupan Gang Dolly ini. Semoga mereka, para PSK tidak menyebar/membaur dalam masyarakat, dalam artian menjajakan dirinya langsung di tengah masyarakat. Ini jauh lebih berbahaya daripada ketika masih dalam areal lokalisasi. Apa para PSK itu masih rutin ke/didatangi dokter seperti sebelum-sebelumnya?? Apa mereka tidak tergoda untuk menjajakan sendiri dirinya di luar barak tanpa kontrol, mengingat penghasilannya bisa mencapai ratusan juta sebulan??

Akh.. saya hanya berharap semoga mereka betah dengan pekerjaan/profesi barunya. Semoga kedepannya mereka juga bisa ikhlas menerima upah yang sangat jauh berbeda nilainya ketika masih dalam barak...

Salut buat niat penutupan ini.. Setelah puluhan tahun hingar bingar... Salut juga buat Ibu Risma dan jajaran terkait atas usahanya menutup lokalisasi ini.

God Bless You, God Bless Us, God Bless.... Indonesia.

Nemu obrolan menarik di kaskus :
Pengalaman ane godain anak kecil disana, soalnya anaknya lucu.
Ane : Dek, sekolah mana?
Anak SD : "cuma lihatin ane"
Ane : adek kelas berapa?
Anak SD : Kelas loro (2), janc*k lapo takok2? (ngpaen tanya2)
"itu anak SD gan padahal"
Sumpah miris, dan masih banyak lagi, mulai dari SD sampai SMP udah kental sekali dengan kondisi buruk di sana, mengenal rokok, minuman, hingga hal-hal porno.

Terima Kasih Kunjungannya
Info Menarik Lainnya:

Related Posts:

47 Responses to "Lokalisasi Dolly Surabaya Resmi Ditutup"

  1. Mungkin alangkah baiknya lokalisasi dolly Kota surabaya
    Di tutup yah Bang Ancis. makasih ni Bang atas infonya :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sebaiknya begitu.. hanya langkah antisipasinya jg ada lah... kasihan orang2 yg sering "bertamu" ke sana.. mau ke mana lagi nanti??? jangan-jangan?????

      Delete
    2. Jangan ke pasar tradisional aja Kang ! he,,he,, he,,
      Maksudnya beli ikan asin di sana. :D

      Delete
    3. ada yang jualan ikan asin ya Kang, disana?

      Delete
    4. Hahahahah.. sama saja.. semuanya asin...

      Delete
  2. wuahahahhahaha brati sekarang dah gak bisa nang dolly lagi ya bang hehehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Siapa Mas??? Hahhahahaha...

      Delete
    2. hahahaha pdahal saya cuma tau doli dari lagu aja Bang hehehhe

      Delete
    3. "Si Dolly yang cantik manis berbaju merah,,, berbodi sintaallll..." lagu yg ini kan??

      Delete
  3. jangan sedih bang....
    meski tempatnya ditutup,abangkan masih bisa mengkonsumsi 4sehat lima kadang-kadang
    wkwkwkwkwkwkwkaboooooorrrrrrrrr

    ReplyDelete
    Replies
    1. JIaahhhhh.. bukan standard lagi komennya.. tapi melenceng.. hahahahaa

      Delete
    2. pasti cuma baca judul doank tuh...wkwkwkwkwkwk

      Delete
    3. lima kadang-kadang itu mas yang bikin mules whahahahahaha

      Delete
    4. Hahahahaa.. kadang2 lima...

      Delete
  4. waduh saya belum pernah kesana eh sudah ditutup hehehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Samaaaaaa... saya jg belom ke sana... baru sebatas halusin nasi..

      Delete
    2. maksudnya, belum ketahuan kalau sering kesana ya Bang..wkwkwkwk

      Delete
    3. JIahhhhhh.... suerrr.. 4 tahun hidup di Surabaya belom pernah sy cicip itu tempat... pernah sih maen ke sana.. tp bareng teman.. wartawan radar Surabaya, heheh.. pokoknya gitu deh..

