Menguak Potensi Genetik: Perbaikan DNA di Tubuh untuk Atasi Kelainan Perilaku Tikus

BANG ANCIS - Dunia sains kembali membuat gebrakan. Kali ini, fokusnya pada kemampuan luar biasa untuk memperbaiki DNA langsung di dalam tubuh makhluk hidup. Bayangkan, penyakit genetik yang selama ini sulit diatasi, kini mulai memiliki secercah harapan. Terobosan ini bukan fiksi ilmiah, melainkan kenyataan yang semakin mendekat.

Penelitian terbaru menyoroti teknik revolusioner bernama *base editing*. Teknik ini memungkinkan para ilmuwan untuk mengoreksi kesalahan pada kode genetik sel secara presisi. Bukan sekadar mengedit, tapi seperti memperbaiki satu huruf dalam sebuah kalimat panjang tanpa mengubah susunan kalimatnya. Ini adalah lompatan besar dalam rekayasa genetika.

H2: Terapi Genetik Langsung ke Sumber Masalah

Selama ini, pengobatan penyakit genetik seringkali bersifat paliatif. Artinya, hanya meredakan gejala, bukan menghilangkan akar masalah. Dengan *base editing*, para peneliti mencoba pendekatan yang berbeda. Mereka membidik langsung sumber penyakit, yaitu DNA yang cacat.

Prosesnya melibatkan pengantaran alat pengeditan genetik ke dalam sel target. Alat ini dirancang khusus untuk mengenali dan mengubah basa DNA tertentu yang bermasalah. Ini seperti memiliki seorang editor genetik yang sangat teliti bekerja di dalam tubuh.

H3: Fokus pada Genetik Pemicu Kelainan Perilaku

Penelitian yang dibahas kali ini berfokus pada gen bernama *Chd3*. Gen ini diketahui berperan penting dalam perkembangan otak. Mutasi pada gen *Chd3* telah dikaitkan dengan berbagai kelainan perilaku pada hewan percobaan.

Para ilmuwan menggunakan teknik *base editing* untuk memperbaiki mutasi pada gen *Chd3* ini. Mereka menargetkan sel-sel otak tikus yang menunjukkan kelainan perilaku akibat mutasi tersebut. Tujuannya adalah mengembalikan fungsi normal gen dan melihat dampaknya.

Langkah awal adalah mengidentifikasi tikus yang memiliki mutasi spesifik pada gen *Chd3*. Tikus-tikus ini kemudian menunjukkan gejala kelainan perilaku yang teramati. Observasi perilaku ini menjadi tolok ukur keberhasilan terapi.

H2: Hasil yang Mengejutkan di Dunia Hewan Percobaan

Dan hasilnya sungguh menarik. Setelah terapi *base editing* dilakukan, para peneliti mengamati perubahan signifikan pada perilaku tikus. Kelainan yang sebelumnya tampak jelas, kini mulai berkurang atau bahkan hilang sama sekali.

Tikus-tikus yang sebelumnya menunjukkan kecemasan berlebihan atau pola interaksi sosial yang abnormal, kini bertingkah lebih normal. Ini adalah bukti nyata bahwa perbaikan DNA di dalam tubuh bisa membawa perubahan perilaku yang positif. Keberhasilan ini membuka pintu untuk penelitian lebih lanjut.

H3: Implikasi Jangka Panjang untuk Kesehatan Manusia

Meskipun penelitian ini masih dilakukan pada hewan, implikasinya bagi kesehatan manusia sangat besar. Kelainan perilaku yang disebabkan oleh faktor genetik banyak ditemukan pada manusia. Contohnya autisme atau gangguan perkembangan saraf lainnya.

Jika teknik *base editing* terbukti aman dan efektif pada manusia, ini bisa menjadi revolusi dalam pengobatan. Bayangkan, penyakit yang sebelumnya dianggap permanen, kini bisa disembuhkan dari akarnya. Ini bukan lagi sekadar mimpi.

Para ilmuwan berhati-hati. Mereka menekankan bahwa perjalanan masih panjang. Perlu banyak uji coba dan penelitian sebelum teknik ini bisa diterapkan pada manusia. Namun, fondasi yang kuat telah diletakkan.

Terobosan ini menunjukkan kekuatan sains dalam memahami dan memanipulasi dasar kehidupan itu sendiri. Kemampuan untuk mengedit gen secara presisi di dalam tubuh membuka kemungkinan yang tak terbatas untuk memerangi penyakit genetik. Dunia menantikan perkembangan selanjutnya dari area yang sangat menjanjikan ini.

Source: nature.​com



#base editing #terapi gen #kelainan perilaku #genetik #sains #penelitian

Belanja Celana Boxer Cowok dan Cewek
LihatTutupKomentar
Cancel