BANG ANCIS - Kasus yang melibatkan Hogi Minaya di Sleman, Yogyakarta, kini menjadi sorotan tajam. Pihak kepolisian menetapkan Hogi sebagai tersangka setelah ia mengejar pelaku jambret yang merampas tas istrinya.
Tragedi ini bermula ketika istri Hogi dijambret di Jalan Solo, Maguwoharjo, pada April 2025. Spontan, Hogi yang saat itu menggunakan mobil, mengejar para pelaku yang menggunakan sepeda motor. Tujuannya adalah menghentikan mereka agar tas berisi dokumen berharga bisa kembali.
| Gambar dari Pixabay |
Aksi Pengejaran yang Berakhir Tragis
Senggolan dan Tabrakan
Dalam aksi kejar-kejaran tersebut, mobil Hogi sempat beberapa kali bersenggolan dengan motor pelaku. Pada senggolan terakhir, motor pelaku kehilangan keseimbangan dan menabrak tembok. Akibatnya, kedua pelaku jambret terpental dan meninggal dunia di lokasi kejadian.
Kapolresta Sleman, Kombes Pol Edy Setyanto Erning Wibowo, menjelaskan bahwa penetapan tersangka Hogi didasarkan pada keterangan ahli. Ahli menilai pembelaan yang dilakukan Hogi tidak berimbang, berdasarkan rekaman CCTV. Namun, istri Hogi, Arista Minaya, merasa heran dan meminta keadilan. Ia menegaskan bahwa suaminya tidak berniat menabrak, melainkan hanya memepet motor pelaku.
Sorotan DPR dan Tuntutan Keadilan
Pemanggilan Kapolres Sleman ke DPR
Kasus ini menarik perhatian Komisi III DPR RI. Ketua Komisi III DPR RI, Habiburokhman, menyatakan keprihatinan mendalam atas kasus ini. Ia menilai penegakan hukum oleh aparat di Sleman, baik Polresta Sleman maupun Kejaksaan, telah mencederai rasa keadilan dan kepercayaan publik.
DPR RI berencana memanggil Kapolresta Sleman dan Kajari Sleman pada 28 Januari 2026. Pemanggilan ini bertujuan untuk mencari solusi dan klarifikasi lebih lanjut mengenai penetapan tersangka terhadap Hogi Minaya. Habiburokhman menekankan bahwa kasus ini seharusnya tidak perlu menjadi viral untuk mendapatkan keadilan.
Upaya Mediasi dan Tuntutan Publik
Menurut informasi, mediasi yang difasilitasi oleh Polres Sleman sempat dilakukan. Namun, mediasi tersebut dilaporkan gagal mencapai kesepakatan. Publik dan berbagai pihak menyuarakan keprihatinan atas ironi kasus ini, di mana korban yang berniat membela diri justru berujung menjadi tersangka. Tagar #NoViralNoJustice sempat kembali menggema, menunjukkan kekecewaan terhadap penanganan kasus serupa.
Hingga kini, kasus ini masih terus bergulir dan menjadi perhatian banyak pihak. Harapan utama adalah tercapainya keadilan yang sejati bagi semua yang terlibat.
#Sleman #HogiMinaya #KapolresSleman