      Delete
  5. dolly apa ya ?
    kayak tempat anu itu :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yah.. tempat nganuin anu.. hahahahaa.. sudahlah,,, syukurlah wes tutup..

      Delete
  6. kasih dua jempol buat ibu Risma :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Setuju Kang... semoga kota-kota lain bisa membenahi diri,,, #prett

      Delete
  7. Wah akhirnya di tutup juga nih. Semoga bisa memberikan solusi yang terbaik untuk mereka semua. Dan yang terpenting mendapat support langkah dan keberanian positif ini bagi semua lapisan pihak masyarkat dan aparat pemerintah ya.

    Salam

    ReplyDelete
  8. waah malah sudah ditutup,kassian tuh yang lagi punya rencana..hhh

    ReplyDelete
    Replies
    1. Cie.. cieee... rencana apaan nih??

      Delete
  9. wah udah ditutup. ane pernah kesana sekali (lewat aja sih) :D
    wkwkwk

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mosok cuman lewat brow?? #iyalah.. mosok mau diinjek??

      Delete
  10. ya lebih baik ditutup demi kebaikan semua

    ReplyDelete
  11. good job buat kepolisian :D
    akhirnya ditutup juga tu tempat hehehe :D

    nnti nyari dmna lagi ya :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nah itu dia masalah buat yg sering jajan kesono... bisa2 semakin ramai kasus-kasus ehmmm ehemmm.. tp yakin saja kalo sudah ada langkah tepat dari pemerintah.. #SemogaSaja

      Delete
    2. saya inginkan bukan hanya didata ketika ditangkap ... tpi kalau bisa diberikan sanksi penjara 5 tahun ke untuk bisa lebih jera hehehe bagi si tukang jajan ... :D bukan sipenjual

      kalau si tukang jajan ditangkap kan bagus ,. jdi si penjual bisa bisa tutup toko hehehe :D

      Delete
  12. kalau mereka sampai menjajakan di pinggir jalan atau perkampungan, bisa gawat tuh.

    gimana kalau Bang Ancis yang menampung mereka?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ya gawat sekali.. aalagi kalo ke dokternya nunggu sakit.. bisa picang semua pria2 yg bersenang2 dengan mereka..

      #Kalo saya nampung... gak kuat lutut saya berowwwwww..

      Delete
  13. mntap artikelnya ..
    trima kasih sudah berbagi..
    kunjungan baliknya
    http://dikirain.blogspot.com

    ReplyDelete
  14. salut buat walikotanya, prestasi yang patut diacungi 2 jempol

    ReplyDelete
    Replies
    1. Setuju... meskipun tidak banyak juga orang yang menolak...

      Delete
  15. Semoga aja bukan untuk jangka waktu yang sementara tapi untuk selmanya ditutup karena mengundang maksiat dan dosa kalau tempat semacam ini ada itu. ^.^

    Semakin dekatkan pada hari kiamat, naudzubillahimindzalik

    ReplyDelete
  16. Akhirnya bisa di tutup juga, tapi bagaimanapun juga pasti masih ada tempat2 baru yang akan dibuka, semoga bu Risma selakuk walikota bisa membersihkan kota surabaya dari lokalisasi semacam ini....

    ReplyDelete
    Replies
    1. Itulah... kayak balon, dipencet di sini malah nyebul di sana...

      Delete
  17. wah berita bagus neh, mudah2an dipertengahan ga buak lagi yah dan semoga tempat2 lainnya yang sama ditutup juga

    ReplyDelete
  18. syukurlah kalau memang ditutup

    ReplyDelete
  19. ya semoga saja di tutup selamanya mas.. bukan hanya karena perinta sesaat saja hehehehe

    ReplyDelete
  20. Baguslah ditutup, saya sangat setuju itu. kalau tidak bisa jadi lokalisasi terbesar di dunia. memalukan sekali ..

    ReplyDelete
  21. Baguslah ditutup, saya sangat setuju itu. kalau tidak bisa jadi lokalisasi terbesar di dunia. memalukan sekali ..

    ReplyDelete

Don't Spam

Formulir Kontak

Name

Email *

Message *