Capek Jadi Orang Baik? Ini Tanda Kamu Butuh Istirahat

BANGANCIS - Ada kalanya kita merasa lelah. Bukan lelah fisik semata, tapi lelah jiwa. Lelah karena terus-menerus berusaha menjadi pribadi yang baik, yang selalu ada untuk orang lain, yang tak pernah menolak permintaan, dan yang selalu mengedepankan kebaikan di atas segalanya. Fenomena ini bukan hal aneh, bahkan seringkali muncul di tengah hiruk pikuk kehidupan modern.

Seringkali kita terjebak dalam ekspektasi sosial atau bahkan ekspektasi diri sendiri untuk selalu tampil sempurna sebagai "orang baik". Padahal, manusiawi jika terkadang kita merasa lelah dan butuh jeda. Mengabaikan rasa lelah ini sama saja dengan membiarkan mesin bekerja tanpa perawatan, lambat laun akan rusak.

Gambar Ilustrasi Artikel
Gambar dari >Pixabay

Gejala Lelah Mental Akibat Terlalu Baik

Kelelahan dalam berbuat baik bukan berarti kita berubah menjadi jahat. Ini adalah sinyal tubuh dan pikiran bahwa cadangan energi emosional kita sudah menipis. Mengenali gejala-gejalanya adalah langkah awal untuk kembali mengisi energi.

Hilangnya Empati dan Kesabaran

Awalnya, kita dengan mudah merasakan apa yang orang lain rasakan dan bersabar menghadapi kesulitan mereka. Namun, ketika rasa lelah itu datang, empati kita mulai berkurang. Kita jadi mudah kesal, merasa tuntutan orang lain terlalu banyak, dan sulit mentoleransi kesalahan kecil.

Merasa Dimanfaatkan

Perasaan bahwa semua kebaikan kita tidak dihargai, atau bahkan dimanfaatkan, bisa sangat menguras tenaga. Kita mulai curiga terhadap niat baik orang lain dan merasa bahwa kita selalu memberi tanpa menerima timbal balik yang sepadan. Ini adalah tanda bahwa batas diri kita mulai terkikis.

Tanda-tanda Kamu Perlu Istirahat

Jangan tunggu sampai titik terendah untuk menyadari bahwa kamu butuh waktu untuk diri sendiri. Ada beberapa pertanda halus yang bisa kamu perhatikan sebelum semuanya menjadi lebih buruk. Mendengarkan sinyal ini adalah bentuk penghargaan pada diri sendiri.

Kehilangan Minat pada Hal yang Dulu Disukai

Dulu, kegiatan sosial atau membantu orang lain memberikan energi positif. Kini, hal-hal tersebut terasa seperti beban. Kita kehilangan antusiasme untuk berinteraksi atau bahkan untuk melakukan hal-hal yang seharusnya menyenangkan.

Munculnya Gejala Fisik yang Tak Jelas

Kadang, kelelahan emosional bermanifestasi dalam bentuk fisik. Sakit kepala yang tak kunjung hilang, gangguan tidur, atau bahkan masalah pencernaan bisa jadi indikasi bahwa tubuhmu sedang berteriak minta istirahat. Tubuh dan pikiran saling terhubung, dan satu sisi yang terbebani akan berdampak pada sisi lainnya.

Istirahat bukan berarti menyerah atau menjadi egois. Ini adalah proses recharging agar kita bisa kembali memberikan kontribusi terbaik, bukan hanya kepada orang lain, tapi juga untuk diri kita sendiri. Ketika kamu mengisi ulang bateraimu, kamu akan lebih siap menghadapi tantangan dengan energi yang lebih prima. Ingat, bahkan pahlawan super pun butuh istirahat sejenak dari tugasnya.



#KelelahanEmosional #KesehatanMental #BatasanDiri

Belanja Celana Boxer Cowok dan Cewek
LihatTutupKomentar
Cancel