Bang Ancis

Berbagi Info dan Lifestyle Blogger

18 Jul 2014

Hubungan Hasil Pilpres 2014 Dengan Masturbasi

Hubungan Hasil Pilpres 2014 Dengan Masturbasi. akh, sebelumnya saya mohon maaf sebesar-besarnya dan sedalam-dalamnya jika kesan dari judul tulisan ini agak vulgar. Tapi kalau kita mau mencermati mencermati dan mencermati lagi, sebenarnya hasil Pilpres 2014 ini, dalam hal kemenangan, memiliki hubungan yan erat dengan aktifitas Onani alias masturbasi. Ini pendapat pribadi saya. Entah kalian...

Sebelum lanjut, ada baiknya kita mencoba mengenal terlebih dahulu makna kata Onani atau Masturbasi yang saya kutip dari blog seorang Dosen dari Surabaya, Bapak Reza A.A Wattimena sebagai berikut (agak panjang) :
Masturbasi adalah penipuan alat kelamin dengan memanfaatkan liarnya imajinasi erotik. Bagaimanapun nikmatnya masturbasi hanyalah imajinasi. Tidak ada intimitas di dalamnya. Di dalam masturbasi orang menstimulasi diri dengan bagian tubuhnya sendiri, seperti tangan, ataupun dengan benda-benda lainnya yang digunakan sebagai alat untuk menciptakan sensasi, dan mencapai ejakulasi atau orgasme. (Rumah Filsafat)
Berdasarkan pengertian dari Masturbasi di atas, saya bisa mengambil sebuah kesimpulan bahwa apa yang dilakukan para politisi di Indonesia saat ini, khususnya politisi-politisi yang sedang bersaing menjagokan Capres dan Cawapresnya sedang melakukan masturbasi, alias masturbasi politik, (bukan mastubasi dalam arti sebenarnya), yakni menyenangkan dan memuaskan diri sendiri.
Hubungan Hasil Pilpres 2014 Dengan Masturbasi
Kenapa saya bisa katakan demikian?
Kita tahu dan bahkan sudah menjadi rahasia umum, baik di Indonesia negara kita sendiri maupun dunia internasional kalau Pemilu kali ini benar-benar merupakan sebuah Pesta Rakyat yang "maaf" koplak, meskipun jalannya pesta ini dalam keadaan "damai dan tenang". Kenapa bisa koplak? Yah, karena beberapa jam setelah pencoblosan terjadi, kedua kubu yang bersaing masing-masing mengklaim bahwa merekalah pemenangnya. Bahkan sampai beberapa jam sebelum tulisan ini dibuat pun ada kubu yang merayakan kemenangannya meskipun kemenangan itu diperoleh dari hasil penghitungan suara kalangan sendiri (internal).

Kubu yang lain pun tidak ketinggalan. Mereka melakukan penghitungan internal juga. Hasilnya pun bisa kita tebak. Merekalah pemenangnya. Padahal sudah diberitahu berulang-ulang lewat media online, koran dan siaran televisi dan bahkan melalui pengeras suara kalau hasil resmi Pilpres 2014 akan diumumkan pada tanggal 22 Juli 2014 nanti dari lembaga yang berwenang yakni KPU.

Tapi kenapa kedua belah pihak plus para suporternya malah sibuk melakukan penghitungan sendiri dan sama-sama mengklaim sebagai pemenang? Entahlah, saya tidak tahu dan tidak mau tahu rencana besar apa yang akan terjadi nanti. Satu yang pasti, mereka sedang melakukan Masturbasi. Memuaskan diri sendiri. Menyenangkan diri sendiri. Saya sebagai rakyat biasa ini hanya bisa berdoa semoga nanti, di tanggal 22 Juli 2014, keadaan Nusantara ini tetap kondusif. Nenek moyang kita sudah diadu domba. Mari kita ambil hikmahnya dengan jangan mau dan gampang menjadi Domba Aduan dan jangan gampang terprovokasi. Salam Damai...!!!
Indonesia saat ini mirip seperti sebuah keluarga di mana suami dan istrinya bermasturbasi sendirian, bahkan ketika mereka bersama di tempat tidur.
Hubungan Hasil Pilpres 2014 Dengan Masturbasi
Anam Duck,  Facebook
26 Jun 2014

Sisi Terang dan Sisi Gelap Jokowi

Sisi Terang dan sisi Gelap Jokowi? Yah, kali ini setelah sekian lama vakum ngeblog lantaran sibuk mengejar sesuatu yang tak pasti, akhirnya saya mencoba kembali menulis di blog tua, setua adminnya ini, meskipun materinya tidak orisinil alias terinspirasi dari orang. Yah tidak apa-apa, asalkan tidak dicopy paste mentah-mentah apalagi tidak memiliki ijin komersialnya. Memalukan sekali kalau seperti itu. Apalagi sampai membuat beringas orang-orang barat. Hehehe.. mari kita bahas saja Sisi Terang dan sisi Gelap Jokowi, biar adem.

Okelah. Kita semua tahu, saat ini masyarakat Indonesia sedang heboh-hebohnya mendukung para idolanya yang hanya beranggotakan 4 orang untuk menjadi calon pemimpin masa depan kita. Dukungan terhadap para idolanya, sebut saja Capres dan Cawapres tersebut terasa lain dari pergelaran pemilu yang sudah-sudah. Kali ini, persaingan antara Jokowi-JK versus Prabowo-Hatta begitu panas, terutama di antara para pendukungnya.

