Pemakzulan Jokowi Gagal, Malah Lahir Demokrasi Baru

Skenario pemakzulan Presiden Jokowi gagal. Namun, koalisi Prabowo melahirkan demokrasi baru. Masih ingat perkataan Hashim yang akan menjungkalkan Presiden Jokowi? Masih ingat tawaran Aburizal Bakrie dua minggu lalu yang menyampaikan kepada Agung Laksono untuk memilih Ketua Umum Golkar pada Oktober 2015 sementara Munas IX Golkar diadakan Desember 2014? Masih ingat gaya kampanye Prabowo dengan tokoh sentralnya Fadli Zon dengan mengamini kekuatan kampanye hitamnya? Itu rangkaian pernyataan yang terkait dengan rencana pemakzulan Presiden Jokowi pada September - Oktober 2015. Bagaimana rencana pemakzulan itu menjadi gagal dan mati suri muda dan justru melahirkan para tokoh politik berkarakter khusus dan aneh? Mari kita simak demokrasi urakan yang justru bukan memakzulkan Jokowi namun hanya melahirkan tokoh-tokoh istimewa fenomenal yang menandai karakter demokrasi (baca: demokrasi urakan) berdasarkan pengaruh Prabowo dengan hati gembira ria bahagia senang sentosa.

Terima kasih Prabowo. Ada yang menarik terkait Prabowo. Prabowo melahirkan tokoh Fadli Zon, Mahfud MD, Ical, Nurul Arifin, dan SBY serta lainnya. Prabowo pun tercatat pernah mewarnai demokrasi di Indonesia. Prabowo menjadi sosok yang menarik selama enam bulan terakhir sejak kampanye pilpres sampai rontoknya koalisi Prabowo bulan ini. Namun yang paling menarik adalah lahirnya demokrasi urakan yang tergambarkan dalam koalisi Prabowo dengan tokoh-tokoh di atas.

Prabowo pada masa kampanye mampu membangun karakter seorang demokrat yang baru. Karakter Prabowo yang temperamental pun memengaruhi sikap dan tabiat kesehariannya. Berawal dari kampanye dengan kegagahan menunggang kuda di Senayan, menaiki jeep dengan memeriksa barisan pasukan, mengendarai kendaraan mewah terbuka, diarak dan digendong, memimpin upacara HUT Kemerdekaan tandingan, sampai membentuk koalisi permanen.
Pemakzulan Jokow
Prabowo pun mengawali kampanye dengan cara yang baru: menyerang langsung ke jantung sasaran. Yang diserang pun tak tanggung-tanggung: Megawati yang dikatakan berkhianat. Tak hanya Prabowo, juga Hashim menjadi corong nyata suara Prabowo yang mengungkit dan mencerca perjanjian Batutulis antara Mega dan Pra. Selain mencerca Mega, serangan langsung ke Mega dan Jokowi pun dilancarkan secara sistematis dengan corong bicara paling manis dan hebat: Fadli Zon dengan media sosial yang digawangi oleh Noudhy Valdryno - hallo Noudhy kalah ya sama kami? - dengan Puisi Boneka yang disebar secara masif melalui media sosial.

Mendapat angin surga dengan meroketnya elektabilitas Prabowo dengan kampanye hitamnya, Noudhy Valdryno semakin bersemangat. Maka lahirlah ribuan meme, karikatur, tautan, kartun, pernyataan, fakta palsu, aneka macam model materi kampanye hitam melalui media sosial. Kampanye hitam dianggap berhasil mendongkrak elektabilitas Prabowo. Fadli Zon pun semakin bersemangat. Rob Allyn ahli strategi kampanye hitam dari Amerika Serikat pun disewa oleh Prabowo. Hasilnya?
Pages: 1 2 3



Belanja Celana Boxer Cowok dan Cewek
LihatTutupKomentar
Cancel