Akademi Fantasi Atau Sekedar Fantasi?

Setiap tahun ada saja ajang pencari bakat yang menghiasai dunia hiburan Indonesia khususnya pertelevisian. Seperti pergelaran kontes Miss World saat ini, para pesertanya digembleng sesuai dengan talentanya masing-masing baik itu vokal, tari, maupun akting. Tujuan diadakannya acara ini tidak lain dan tidak bukan adalah untuk untuk menciptakan seorang bintang baru, yang bukan karbitan karena bintang baru tersebut sudah mendapatkan bekal kemampuan entertainment yang sangat baik dari instruktur-instruktur profesional selama masa karantina.

Nah, terkait dengan coretan di paragraf awal di atas, beberapa hari belakangan ini saya sempat dan bahkan sering melihat sebuah iklan di televisi swasta yang menginformasikan bahwa sebuah ajang pencari bakat yang diklaim sebagai perintis dari berbagai ajang pencari bakat selama ini bakal hadir kembali. AFI yang merupakan singkatan dari Akademi Fantasi Indosiar bakal hadir kembali di layar kaca. Yah AFI, tahu kan AFI, sebuah ajang pencari bakat ini kembali hadir setelah tujuh tahun mati suri. Ribuan orang lantas berjubel untuk mendaftar. Mereka beramai-ramai antri di bawah panas matahari guna mengikuti audisi New Akademi Fantasi Indosiar (AFI) 2013.

*Hmmm.. saya hanya tersenyum*
Akademi Fantasi Indosiar 2013
Entah Ini Jebolan AFI Angkatan Kapan
Mimpi... mereka yang sedang asyik mengantri itu punya mimpi. Mimpi ingin jadi artis. Mimpi ingin jadi terkenal. Ingin tampangnya dilihat jutaan orang karena malang melintang di layar kaca dan tentu saja ingin mengembangkan bakat yang dimilikinya dengan harapan bisa menjadi penopang hidupnya kelak. Memang mimpi itu milik semua orang. Tetapi jika mimpi ingin menjadi seorang entertainer terkenal yang lahir dari ajang kompetisi seperti ini menurut saya tidak jauh beda dengan sebutir jagung yang diperebutkan ratusan ekor ayam. Hanya satu ekor ayamlah yang bakal mendapatkan sebutir jagung tadi. Lagian, sang bintang yang bakal tercipta nantinya juga belum jelas nasibnya. Apakah bisa bertahan atau malah sebaliknya: cepat memudar... secepat memudarnya embun pagi tertimpa sinar mentari? #halah.... sok puitis!!!

Kenapa musti ramai-ramai begini? Hahaha.. bukannya saya sirik. Sirik itu tanda tak mampu, sementara untuk sekedar bernyanyi, akting dan menari saya juga bisa, hanya saja sejujurnya saya tidak berani untuk unjuk gigi. *ompong semua* Karena itu tadi, ramai-ramai merebut satu biji jagung. Apakah ini hanya sekedar aji mumpung?

Ya sudahlah. Tidak perlu berpanjang kata lagi. Saya setuju saja acara-acara semacam ini digelar mengingat acara seperti ini memiliki beberapa keunggulan jika dibandingkan dengan sinetron-sinetron yang semakin hari semakin tidak jelas ini. Dan untuk AFI sendiri, saya secara pribadi lagi-lagi setuju saja karena memang tidak punya wewenang untuk melarangnya. Tapi tolong dengar beberapa pertanyaan dari saya berikut ini :
  • Kemana bintang-bintang terdahulu yang kalian ciptakan?
  • Kenapa gaung para bintang tersebut tidak terdengar lagi?
  • Apakah generasi muda yang saat ini sedang berada dalam antrian bakal melewati jalan yang sama?
  • Kalau jawabannya "YA", lalu kenapa mereka harus antri?
  • Apakah acara ini hanya sekedar Fantasi?
Yang menarik dari forum sebelah :
Vivanews : "Kasus AFI Akademi Fantasi Indosiar tragis"
Kaskus : Nasib Para Alumnus AFI
Detik : Serba- Serbi & Nasib para ARTIS jebolan "Reality Show"
Kafe Gaul : Jejak Langkah Para Jawara (Reality Show)

Menuju Puncak gemilang cahaya
Mengukir citra seindah asa
Menuju puncak impian di hati
Bersatu janji kawan sejati
Pasti berjaya di Akademi Fantasi
Ads??
Info Menarik Lainnya:

Related Posts:

35 Responses to "Akademi Fantasi Atau Sekedar Fantasi?"

  1. hanya sekedar fantasi dan keuntungan sepihak, mungkin.

    Tapi setidaknya mereka berusaha untuk menggapai mimpinya, jadi saya juga sangat menghargai usaha mereka karena saya juga ingin dihargai apa yang telah saya usahakan. ^_^

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yah sepertinya betul begitu.. tapi kita sebagai penikmat harus selalu menghargai usaha2 mereka..

      Delete
  2. ada lagi ya?
    ouh..
    iya, nih..
    gimana kabar alumnusnya ya..
    aku paling suka lagunya tia AFI.. :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sy ga tau brow kabarnya mereka mereka.. tapi dari forum2 yg saya titip di atas mungkin ada gambaran... Tia Afi mungkin the best vokalnya... #menurut orang-orang..

      Delete
  3. good luck dech buat peserta akademi fantasi. sukses selalu pokoknya :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yah kita hny bisa support mereka semoga sukses baik saat kontes dan sesudahnya...

      Delete
  4. lpendaftarannya masih dbuka kah?
    daftar yuk,,,,,,,,!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah.. mau daptar ya May.. buruan... kyknya utnuk wilayah apaan gitu masih terbuka lebar...

      Delete
  5. mantap mas... salam kenal

    celco-blog.blogspot.com

    ReplyDelete
    Replies
    1. Salam kenal juga... makasih dah mau mampir...

      Delete
  6. Omset poling SMS.... Pasti Meledak
    Lewat ajang kompetisi ini..

    ReplyDelete
    Replies
    1. saya mau support sampeyan aja mas budi ketimbang itu yang ada di foto2 :) masih gantengan sampeyan kok.. beneran deccchhhh :D

      #ongkosnya 500 perak ajah :)

      Delete
    2. mas andes juga ganteng kok, mirip pemain sinetron...

      Delete
    3. @Mas Budi, betul sekali.. mungkin keuntungannya di ambil dari sana ya??

      Akh, Mas Andes sama Mas Agus koq saling memuji ya??? Jangan-jangan????

      Delete
  7. Kalo pun mengatas namakan ajang mencari bakat....
    Ndak perlu yg namanya harus sampe jual sawah,gade tanah buat modalin pulsa untuk polingkan..

    Dimana nyari prestasinya..coba?

    ReplyDelete
    Replies
    1. kalo jual tanah kayaknya dapat prestasinya disawah juga dech mas :)

      Delete
    2. Iya juga ya... kasihan kalau ujung2nya ga juara... utang malah menumpuk... harta ludes...

      Delete
    3. kalo ga pake jual sawah, itu namanya indonesia mencari zakat...

      Delete
  8. kalo menurut saya sih cuma cari fantasi sesaat bang, buktinya yang juara sepertinya pada tenggelam hehe...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mungkin, trus jarang yg wara wiri di tipi2 laen...

      Delete
  9. kalo di liat dari foto2nya sih kayaknya lumayan juga bang buat iklan odol :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Waduh... odol apa dodol mas Andes?? janganlah begitu, wkwkwk

      Delete
  10. pasang aksi aja di media internet lebih cepat dan murah kalau memang punya bakat akan lebih mantab terkenal dan ga usah kontes juga pinter dan lebih bagus kalau memang punya keahlian hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Setuju tapi kalo lewat Youtube, sama juga.. ga bertahan lama...

      Delete
  11. hanya sekedar pantasi... setelah jadi pemenangnya dengan susah payah... akhirnya lenyap dari peredaran entah kemana... ooh dimana - dimana... yah itu sih urusan pihak yang punya duit, mau bagai mana pun bisa, sayah mah cuma bisa menonton dan... ckckkckckckck

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hmmmm iya Mas... semoga kali ini tidak tenggelam ya sang juaranya...

      Delete
  12. inilah zaman ketika impian seseorang diperjualbelikan oleh pabrik industri hiburan besar.....namun apadaya ketika mimpi masih jadi harapan semua orang yang tergiur dengan popularitas dan kemewahan..... salam :-)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Salam juga Mas Hariyanto... kyknya sama dengan Miss missan itu ya?

      Delete
  13. gak cuma akademi fantasi saja, kontes lain tak ada yang istimewa buat saya bang, kebanyakan para jawara poplernya selama masa kontrak, kalau kontrak dah selesai ilang dah ntakh kemana, gak kelihatan lagi jejeknya, kontestan sekalipun suaranya sangat bagus kalau kalah poling sms tetap saja terdepak, bgt juga sebaliknya, poling sms pun juga tetap bisa di akalin alias akal2an polling sms

    ReplyDelete
    Replies
    1. Itu masalahnya, Poling SMS... yg terbaru semoga juara mutlak dari hasil penjurian.. bukan lewat SMSan..

      Delete
  14. Mungkin sejauh ini cuma T2 yang cukup berhasil.

    Semuanya juga balik kepada peserta, fantasi hanya memberikan sedikit jalan. mungkin sih

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mungkin, tapi sebenarnya T2 itu sudah diluar AFI, barangkali mereka bisa begitu krn bekal pendidikan selama menjadi kontestan..

      Delete
  15. masih ada ya..?
    kirain dah bangkrut tuh afi...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahahahh iya Mas, saya kira juga begitu, ternyata sekarang mereka muncul lagi...

      Delete
    2. itu ironi negeri ini
      masyarakat terdidik ke arah yang keliru. sehingga mereka begitu semangat mengikuti acara semacam ini dengan bayangan kaya mendadak. bandingkan dengan kompetisi akademis, sepi sepi saja tanggapannya...
      refots...

      Delete

Don't Spam

Formulir Kontak

Name

Email *

Message *