BANG ANCIS - Bencana banjir bandang menerjang Pulau Siau, Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro), Sulawesi Utara, pada Senin (5/1/2026) dini hari. Peristiwa nahas ini terjadi setelah hujan deras mengguyur wilayah tersebut selama berjam-jam. Luapan air yang membawa lumpur, batu, dan kayu menghantam permukiman warga, menimbulkan duka mendalam.
Dampak Bencana
| Gambar dari Pixabay |
Korban Jiwa dan Hilang
Hingga Selasa (6/1/2026) pagi, tercatat 14 orang meninggal dunia akibat banjir bandang tersebut. Selain itu, empat orang lainnya masih dalam pencarian. Sebanyak 143 kepala keluarga atau 444 jiwa terpaksa mengungsi ke tempat yang lebih aman.Kerusakan Infrastruktur
Banjir bandang juga menyebabkan kerusakan parah pada infrastruktur. Sejumlah akses jalan utama tertutup material longsoran, lumpur, dan batu, sehingga lumpuh total. Kerusakan ini menghambat upaya evakuasi dan distribusi bantuan. Lima unit rumah dilaporkan hilang terseret arus, sementara puluhan rumah lainnya rusak berat dan ringan. Mako Polres Kepulauan Sitaro juga dilaporkan tertimbun material hingga setengah bangunan.Penanganan Darurat
Upaya Evakuasi dan Pencarian
Tim SAR gabungan, BPBD, TNI, dan aparat setempat terus berupaya melakukan evakuasi korban luka serta pencarian warga yang masih hilang. Namun, kendala utama di lapangan adalah mobilisasi logistik dan personel akibat terputusnya akses jalan.Bantuan Pemerintah dan Instansi Terkait
Pemerintah daerah telah menetapkan status tanggap darurat bencana hidrometeorologi di Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro selama 14 hari. Kementerian Pekerjaan Umum (PU) bergerak cepat mengirimkan personel dan menyiagakan alat berat untuk mendukung penanganan darurat. TNI juga menyiapkan dukungan personel dan perlengkapan untuk membantu para pengungsi.#BanjirSiau #BencanaAlam #KorbanJiwa

