Penyebab Terjadinya PHK di Tengah Wabah Covid-19

PHK Menjadi Ancaman Baru Ditengah Wabah Covid-19 - Tidak terasa sudah satu bulan lebih kita disibukkan dengan wabah corona virus. Sejak kemunculan pertama kali pada awal Maret 2020 atau setelah pasien positif pertama Indonesia ditemukan di Depok, Covid-19 terlihat begitu menakutkan. Virus ini seolah menjadi pembunuh berdarah dingin tersadis di abad 21.

Ratusan ribu nyawa melayang sia-sia. Media hadir menjadi jubir terupdate atas kengerian ini. Segala bentuk anjuran dan langkah-langkah melawan corona dipublikasikan meski dibalik semua itu, karpet merah PHK (Pemutusan Hubungan Kerja) mulai terentang di depan mata.

Penyebaran virus ini sangat cepat. Bayangkan saja, sejak pasien positif ditemukan pada awal Maret, hingga akhir Maret jumlah pasien positif terus bertambah. Menurut data, hingga 28 Maret 2020 jumlah warga yang dinyatakan positif virus corona mencapai 1.155 di mana 102 di antaranya meninggal dunia.

Covid-19 Sebagai Bencana Nasional

Status Bencana Nasional lantas disematkan pada Pandemi Covid-19 ini. Efeknya luar biasa. Segala sendi kehidupan mulai goyah. Larangan untuk keluar rumah, jaga jarak dan lain sebagainya memang benar dimaksudkan untuk mencegah meluasnya sebaran virus.

Namun akibat lain yang langsung terasa di balik semua itu pendapatan segala jenis usaha perlahan menurun. Daya beli masyarakat menurun.

Ketakutan akan tertular virus juga membuat orang-orang enggan untuk berbelanja. Stay Home menjadi pilihan biar aman. Akibatnya, banyak pekerja yang dirumahkan bahkan parahnya diberhentikan alias PHK. Sedih memang, tapi semua dilakukan demi kelangsungan hidup perusahaan. Ya memangkas biaya produksi.

Bayangkan arus kas atau perputaran uang terjadi begitu lambat bahkan sama sekali tidak ada sementara biaya produksi terutama gaji buruh tetap harus dibayar utuh, mau pakai uang dari mana?

Penyebab Terjadinya PHK di Tengah Wabah Covid-19

Dilansir dari buruh.co, setidaknya ada 4 hal utama yang memicu gelombang PHK. Pertama, ketersediaan bahan baku bik import maupun export bagi industri manufaktur mulai menipis, melemahnya nilai rupiah terhadap dollar, menurunnya kunjungan wisatawan, dan anjloknya harga minyak dan indeks saham gabungan.

"Bang, kenapa dari yang #DiRumahAja sekarang koq malah jadi #Dirumahkan?"
"Yah namanya juga wabah. Bisa berubah seiring dampak yang ditimbulkan.."
"Tapi kalau #Dirumahkan seperti ini, mau makan apa nanti? Sungguh terlalu!"
"Doakan saja semoga situasi pelik ini segera membaik.. Badai Pasti Berlalu, tapi harus ingat; proses menuju ke sana bergantung pada andil kita semua. Patuhi semua anjuran pemerintah!

LihatTutupKomentar

7 Komentar

Cancel