Koleksi Humor ala Stand Up Comedy

Stand Up Comedy, yang berarti Lawakan Tunggal memang sudah lama ada di Indonesia. Walaupun baru  satu atau dua stasiun televisi yang menayangkan acara ini, namun antusias penonton dan penggemar cukup mencengangkan. Barangkali orang-orang sudah pada bosan dengan lawakan-lawakan yang sudah ada selama ini yang mana rata-rata humornya sebagian besar adalah mengangkat topik kekurangan seseorang atau beberapa tindakan tidak terpuji lainnya, sehingga dengan hadirnya Stand Up Comedy yang awalnya dirintis oleh kompasTV ini dinilai masih segar dengan warna plus tema humor yang beragam dan tentu saja segar dan mengocok perut.

Kepopuleran acara Stand Up Comedy ini juga bisa ditandai dengan banyaknya peserta yang mengikuti audisi akhir-akhir ini. Membludak!!!
Stand Up Comedy Indonesia
Okey, sebenarnya tulisan ini sudah sangat terlambat, karena semua orang sudah pasti mengenal acara ini dengan sangat baik. Namun artikel ini bukan membahas soal apa itu Stand Up Comedy atau bagaimana tanggapan orang-orang mengenai acara ini namun sebenarnya saya hanya ingin berbagi beberapa lawakan yang pernah heboh yang dibawakan oleh kontestannya.

Koleksi Humor ala Stand Up Comedy
"Kalau menurut gue, sifat yang paling bisa merangsang seorang perempuan itu sifat pencemburu, karena sifat pencemburu itu bisa membuat perempuan menjadi penulis yang sangat baik dan pencerita yang sangat baik. Jadi, gue curiga semua sutradara Indonesia itu pencemburu,"
"Laut itu egois. Kenapa dia airnya banyak. Danau 'aja dikit'. Air sungai juga 'dikit'. Tapi, diminta juga sama laut. Pas sudah sampai laut, airnya jadi asin. Dia enggak 'mikirin' perasaan ikan. Entar kalau matanya kelilipan bagaimana?" (Fico/Jakarta)
"Orang timur itu jago main bola karena kebiasaan berburu. Orang timur itu kalau berburu, yang namanya anoa, kasuari, babi hutan itu kita kejar, kita kejar, kita kejar, kemudian kita tackling...," (Ari Kriting/wakatobi)
"Alhamdulillah saya sudah menikah. Saya menikah saat usia 25 tahun jadi tergolong pernikahan dini, namun Alhamdulillah tidak termasuk pernikahan dini hari alias karena digerebek Hansip"
"Anak saya yang pertama lahir di luar nikah. Ya iyalah kalau lahir pas lagi nikah, kan saya masih repot salam-salaman sama tamu undangan. Kalau anak saya yang kedua lahir di luar kandungan, awalnya saya sempat sedih takut terjadi apa-apa namun kata dokter, “Bapak harusnya bersyukur anak bapak terlahir di luar kandungan, kalau masih di dalam kandungan itu artinya belum lahir!!”
"Nasib memang membawa saya menjadi guru. Saya menganggap profesi ini mulia. Walau kesan yang didapat dari sebuah kata bernama GURU kini makin mengalami pergeseran. Contoh, kita tahu guru selalu digambarkan sebagai sosok teladan, namun dalam peribahasa guru justru dicitrakan kurang sedap. Anda tahu kan peribahasa…”Guru kencing berdiri, murid kencing berlari…” Mengapa yang harus dijadikan contoh orang kencing itu guru, padahal kita mahfum yang biasa kencing berdiri itu kan supir taksi……bukan guru…”
"Pekerjaan selalu melekat pada profesinya, pekerjaan supir ya menyupiri, kalo pembantu.. membantui, Nah kalo guru ya menggurui toh?? namun pekerjaan itulah yang paling gak disukai semua murid dari para gurunya"
"Gue salut sama komika-komika lokal kita yang bermunculan ini, karena menurut gue tidak saja profesi ini berpahala karena bikin orang ketawa, tapi sekaligus jadi salah satu profesi paling nekat dan mengerikan. Kebayang nggak kita berdiri sendirian di depan, berusaha melucu, tahu-tahu nggak ada yang ketawa?"
"Kecap ini sering diremehkan, padahal kecap punya peran penting. Kalau enggak ada kecap, bisa-bisa nasi uduk sama nasi goreng ketukar. Padahal, itu juga nasi uduk sudah dengki banget sama nasi goreng, yang lebih dulu go international," (Fico)
"Tahu bedanya lomba dengan pertandingan? Seperti lomba menyanyi, yang satu menghadap ke sini (kanan) dan yang satu menghadap ke situ (kiri) dan pemenangnya ditentukan juri. Sedangkan pertandingan itu langsung berhadapan satu sama lain dan yang kalah langsung ketahuan," (Akbar.)
"Kalau saya lagi berantem sama istri saya itu (seperti perlombaan), yang satu menghadap ke sini dan yang satu menghadap ke situ, biasanya yang jadi juri itu mertua saya. Tapi... kalau sudah akur, itu sudah bisa dipastikan terjadi pertandingan (saling berhadapan) dan biasanya saya yang kalah duluan. Kalau saya yang menang, pasti istri senang,"
Nah, barangkali hanya inilah beberapa lawakan yang sempat saya kumpulkan guna melengkapi tulisan "Terlambat" ini. Semoga saja lawakan khas Stand Up Comedy ini bisa menggoda anda untuk tersenyum...

Formulir Kontak

Name

Email *

Message *

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel