PEPEPA, Gaya Permainan Timnas U19

Permainan cantik Timnas Sepak Bola Indonesia U-19 belakangan ini berhasil mencuri perhatian banyak kalangan. Bukan masyarakat biasa saja yang tertarik, kelas menengah termasuk pejabat-pejabat teras daerah juga banyak yang ikut nimbrung. Hal ini terlihat dari bonus-bonus yang diterima beberapa pemain dari kepala daerah di daerah asal pemain tersebut. Entahlah, apakah ini bisa dibilang ada unsur politiknya, atau sekedar penghargaan terhadap jasa anak daerah yang berprestasi? Sekali lagi entahlah...Biarlah masyarakat dan waktu yang menilainya.

Bayangkan sodara-sodara. Hadiah yang diterima oleh beberapa pemain U-19 menurut saya lumaya besar. Sebut saja pemain sayap kanan timnas U-19, Maldini Pali. Pemain ini mendapat bonus berupa sebuah rumah dari Gubernur Sulawesi Barat, Anwar Adnan Saleh. Sementara untuk pemain sayap kiri, Ilham Udin juga turut mendapatkan bonus. Adalah Bupati Kabupaten Sula Maluku Utara (Malut), Ahmad Hidayat Mus yang memberikan hadiah tersebut. Tidak tanggung-tanggung. Seratus juta rupiah beliau gelontorkan untuk menghargai prestasi yang sudah diraih Ilham Udin.
PEPEPA, Gaya Permainan Timnas U19
Ada juga si Yabes Roni Malaifani. Pemain asal Pulau Kenari, Alor, Nusa Tenggara Timur ini pun ikut kebanjiran hadiah. Yah, benar-benar banjir hadiah. Jika sebelumnya Yabes mendapat hadiah satu unit sepeda motor oleh seorang politikus Partai Golkar, Setya Novanto serta sebuah televisi plasma dari Dirut Bank NTT plus tiket gratis dari TransNusa Air serta dinobatkan menjadi Duta Sepak Bola NTT, ada juga bonus lain yakni dari Swiss-Belinn Kristal Hotel dan Tellu Sport. Dan yang benar-benar membuat Yabes kebanjiran hadiah adalah Bonus Rp. 30.000.000 (30 juta rupiah) dari Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Frans Lebu Raya atas prestasi yang diraih pemuda ini.

Bukan sirik atau apalah namanya itu, saya hanya berharap semoga pemain-pemain lain yang belum sempat mendapatkan hadiah dan bonus tidak berkecil hati. Jangan lihat nilai bonusnya. Tidak usahlah minder. Ikuti saja arahan pelatihmu. Tetap fokus latihan. Bulatkan tekad untuk mempersembahkan prestasi yang lebih banyak lagi untuk Nusantara. Untuk pemain-pemain yang sudah kebanjiran hadiah, saya harapkan untuk tidak lupa diri. Jadikan bonus-bonus tersebut sebagai motivasi untuk rajin berlatih serta meningkatkan sikil (skill) kalian. Intinya, Jangan Terlena..!!!

Oalah.. kenapa pembahasannya melenceng sampai ke bonus segala? Bagaimana dengan judul di atas, PEPEPA, Gaya Permainan Timnas U19???

Hahaha... sebenarnya gaya permainan Timnas U-19 kita tidak jauh beda dengan permainan Barcelona. Permainan umpan-umpan pendek atau lebih dikenal dengan sebutan Tiki Taka. Begitulah penilaian oleh beberapa pihak. Bahkan ada juga yang menyebut gaya permainan U-19 sama dengan gaya permainan timnas Brasil: Jogo Bonito. Walaupun memiliki kesamaan, namun pelatih Indra Sjafri tidak mau meniru nama dari gaya permainan Timnas U19 yang dilatihnya. Menurut beliau, PEPEPA adalah nama/julukan untuk gaya permainan timnya.Sekedar informasi, PEPEPA merupakan akronim dari Pendek Pendek Panjang.

Bung Indra Sjafri memilih nama ini karena gaya permainan dengan umpan-umpan pendek dari kaki ke kaki dan panjang memang selalu dipertontonkan skuat Garuda Jaya (sebutan untuk Timnas U-19) dalam setiap pertandingan.

Bagaimana sahabat semua? Apa sudah keren gaya permainan Garuda Jaya kita ini?

refferensi, kompas.com, liputan6.com, okezone.com dan Mbah Gugel.

Formulir Kontak

Name

Email *

Message *

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel