Apple Rebut Tahta: Pengiriman Global Smartphone Tumbuh 2% Tahun 2025, Samsung Tergeser

BANG ANCIS - Pasar ponsel pintar global kembali bergeliat. Setelah sempat lesu, kini ada kabar baik dari riset terbaru. Pengiriman smartphone global tercatat tumbuh dua persen pada tahun 2025. Angka ini adalah sinyal kebangkitan yang sangat ditunggu.

Pencapaian ini tentu membawa dampak signifikan. Khususnya bagi para pemain besar di industri tersebut. Namun, ada kejutan besar di puncak klasemen. Apple kini muncul sebagai pemimpin pasar dunia.

Health
Gambar dari Pixabay

Angka Pertumbuhan yang Mengejutkan

Pertumbuhan dua persen ini mungkin terlihat kecil. Tetapi ini sangat penting bagi industri. Ini menunjukkan daya beli masyarakat mulai pulih. Sektor teknologi kembali menarik perhatian global.

Angka dua persen ini mengakhiri masa suram beberapa kuartal sebelumnya. Kala itu, pasar terus dihantam isu inflasi dan ketidakpastian ekonomi. Pabrikan kini bisa bernapas lega. Mereka melihat potensi besar di depan mata.

Era Kebangkitan Pasar

Para analis menyebutkan ini bukan sekadar pemulihan biasa. Ada dorongan dari siklus penggantian perangkat. Banyak pengguna lama akhirnya memutuskan untuk membeli ponsel baru. Terutama mereka yang sudah menunda pembelian selama dua tahun terakhir.

Selain itu, ponsel lipat dan konektivitas 5G semakin matang. Inovasi ini memberikan alasan kuat bagi konsumen untuk berbelanja. Pasar juga didorong oleh kinerja baik di kawasan Asia. Terutama di India dan beberapa negara berkembang lainnya.

Duel Raksasa: Apple vs Samsung

Pergeseran takhta adalah cerita utamanya. Apple berhasil menggusur Samsung dari posisi teratas. Ini adalah momen bersejarah bagi perusahaan Cupertino tersebut. Samsung sudah mendominasi pasar selama bertahun-tahun.

Apple akhirnya menempati posisi nomor satu. Mereka memimpin dalam volume pengiriman smartphone global. Padahal, volume total pengiriman tidak tumbuh terlalu besar. Kemenangan Apple menunjukkan daya tarik model premium mereka.

Strategi Kunci Apple

Apple terkenal dengan strategi harga tinggi. Mereka tidak pernah berkompromi dengan margin keuntungan. Fokus mereka adalah pada segmen kelas atas. Strategi ini terbukti jitu dan sangat menguntungkan.

Ekosistem Apple yang kuat juga menjadi benteng pertahanan. Pengguna iPhone jarang sekali pindah ke Android. Perusahaan juga sukses besar dengan seri iPhone 17 (asumsi penamaan seri di tahun 2025). Mereka berhasil memikat konsumen di pasar-pasar kunci.

Sementara itu, Samsung menghadapi tekanan berat. Mereka harus bersaing di setiap segmen harga. Mulai dari lini Galaxy S premium hingga seri Galaxy A yang lebih terjangkau. Pertarungan di segmen menengah ke bawah sangat sengit.

Seri Galaxy S dari Samsung masih kuat di mata penggemar Android. Namun, volume penjualan secara keseluruhan kini terancam. Ini terjadi akibat tekanan dari kompetitor China. Mereka menawarkan spesifikasi tinggi dengan harga yang sangat kompetitif.

Pemain China Mengancam Dominasi

Xiaomi tetap menjadi pemain kunci di belakang dua raksasa tersebut. Mereka terus menjaga posisinya sebagai pabrikan terbesar ketiga. Ekspansi agresif mereka di Eropa dan Asia Tenggara membuahkan hasil. Mereka sangat populer di kalangan pemburu nilai terbaik.

Merek-merek lain seperti OPPO dan Vivo juga tidak tinggal diam. Mereka kompak meningkatkan pangsa pasar mereka. Mereka sangat kuat di pasar domestik China. Kini mereka mulai merangsek ke pasar global dengan cepat.

Kekuatan di Pasar Menengah

Pabrikan China unggul di segmen menengah. Mereka menawarkan spesifikasi yang nyaris setara dengan ponsel kelas atas. Tetapi harganya jauh lebih ramah di kantong konsumen. Strategi ini sangat efektif di negara-negara berkembang.

Ada juga nama Transsion yang patut disorot. Merek ini menguasai pasar Afrika dengan dominasi luar biasa. Merek mereka seperti Tecno dan Infinix terus tumbuh pesat. Mereka fokus pada kebutuhan spesifik pasar lokal. Mereka bahkan mulai merambah ke Asia dan Amerika Latin.

Persaingan di segmen pasar premium juga semakin ketat. Semua pabrikan berlomba menawarkan teknologi terbaik. Mulai dari kemampuan kamera hingga kecepatan pengisian daya baterai. Perang teknologi membuat konsumen diuntungkan. Mereka mendapatkan ponsel dengan kemampuan canggih.

Pertumbuhan dua persen adalah awal yang baik. Namun, tantangan ke depan tetap ada. Pasar masih sensitif terhadap perubahan ekonomi makro. Para pabrikan harus terus berinovasi tanpa henti. Mereka harus pintar membaca kebutuhan pasar yang dinamis.

Pergeseran kepemimpinan dari Samsung ke Apple adalah bukti. Tidak ada posisi yang abadi di dunia teknologi. Semua bisa berubah dalam sekejap. Ini menunjukkan betapa ketatnya persaingan di bisnis smartphone global.

Source: counterpointresearch.​com



#SmartphoneGlobal #PengirimanSmartphone2025 #AppleMarketLeader

Belanja Celana Boxer Cowok dan Cewek
LihatTutupKomentar
Cancel