Jujur Itu Capek, Jujur Itu Pembunuh

Jujur Itu Capek, Jujur Itu Pembunuh. Selain merupakan sebuah sikap yang mulia tapi sebenarnya Jujur/Kejujuran bisa juga berbahaya. Bisa memakan korban. Katanya jujur itu ajaran agama, tapi nyatanya orang jujur banyak yang dipenjara, diburu. Yang memenjarakan justru orang-orang yang mengaku beragama. Bingung? Sama..... Katanya, jujur itu perhiasan jiwa yang lebih bercahaya daripada berlian, tapi pada kenyataannya banyak orang yang menjauhinya. Alhasil, jujur akhirnya hanya hidup sendirian, tiada teman. Yah, Honesty is such a lonely word.

Jujur Itu Capek, saya akui kebenarannya. Membawa kejujuran sama saja dengan memikul gunung. Jarang ada orang yang bisa, terkecuali mereka-mereka yang mempunyai kemauan yang kuat serta teguh pendirian. Belum lagi efek yang bakal timbul pada mereka yang memuja kejujuran. Bisa saja dijauhi, dipandang sebelah mata, dibenci, dibantai dan hal-hal negatif lainnya. Sadis bukan?
Banner Kejujuran
Memahami arti kata jujur tidak serta merta membuat orang tersebut jujur. Bahkan ketika disodorkan Pengertian Sejati tentang kejujuran pun saya rasa belum cukup untuk mengubah tabiat orang untuk menjadi jujur dalam kesehariannya. Padahal sebenarnya untuk menjadi orang jujur itu sangat mudah dan simpel. Cukup menjadikan kejujuran sebagai sebuah kebiasaan. Lama-lama kebiasaan ini mengendap dalam alam bawah sadar kita dan berubah menjadi sebuah karakter. Jika sudah menjadi karakter, dihantam badai kebohongan sekalipun kejujuran yang sudah menjelma menjadi karakter ini tidak mudah ambruk. Itulah hebatnya karakter. Menjadi jujur, kita hanya perlu mengkondisikan dan membiasakan berkelakuan jujur yang pada akhirnya kejujuran benar-benar menjadi bagian yang utuh dari dirinya.

Selain itu, pendidikan yang tinggi, banyaknya informasi yang berjejal di kepala juga tidak mampu mengubah prilaku seseorang. Kenyataannya, dalam setiap detik kehidupan, orang-orang bisa saja dengan santai berbagi makna kejujuran kepada sesama. Baik makna kejujuran sesuai ajaran agama atau pun hasil pemikiran para ahli filsafat namun pada saat yang sama mereka terus melakukan korupsi. Pendidikan dan informasi pada akhirnya hanya menjadi sampah tanpa merangsang adanya perubahan cara berpikir apalagi kelakuan.

Wah sudah panjang ternyata pembahasan saya. Padahal awalnya saya hanya ingin menyampaikan sebuah hal yang singkat, padat tapi jelas. Ya sudah, anggap saja pembahasan di atas sebagai ilmu tambahan kalau memang bisa mencerahkan, tapi kalau sebaliknya maka coba perhatikan pernyataan tidak senonoh saya di bawah ini terkait dengan efek negatif yang timbul jika berkelakuan jujur. Monggo disantap....

"Jujur itu capek"
"Jujur bisa membunuhmu"
"Jujur itu ngeselin"
"Jujur itu membosankan"
"Jujur itu pegal"
"Jujur, maaf kalau saya juga ikut menjauhimu, demi nafkah dan demi kehidupanku. Maaf ya.."

Tiba-tiba ada cewek cakep nan bahenol teriak dari kamar kost sebelah;

"Tapi, jujur itu sebenarnya "INDAH", lho bang..."
"Indahnya kapan?" saya balik bertanya.
"Jujur saja saya juga tidak tahu pasti..."

Referensi dari berbagai sumber. Masih di internet tentunya, masa' dari tong sampah?.
Bang Ancis
Saya hanyalah seorang blogger iseng. Kenapa? Karena keisenganlah maka saya menjadi seorang blogger. Mampir ya di blog saya www.bangancis.web.id

Related Posts

Post a Comment

Subscribe Our Newsletter