Apa Bisa, Mudik Lebaran Lewat Laut?

Apa Bisa, Mudik Lebaran Lewat Laut? Yah pertanyaan ini tiba-tiba muncul di pikiran setelah membaca tulisan seorang sahabat blogger tentang ribet, ribut dan hiruk pikuknya arus mudik, jalan rusak serta kecelakaan saat arus mudik atau setelahnya, Arus Balik. Kita semua pasti sudah akrab dengan istilah Mudik Lebaran. Sudah dari jaman tidak enak istilah ini terdengar melengking di seantero jagad Nusantara. Walaupun melengking, toh tidak ada perubahan yang berarti dari tahun ke tahun. Orang-orang yang melakukan Mudik Lebaran tumpah ruah di jalan. Jalan raya seakan sedang kebanjiran, banjir kendaraan.

Semua orang, dengan berbagai jenis kendaraan seolah tidak mau kalah. Ramai-ramai pulang kampung walau hanya dengan mengendarai sepeda motor. Belum lagi barang bawaan yang melanggar standar keselamatan. Dari tumpah ruahnya orang di jalan raya ini kecelakaan lalin sering dan selalu saja terjadi. Banyak memakan korban jiwa. Pemerintah dibuat sibuk. Mulai dari mengatur jalur lalulintas, pembangunan posko mudik,  dan sebagainya dan sebagainya.  Kondisi jalan pun selalu diributkan. Setiap tahun, jalan Pantura selalu menjadi sorotan. Rusak - ditambal, rusak lagi - ditambal lagi, begitu seterusnya setiap tahun. Dari dulu selalu begini, apa tidak bosan dengan ritual yang membosankan dan mengganggu kekhusyukan orang dalam berhari raya ini? He..he..
"Insanity is doing the same thing over and over again but expecting different results." [Albert Einstein] - - Kegilaan adalah melakukan sesuatu yang sama secara berulang-ulang dengan mengharapkan hasil yang berbeda.
Pendapat dari seorang teman blogger tersebut saya dukung sepenuhnya. Bagaimana kalau mudik lebaran lewat laut saja? Tentu saja bisa. Mengingat negara kita ini negara maritim. Pernah kesohor pada jaman tempo dulu. Nenek moyang kita itu orang pelaut. Bahkan sampai ada lagunya; nenek moyangku orang pelaut.... Tapi apa kita (khususnya pemerintah) pernah membayangkan membudidayakan aset laut yang kita miliki untuk mengurangi kemacetan, keruwetan dan hingar bingar berita Arus Mudik Lebaran yang selalu terulang dari tahun ke tahun?

Yahhh itulah Indonesia, Nusantara, kumpulan pulau yang berada diantara 2 buah samudera: Samudera Hindia dan Samudera Psifik. Negara maritim raksasa yang sudah sekian lama melupakan laut. Melupakan fungsi laut sebagai penghubung antarpulau dan kota. Negara Maritim Tanpa Tradisi Laut.
just my opinion
Jadi, Apa Bisa, Mudik Lebaran Lewat Laut?
Bisa saja. Keributan yang sering terdengar selama ini hanya satu : Lonjakan Penumpang dari Jakarta. walaupun daerah-daerah lain juga mengalami hal yang sama, namun yang sering diperbincangkan dan diributkan di televisi selama ini sebagian besarnya adalah Lonjakan Penumpang dari Jakarta. Pemerintah kita memiliki banyak kapal penumpang (PELNI), TNI AL juga memiliki kapal yang besar-besar dan bisa saja dimanfaatkan untuk orang-orang yang mudik lebaran. Apa ada orang pernah berpikiran seperti ini?

Karena inti dari keruwetan ini adalah lonjakan penumpang dari Jakarta, solusi yang barangkali bisa diterima adalah sebagai berikut: semua penumpang yang hendak mudik berangkat dari Jakarta lewat laut. Penumpang-penumpang tersebut bisa diturunkan di beberapa pelabuhan sepanjang pulau Jawa sesuai dengan daerah tujuannya masing-masing. Penumpang bisa turun di Semarang, Surabaya, dan Banyuwangi. Dari ketiga kota pelabuhan tersebut, barulah mereka diakomodasi dengan kendaraan darat untuk dibawa ke daerah tujuannya.

