-->

Dinilai Gagal Menekan Hoax, Facebook Ditinggal Pengiklan

Dinilai Gagal Menekan Hoax, Facebook Ditinggal Pengiklan - Pagi tadi secara tidak sengaja status facebook milik wartawan senior Kompas sekaligus pendisi Kompasiana Kang Pepih Nugraha lewat di beranda facebook. Facebook di Ambang Prahara. Begitu bunyi statusnya. Dari beberapa komentar di status tersebut, saya jadi paham, memang benar Facebook sedang dalam masalah.

Facebook Ditinggal Pengiklan

Mungkin sudah dari sananya, situs-situs sosial media yang berbasis komunitas dan yang melibatkan banyak orang dalam mengembangkan situsnya selalu saja menghadapi masalah yang sering kali merupakan ulah dari user-usernya. User-user nakal ini entah karena memang goblok, tidak tahu aturan atau memang sengaja, secara terus menerus menyebarkan konten-konten negatif. Salah satu contohnya adalah kasus yang sedang dihadapi facebook kali ini.

Facebook di Ambang Prahara

Hanya karena dinilai gagal menekan peredaran konten-konten negatif seperti Hoax, ujaran kebencian, rasis dan lain sebagainya, brand-brand besar kelas dunia memutuskan untuk berhenti bekerjasama dengan pihak facebook. Kerjasama dalam dunia advertising atau periklanan, apalagi dari brand-brand besar dunia tentu membuat pusing pihak facebook.

Seperti yang ramai diberitakan, brand-brand besar seperti Coca Cola, Unilever, Verizon, Starbuck dan beberapa lainnya sudah melakukan aksi boikot dengan cara mengentikan bisnis iklannya di platform facebook. Aksi ini sebenarnya dipicu oleh aksi #StopHateforProfit yang dilakukan oleh sebuah organisasi nirlaba anti-Defamation League. Suburnya peredaran konten hoax dan ujaran kebencian tanpa adanya filter yang jelas dari pihak facebook menjadi penyebab dilakukannya aksi ini.

Bayangkan jika iklan teman-teman tentang produk-produk UKM, produk kecantikan berdiri sejajar di beranda bersama konten-konten hoax dan ujaran kebencian. Apa yang akan teman-teman dapatkan? Tidak ada.

Padahal tidak sedikit biaya yang teman-teman keluarkan agar iklannya bisa berjalan di facebook. Yang terjadi justru iklannya berdampingan dengan konten plus diskusi penuh perdebatan yang tidak jarang berisi hujatan-hujatan.

Dinilai Gagal Menekan Hoax, Facebook Ditinggal Pengiklan

Memang pihak facebook pernah mengklaim mampu memerangi konten-konten negatif di platformnya mereka. Hanya saja belum 100% berjalan dengan sempurna. Masih saja ada konten-konten yang lolos dari penyaringan.

Facebook juga pernah mengajak kita user-usernya untuk bersama mereka memerangi konten-konten ini. Sayangnya masih belum banyak user yang ikut berpartisipasi. Yang ada malah ikut larut dalam perdebatan semu yang justru membantu membesarkan nama para penciptak konten negatif.

Apa susahnya menggunakan fungsi Report ketika melihat konten negatif melenggang manis di beranda? Ayo, jadilah netizen yang bijak!
loading...
LihatTutupKomentar

8 Komentar

  • Anissa Auliasari 30.6.20
    sebenarnya lebih ke politik. Disana mereka gak suka sama Trump yang di nilai suka mengeluarkan pernyataan kontroversial. Puncaknya adlh isu rsialis yang melibatkan kepentingan politik dan ujung ujungny bisnis juga...
    • Bang Ancis 30.6.20 ?
      Thanks pencerahannya.. tadi malam setelah publish, ada teman beri info kalau masalah ini berawal dari apa yang Mbak sampaikan di atas..
  • Arenapublik 30.6.20
    hehe fb emang jadi ladang basah banget nih utk nebar berita apapun.
    • Bang Ancis 30.6.20 ?
      Benar-benar lahan subur Mas.. secara pengikutnya buanyak dan asal syare tanpa cek n ricek..
  • Mangs Abdul 30.6.20
    Mungkin ini politik kali ya dinegeri sonoh
  • Djangkaru Bumi 1.7.20
    FB kini hanya menjadi ya seperti itu lah
    Sarang-sarang laba, info-info yang kurang akurat sumbernya
    mungkin FB hanya mengejar pendapatan tapi sedikit lupa untuk menyaringnya
    • Bang Ancis 1.7.20 ?
      Yah seperti itulah, ada saja orang2 yang memanfaatkan FB untuk mendulang uang melalui cara2 haram...
Cancel