Laki Itu Menjaga, Bukan Menjagal

"Laki Itu Menjaga, Bukan Menjagal", begitulah bunyi status dari seorang teman di facebook. Sepintas memang menggelikan, mengundang tawa halus siapa saja yang membacanya, namun bila dicerna dengan seluruh panca indera, makna status di atas sangatlah dalam. Perbuatan yang sungguh mulia bila diamalkan dalam keseharian.

Akh, itu hanya pepatah, petuah, ujar-ujaran atau semacam wejangan yang bagi insan kabel jaman ini boleh dijalankan boleh tidak.
Lelaki sejati
Img src kliping.bangancis.web.id
Menurut saya, laki itu egois. Menjagal yang lain atas nama cinta, lalu pergi mencari lagi yang lain asal belum pernah dijagal. Kan tidak adil? Ada lagi yang kerjaannya mengumpat dan menghina mereka yang terjagal, padahal dia pernah menjagal yang lain. Aneh memang. Tapi begitulah kenyataan para penjagal.

Satu lagi, kalau saja  pepatah "laki itu menjaga, bukan menjagal" benar-benar diterapkan, saya yakin seyakinnya tidak akan ada itu bunuh diri. Tidak ada itu penyesalan atas nama cinta. Tidak akan ada lagi yang merasa terhina lalu menjual dirinya.

Semua berubah ketika para penjagal datang berbalut cinta...

Related Posts:

0 Response to "Laki Itu Menjaga, Bukan Menjagal"

Post a Comment

Don't Spam

Formulir Kontak

Name

Email *

Message *