Kapal-kapal laut yang mengangkut penumpang yang Mudik Lebaran tersebut bisa mengangkut puluhan ribu penumpang dengan mudah tanpa terjebak kemacetan panjang. Kita, terutama pemerintah, tidak perlu lagi ribut-ribut soal kerusakan jalan raya, kemacetan jalan raya dan sebagainya dan sebagainya.
Catatan: ini hanya opini orang-orang pinggiran, diterima dan tidaknya tergantung.... yah tergantung inisiatif serta kreatifitasnya pemerintah. Kalau mau para pemudik pulang ke kampung halamannya dengan tenang tanpa disibukkan dengan kemacetan, kecelakaan, jalan berlubang, kenapa tidak segera mencari soulsi yang benar-benar jauh dari segala kebisingan?

Refferensi materi : blog wong kampung

Related Posts:

30 Responses to "Apa Bisa, Mudik Lebaran Lewat Laut?"

  1. Replies
    1. Bisa diterapkan solusi ngawur di atas, wkwkwkwkk

      Delete
    2. widih bang ancis pertamax di artikelnya, mantap (?) wkwkwk

      Delete
  2. ya semoga saja pemerintah bisa mengatasi arus mudik lebaran nanti bang

    ReplyDelete
    Replies
    1. Semoga saja Brow, masa' dijadiin ritual.... #kemacetan, #jalan berlobang dll

      Delete
    2. jangan nanti ah, sekarang aja ^_^

      Delete
  3. artikel yang sangat bermanfaat gan,,,
    thanks for sharing yaa,,

    ReplyDelete
    Replies
    1. sama sama gan.... thanks dah mampir...

      Delete
  4. Hehe yang penting aman, dan nyaman mas ... :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yah begitulah... di atas sekedar opini/solusi lewat laut, mungkin masih ada yg lain yg lebih josss...

      Delete
  5. bang ancis,,,, JKT ke SEMARANG/SURABAYA msak lewat laut? hehehe,,,, setuju bang,, tnpA macet+pemandangN di laut,,, ombak laut,,, yg pasti jauh dri polusi kyak di darat

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hmmmm iya.. kan semua ada di Pantai utara... kalo bs jangan pakai kapal2 Pelni yg ada skrg, krn lumayan lama dari Jakarta sampai Timur Jawa... kalau bisa yah.. kapal2 super cepat... dulu pernah dengar ada kapal cepat jurusan Surabaya - Kupang. cuman sehari semalam nyampe (24 jam)...

      Delete
  6. Mungkin dilaut resikonya jauh lebih banyak, terus biayanya jauh lebih mahal dann.. tetep aja gak efektif, gak bisa bayangin depan rumah adalah laut, jadi kapal bisa singgah langsung depan rumah, mirip2 sama travel gitu deh :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul Mbak, namanya jg Solusi, barangkali dengan solsi ngawur begini pemerintah bisa menemukan solusi lain yg lebih efektif dan nyaman... daripada setiap tahun ribut macet...

      Delete
  7. ya, kalau saya kagak bisa mas,hhe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yahhhhh namanya juga solusi, tp klo boleh tau, knp g bisa ya?

      Delete
  8. Kalau memang itu harus lewat itu ya mau gimana lagi :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahahahha... pasti ada yg lainlah Brow...

      Delete
  9. menurutku,mudik lewat laut tuh asik tapi nyawa taruhannya bang hehehe :D


    komen back yeee

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya memang betul, tp di darat kan jg begitu... sama2 ada untung dan ruginya...

      Delete
  10. sekalian aja lewat dunia lain sob, bisa gak ya? ^_^

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahahahaha.a.a... Bisa.. bisa... pake Ilmu Meraga Sukma...

      Delete
  11. Mudik yang paling enak itu naik kereta api, dan sekarang pun pelayanannya sudah di tingkatkan

    ReplyDelete
    Replies
    1. saya belum pernah naik kereta api,,,
      lagian mau kemana ya? hiks hiks hiks

      Delete
    2. Lha.. mmgnya May menetap di mana sih??

      Delete
  12. loh bang ancis mau mudik lewat perairan juga biar ga macet? hihi, mudik kemana bang? hehe

    ReplyDelete
  13. mudik naik odong odong aja

    ReplyDelete
  14. Soal mudiknya emang udah jd budaya dan tradisi di tiap tahun ya bang..
    semoga bisa berjln dg harapan dan keinginan bersama :)

    ReplyDelete

Don't Spam

Formulir Kontak

Name

Email *

Message *