BANG ANCIS - Dunia teknologi kembali diramaikan dengan kabar terbaru dari raksasa teknologi Tiongkok, Alibaba. Perusahaan ini baru saja mengumumkan peluncuran model kecerdasan buatan (AI) terbarunya, Qwen3-Max-Thinking. Model ini diklaim mampu menghasilkan teks, gambar, dan bahkan video berdasarkan perintah pengguna.
Peluncuran ini menandai langkah besar Alibaba dalam persaingan global di bidang AI. Qwen3-Max-Thinking disebut-sebut memiliki performa yang menyaingi model-model terkemuka dari Amerika Serikat, seperti GPT-5.2 dari OpenAI dan Gemini 3 Pro dari Google. Uji benchmark yang dilakukan Alibaba menunjukkan bahwa Qwen3-Max-Thinking bahkan mengungguli beberapa pesaing AS dalam tes "Humanity's Last Exam".
| Gambar dari Pixabay |
Kemajuan AI Alibaba
Pengembangan Model AI
Alibaba tidak hanya berfokus pada model bahasa besar. Perusahaan ini juga sedang mempersiapkan unit chipnya, T-Head, untuk penawaran umum perdana (IPO) sebagai bagian dari restrukturisasi internal. Upaya ini menunjukkan ambisi Alibaba untuk memperkuat ekosistem AI dan semikonduktornya.
Pengembangan Qwen3-Max-Thinking menunjukkan kemampuan Alibaba dalam memproses berbagai jenis data secara bersamaan. Model ini dapat memilih alat AI yang tepat untuk tugas tertentu secara otomatis, sehingga mengoptimalkan biaya. Ini adalah pendekatan yang sangat berorientasi bisnis dan efisien.
Dukungan untuk Startup AI
Selain mengembangkan model AI sendiri, Alibaba juga aktif mendukung startup AI lainnya. Perusahaan ini memberikan dukungan untuk pertumbuhan Moonshot AI, sebuah mitra yang juga bergerak dalam pengembangan model AI. Kolaborasi ini memperkuat posisi Alibaba dalam lanskap AI yang semakin kompetitif.
Pasar AI yang Kompetitif
Perlombaan Teknologi Global
Persaingan di industri AI semakin memanas. Berbagai perusahaan teknologi berlomba-lomba untuk merilis model AI terbaru mereka. Perang teknologi ini tidak hanya terjadi di Tiongkok, tetapi juga secara global.
Para analis mencatat bahwa model AI dari Tiongkok kini semakin mendekati kemampuan model-model yang dikembangkan di AS. Kesenjangan kecepatan pengembangan ini mungkin hanya beberapa bulan saja. Hal ini menunjukkan kemajuan pesat yang dicapai oleh para peneliti dan pengembang AI di Tiongkok.
Dampak pada Pasar Saham
Peluncuran model AI baru seperti Qwen3-Max-Thinking seringkali berdampak pada pergerakan saham perusahaan teknologi. Kabar baik mengenai pengembangan AI dapat mendorong kenaikan harga saham. Investor semakin memperhatikan kemajuan Tiongkok di sektor AI sebagai peluang investasi.
Meskipun ada kemajuan signifikan, beberapa laporan menunjukkan adanya kesenjangan valuasi yang masih persisten bagi Alibaba. Namun, fokus pada pengembangan AI dan chip diharapkan dapat meningkatkan nilai perusahaan di masa depan.
#Alibaba #KecerdasanBuatan #Qwen3-Max-Thinking

