Manfaat Menulis Jurnal Sebelum Tidur buat Kamu yang Sering Overthinking

BANGANCIS - Malam datang, membawa serta keheningan yang seringkali menjadi panggung bagi riuh rendah pikiran. Bagi sebagian orang, keheningan itu justru membesarkan suara-suara kecemasan yang berputar tanpa henti, fenomena yang kita kenal sebagai overthinking. Jauh sebelum layar gawai menjadi teman setia sebelum terlelap, ada sebuah ritual sederhana yang terbukti ampuh meredakan badai pikiran itu: menulis jurnal.

Akar Ketenangan dalam Tinta

Ritual menulis jurnal sebelum tidur bukanlah sekadar aktivitas mencatat kejadian sehari-hari, melainkan sebuah tindakan proaktif untuk menata kembali benang kusut di kepala. Ketika pikiran kita dibebani oleh berbagai skenario terburuk, kekhawatiran masa depan, atau penyesalan masa lalu, menuliskannya di atas kertas dapat memberikan jarak yang krusial. Tindakan memindahkan pikiran dari kepala ke medium fisik ini seringkali terasa seperti mengeluarkan beban berat yang selama ini dipikul.
Gambar Ilustrasi Artikel
Gambar dari >Pixabay

Banyak dari kita yang terbiasa membiarkan pikiran berkeliaran bebas di kegelapan malam, memperbesar masalah kecil menjadi monster raksasa. Jurnal hadir sebagai wadah aman untuk menampung segala kegelisahan itu, mencegahnya terus membebani alam bawah sadar kita saat beristirahat. Dengan begitu, kualitas tidur yang lebih baik bukan lagi sekadar impian, tapi sebuah kemungkinan nyata.

#### Merangkai Kata, Meredam Cemas Proses menulis itu sendiri adalah sebuah meditasi. Jari-jari yang menari di atas kertas, atau jemari yang menekan tombol keyboard, memaksa kita untuk fokus pada satu tugas. Dalam keheningan malam, fokus ini menjadi jangkar yang menahan kapal pikiran agar tidak terombang-ambing oleh ombak kekhawatiran.

Setiap kalimat yang terbentuk adalah langkah mundur dari pusaran overthinking. Kita diajak untuk mengidentifikasi pikiran-pikiran yang mengganggu, membedah akar masalahnya, dan bahkan menemukan solusi-solusi kecil yang mungkin terlewatkan di tengah kepanikan. Ini adalah proses terapi mandiri yang bisa diakses oleh siapa saja, kapan saja.

Membangun Fondasi Mental yang Lebih Kuat

Menulis jurnal sebelum tidur bukan hanya tentang mengatasi masalah saat ini, tetapi juga membangun ketahanan mental untuk masa depan. Dengan secara rutin merefleksikan pengalaman, kita mulai memahami pola pikir kita sendiri. Kita belajar mengenali pemicu overthinking dan mengembangkan strategi untuk menghadapinya.

Seiring waktu, jurnal akan menjadi peta diri yang berharga. Kita bisa melihat kembali bagaimana kita berhasil melewati masa-masa sulit, mengidentifikasi kekuatan yang kita miliki, dan bahkan merayakan kemenangan-kemenangan kecil yang mungkin terabaikan. Pengalaman ini membangun rasa percaya diri dan mengurangi ketergantungan pada pikiran-pikiran negatif.

#### Jurnal sebagai Cermin Diri Setiap halaman jurnal yang terisi adalah cerminan dari perjalanan mental kita. Dari curahan hati yang penuh kecemasan, hingga pemikiran yang lebih jernih dan optimis, semua terukir di sana. Ini memberikan perspektif yang unik tentang pertumbuhan pribadi kita, sebuah bukti nyata bahwa kita terus berkembang.

Kebiasaan ini juga mengajarkan kita untuk bersikap lebih welas asih terhadap diri sendiri. Ketika kita melihat kembali tulisan kita di masa lalu, kita mungkin menyadari betapa kerasnya kita menghakimi diri sendiri. Jurnal memungkinkan kita untuk melihat bahwa kekhawatiran itu wajar, namun tidak harus mendominasi. Melalui tulisan, kita bisa memaafkan diri sendiri dan melangkah maju dengan pikiran yang lebih lapang.



#JurnalTidur #MengatasiOverthinking #KesehatanMental

Belanja Celana Boxer Cowok dan Cewek
LihatTutupKomentar
Cancel