BANG ANCIS - Dunia sepak bola Indonesia kembali digemparkan dengan aksi tak terpuji. Kali ini, insiden memilukan terjadi di ajang Liga 4 Jawa Timur. Seorang pemain muda bernama Hilmi Gimnastiar, dari klub Putra Jaya Pasuruan, harus menelan pil pahit. Aksi brutalnya di lapangan hijau berujung pada sanksi terberat: larangan bermain sepak bola seumur hidup.
Kronologi Kejadian yang Menggemparkan
| Gambar dari Pixabay |
Insiden memalukan ini terjadi pada laga antara Putra Jaya Pasuruan melawan Perseta 1970 Tulungagung. Di tengah pertandingan yang seharusnya menjunjung tinggi sportivitas, Hilmi melakukan sebuah tendangan keras ke dada pemain lawan, Firman Nugraha Ardhiansyah.
Tendangan Mematikan
Tendangan "kungfu" yang dilancarkan Hilmi bukan hanya membahayakan keselamatan Firman, tetapi juga mencoreng citra sepak bola Indonesia. Firman Nugraha bahkan harus ditandu keluar lapangan dan menjalani perawatan intensif akibat luka parah di bagian dada.
Reaksi Cepat PSSI Jatim
Komite Disiplin (Komdis) PSSI Provinsi Jawa Timur bergerak cepat menanggapi insiden ini. Tanpa berlama-lama, mereka menjatuhkan sanksi larangan bermain seumur hidup kepada Hilmi Gimnastiar. Keputusan ini tertuang dalam surat putusan bernomor 001/KOMDIS/PSSI-JTM/I/2026.
Konsekuensi dan Pelajaran Berharga
Sanksi yang dijatuhkan kepada Hilmi Gimnastiar bukan sekadar hukuman, melainkan sebuah pesan tegas. PSSI ingin memberikan efek jera agar kejadian serupa tidak terulang kembali di masa mendatang.
Sanksi Internal Klub
Sebelum sanksi dari PSSI, Hilmi sudah lebih dulu dipecat dari klubnya, PS Putra Jaya Sumurwaru. Klub menyatakan bahwa tindakan Hilmi tidak sesuai dengan nilai-nilai fair play dan melanggar aturan sepak bola.
Dampak Jangka Panjang
Pelanggaran berat yang dilakukan Hilmi melanggar beberapa pasal dalam Kode Disiplin PSSI. Selain larangan seumur hidup, ia juga dijatuhi denda Rp2,5 juta. Sanksi ini menandai akhir karier sepak bola profesionalnya.
#HilmiGimnastiar #Liga4Jatim #SanksiSepakBola

