BANG ANCIS - Jangan sembarangan memilih. Ini urusan otot dan nyawa. Saya ulangi: nyawa. Begitu kata kawan-kawan di Amerika. Mereka baru saja "membongkar" puluhan merek bubuk protein. Diuji habis-habisan. Bukan hanya soal rasa dan besaran protein. Tapi, yang paling penting, soal kemurnian. Soal zat-zat yang tidak tertera di label.
Pilihan Juri: Bukan Hanya Protein Tinggi, Tapi Harus Bersih
Protein bubuk sudah seperti nasi bagi yang serius membentuk badan. Praktis. Cepat. Tinggal "glogok," selesai. Masalahnya, setiap botol menjanjikan janji yang sama. Bersih. Dari sapi yang makan rumput. Paling enak. Bingung? Tentu saja. Dunia suplemen memang seperti hutan rimba.
| Gambar dari Pixabay |
Men's Journal bersama pelatih nutrisi olahraga turun tangan. Mereka memilah. Mengupas tuntas. Dari puluhan yang diuji, terpilih sepuluh kategori terbaik. Ini panduan Anda.
Momentous: Juara Umum Kualitas Eropa
Juara umumnya satu: Momentous Whey Protein Isolate. Kenapa dia? Sederhana. Sumber proteinnya dari sapi perah Eropa yang makan rumput. Kualitasnya tinggi. Rasanya enak. Mudah larut. Itu faktor penting. Setiap porsi hanya 20 gram protein. Tidak perlu berlebihan. Cukup efektif untuk mencapai target harian. Ini ibarat Mercy di kelas bubuk protein. Mahal, tapi menjamin mutu.
Pilihan untuk Semua Kebutuhan:
Protein Terbaik untuk Kantong Tipis: Nutricost Whey Protein Concentrate Powder. Murah bukan berarti murahan. Ini solusi bagi yang sadar anggaran. Protein Paling Enak: Raw Nutrition Bum Itholate Protein rasa Pecan Pie. Ini untuk Anda yang ingin memanjakan lidah, tidak hanya otot. * Protein untuk Atlet Pro: Klean Athlete Klean Isolate. Standar atlet berbeda. Produk ini harus lolos uji ketat.
Mereka menilai berdasarkan lima faktor. Bahan baku, rasa, daya larut, uji pihak ketiga, dan harga. Momentous unggul di hampir semua lini. Kualitas premium dari sapi yang makan rumput alami Selandia Baru (untuk varian XWERKS Grow) hingga Eropa (untuk Momentous).
Sisi Gelap di Balik Protein Hijau
Tapi, ada cerita lain. Ini yang membuat saya geleng-geleng kepala. Ternyata, dunia bubuk protein tidak seindah iklannya. Ada bahaya mengintai.
Consumer Reports, sebuah lembaga independen, menemukan fakta mengerikan. Dua pertiga dari produk protein yang mereka uji mengandung kadar timbal yang tidak aman. Timbal itu logam berat. Beracun. Melebihi batas aman yang direkomendasikan ahli.
Kenapa Timbal Bisa Ada di Bubuk Protein?
Ini yang paling miris. Kontaminasi logam berat ini meluas. Bahkan memburuk dari tahun ke tahun. Timbal, kadmium, arsenik. Semua ditemukan. Yang paling parah, ini dia: protein nabati. Protein yang dianggap "paling bersih" dan "organik". Tingkat timbal pada protein nabati (plant-based) bisa sembilan kali lebih tinggi daripada protein susu (dairy-based). Tiga kali lebih banyak timbal daripada pilihan berbahan dasar whey.
Mengapa? Kacang polong dan beras, bahan baku utama protein nabati, cenderung lebih mudah menyerap logam berat dari tanah dan air. Tanah kita mungkin sudah tercemar. Maka, bahan baku yang tumbuh di sana akan ikut tercemar.
Daftar Merah Konsumen:
Ada produk yang dianjurkan untuk "dihindari sama sekali." Contohnya Naked Nutrition Vegan Mass Gainer dan Huel Black Edition. Produk lain, seperti Momentous 100% Plant Protein (berbeda dengan whey Momentous yang juara umum) dan Garden of Life Sport Organic, dianjurkan untuk dikurangi konsumsinya.
Konsumen bingung. Mau sehat, malah terpapar racun. Para ahli menyarankan, jika Anda menggunakan bubuk protein, jangan setiap hari. Sebaiknya hanya sesekali. Tubuh kita sudah dapat protein yang cukup dari makanan sehari-hari. Dari tahu, tempe, telur, ikan, daging. Bubuk protein itu suplemen. Bukan makanan utama.
Jika harus memilih, pilihlah yang terbaik. Yang berani menjalani "uji pihak ketiga" dengan transparan. Cari yang berlabel Klean Isolate atau sejenisnya. Ingat, otot kekar tanpa organ sehat, untuk apa? Pikirkan baik-baik. Sehat itu harga mati.
Source: mensjournal.com
#bubukprotein #suplemenfitness #bahayatimbal