Entahlah, saya tidak habis pikir kenapa sampai begitu heboh persaingannya. Padahal, jika kita berpikir jernih dan menggunakan akal sehat, mereka-mereka yang sedang mencalonkan diri menjadi Presiden dan Wakil Presiden tersebut merupakan putra-putra terbaik bangsa,  yang mana nantinya mereka, Prabowo ataupun Jokowi akan menjadi pemimpin kita bersama. Lalu kenapa harus main sikut-sikutan seperti ini? Ada yang bisa memberikan pencerahan untuk saya??

Akh, sudahlah, niat saya dari awal hanya ingin berbagi sebuah ide koplak yang saya temukan di sebuah blog keroyokan, Kompasiana. Yah saya bilang ide koplak karena saya tertipu dengan judul artikelnya yang kurang lebih sama dengan judul artikel saya ini, Sisi Terang dan sisi Gelap Jokowi. Yah saya tertipu karena dalam artikel itu terpajang foto seperti berikut ini :
Sisi Terang dan sisi Gelap Jokowi
Bagaimana?? Apakah foto di atas bisa mewakili keingintahuan orang-orang tentang Sisi Terang dan sisi Gelap Jokowi??

#Mikir
Quotes:
Ketika gagal, kita mesti bersiap-siap melakukan sesuatu guna menutupi kegagalan tersebut dari mata masyarakat. Sebab jika tidak, masyarakat bakal menghukum dan menilai buruk ttg kita. Dan itu tentu saja sebuah penderitaan. Karenanya kita akhirnya terpaksa menjalani hidup dalam kepalsuan, kebohongan dan ketakutan bahkan kerinduan secara terus menerus. Tapi sepertinya cara ini begitu rumit, ribet, brengsek, sialan dan... fakkklah...

Bukankah lebih baik kita mati saja?  *maap kalo kasar*
31 Mei 2014

Sangiang Meletus, Berita Politik Jalan Terus

Sangiang Meletus, Berita Politik Jalan Terus. Barangkali ada beberapa dari kita yang belum mengetahui kalau Gunung Sangiang yang terletak di Kabupaten Bima, Nusatenggara Barat meletus. Bukan hari ini peristiwa alam ini terjadi. Gunung Sangiang ini sudah meletus satu hari yang lalu. Yah, kemarin, Jumat, 30 Mei 2014. Saya belum bisa pastikan bagaimana situasi dan kondisi di sekitar Gunung Sangiang saat ini. Namun ada satu hal yang menurut saya aneh, Sangiang Meletus, Berita Politik Jalan Terus...

Video Letusan Gunung Sangiang

Seperti yang sudah saya sebut di atas, Gunung Sangiang sudah meletus sejak Jumat, 30 Mei 2014, sekitar jam 10 pagi hingga jam 3 sore kemarin, namun yang sungguh mengecewakan adalah tidak ada 1 media nasional pun yang memberitakannya. Bahkan di halaman depan beberapa media nasional malah menampilkan berita politik. Berita persaingan merebut tampuk kekuasaan antara Prabowo vs Jokowi. Meski rata-rata pemberitaannya masih seputar saling mencela dan hal-hal yang tidak penting lainnya.

Sementara berita tentang Meletusnya Gunung Sangiang saya peroleh dari sebuah situs berita kelas dunia, Daily Mail. Tidak ada penjelasanya yang detail karena di sana hanya terdapat beberapa foto letusan Gunung Sangiang yang sempat diabadikan oleh seorang fotografer, Sofyan Efendi, yang saat itu dalam perjalanan dari Bali menuju Labuan Bajo, Komodo. Bahkan berita dan foto tentang letusan gunung ini dipajang di halaman depannya, dari kemarin sampai hari ini. Nih gambarnya :
Sangiang Meletus, Berita Politik Jalan Terus
saya capture web ini tanggal 31 Mei 2014 pukul 4.22 sore hari
Media-media nasional justru baru memberitakan letusan Gunung Sangian ini pada malam harinya (tadi malam) dan hari ini. Entahlah, barangkali di NTB apalagi di NTT sana wartawan untuk media nasional kurang banyak atau bagaimana sampai peristiwa letusan gunung Sangiang ini tidak langsung diberitakan hari itu juga. Sekali lagi, barangkali berita miring politik masih lebih laku dijual ketimbang berita Bencana Alam yang menimpa salah satu daerah dari NKRI???
Sangiang Meletus, Berita Politik Jalan Terus
saya capture web ini tanggal 31 Mei 2014 pukul 4.22 sore hari
Okelah. Sepertinya hanya sampai di sini dulu uneg-uneg yang saya sampaikan mengenai pemberitaan meletusnya Gunung Sangiang di Bima sana. Tapi masih lebih baik ketimbang berita meletusnya gunung Rokatenda di Flores yang memakan waktu nyaris 1 tahun (Oktobr 2012 - November 2013), bahkan lebih namun jarang sekali diberitakan. Entahlah, mungkin jaraknya yang jauh dari pusat pemerintahan sehingga kalah pamor dengan berita lainnya, atau apalah penyebabnya. Tapi satu yang pasti: saya sungguh miris melihat kenyataan yang ada.
Sangiang Meletus, Berita Politik Jalan Terus
photo from dailymail.co.uk

Inspirasi Tulisan plus screenshoot headline berita dari 2 media nasional kemarin.


Jangan pernah menyesal telah mencintai orang lain yang tak pernah mencintaimu, karena mungkin dengan begitu kamu bisa bahagia walau hanya membayangkannya. Berterimakasihlah pada bayangannya.... wkwkwkwk

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *