Jebakan Manis Smartphone China Murah: Baca Dulu Aturan IMEI dan Pajak Bea Masuk

BANG ANCIS - Gairah memiliki gawai premium, tapi dengan harga miring, selalu membius. Ini adalah kisah klasik para pemburu perangkat dari Tiongkok. Mereka melihat seri-seri terbaik dari Xiaomi, Vivo, atau bahkan OnePlus yang tidak dijual resmi di sini. Keinginan itu lantas mendorong mereka memilih jalur impor pribadi.

Jalur ini memang menjanjikan keuntungan harga yang fantastis. Namun, di ujung jalan, jebakan manis sudah menanti. Ini bukan soal kualitas barang, tetapi soal aturan hukum dan teknis negara kita. Mengimpor ponsel ternyata sama sekali tidak sederhana, penuh ranjau pajak dan birokrasi.

Health
Gambar dari Pixabay

Kenikmatan Harga Jual dan Risiko Membengkaknya Biaya

Smartphone dari merek-merek raksasa Tiongkok seringkali menawarkan spesifikasi gila. Contohnya varian flagship dari iQOO, Realme GT, atau Honor yang rilis eksklusif di sana. Harga di pasar asalnya bisa selisih jutaan rupiah. Selisih ini yang sering membuat mata gelap dan dompet terbuka lebar.

Namun, harga tersebut baru harga 'telanjang' di negeri seberang. Harga itu belum memperhitungkan biaya pengiriman dan asuransi. Lebih krusial lagi, ia belum menghitung biaya bea masuk dan pajak yang super ketat. Banyak yang kaget setelah barang sampai di tangan.

Perhitungan Bea Masuk yang Bikin Pusing Tujuh Keliling

Bea Cukai punya perhitungan yang detail dan dingin. Barang impor, termasuk ponsel, akan dikenakan PPN sebesar 10%. Ditambah lagi PPh impor yang besarnya bisa 10% atau 20%. Besaran PPh ini tergantung apakah Anda punya Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) atau tidak.

Semua perhitungan ini dikenakan pada nilai pabean barang. Nilai pabean mencakup harga barang, asuransi, dan biaya kirim (CIF). Jangan coba-coba memalsukan harga di faktur. Petugas Bea Cukai punya standar harga patokan global. Selisih harga itu pasti akan mereka kejar.

Ancaman Nyata: Ketika Ponsel Impian Jadi "Batu Bata" Mahal

Masalah pajak memang menyakitkan dompet, tetapi ada yang lebih fatal. Ancaman terbesar adalah pemblokiran sinyal seluler. Ini terjadi jika ponsel Anda gagal terdaftar di database milik pemerintah. Aturan pemblokiran IMEI ini sudah berlaku sejak lama dan sangat tegas.

Setiap ponsel yang terhubung ke jaringan seluler Indonesia wajib terdaftar. Nomor IMEI-nya harus masuk ke dalam database CEIR (Centralized Equipment Identity Register). Data ini dikelola bersama oleh Kementerian Perindustrian (Kemenperin) dan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo). Proses pendaftarannya harus dilakukan saat barang masuk.

Tiga Skenario Impor dan Cara Lolos dari Pemblokiran

Ada tiga cara umum membawa ponsel dari luar negeri. Pertama, membeli langsung dan membawanya sebagai barang bawaan penumpang (hand carry). Kedua, membeli secara online dan dikirim melalui jasa pos atau kurir. Ketiga, jalur tidak resmi (black market) yang penuh risiko.

Jika Anda membawa sendiri, segera deklarasikan ponsel di bandara kedatangan. Anda harus mengisi formulir Bea Cukai dan membayar pajak saat itu juga. Setelah bayar pajak, IMEI Anda otomatis didaftarkan ke sistem CEIR Kemenperin. Ini adalah satu-satunya cara legal agar ponsel impor Anda bisa mendapatkan sinyal.

Jika lewat jasa kurir, pihak kurir biasanya yang mengurus proses pabean dan pembayaran pajak. Setelah pajak dibayar, IMEI juga akan masuk ke sistem. Namun, pastikan kurir yang Anda pakai benar-benar resmi dan transparan. Jalur tidak resmi tidak akan pernah mendaftarkan IMEI Anda.

Ponsel yang IMEInya tidak terdaftar hanya akan bekerja beberapa minggu saja. Pemerintah memberikan masa tenggang sebelum sinyalnya diblokir permanen. Setelah diblokir, ponsel Anda masih bisa berfungsi untuk Wi-Fi, tapi tidak lagi bisa digunakan untuk telepon atau data seluler. Ponsel secanggih apapun, tanpa sinyal di Indonesia, hanyalah 'batu bata' mahal.

Memang ada solusi lain, seperti penggunaan jasa pendaftaran IMEI tidak resmi. Namun, ini sangat berisiko dan melanggar hukum. Lebih baik bermain aman dan jujur sejak awal. Perhitungan pajak yang benar adalah investasi untuk ketenangan saat menggunakan gawai.

Jadi, jangan hanya tergiur harga murah di luar negeri. Selalu masukkan biaya pajak dan kerumitan birokrasi dalam kalkulasi. Jangan biarkan ponsel impian Anda berakhir sebagai perangkat Wi-Fi eksklusif. Ketahui aturannya, bayar pajaknya, dan nikmati sinyalnya.

Source: wired.​com



#ImporSmartphone #BlokirIMEI #BeaCukai

Belanja Celana Boxer Cowok dan Cewek
LihatTutupKomentar
Cancel