Inilah Pertimbangan Presiden Tidak Mau Perang Dengan Malaysia

Gelora dan semangat “patriotisme” aksi mengganyang Malaysia terus bergulir ke berbagai daerah di Indonesia. Hampir semua elemen masyarakat yang entah terpelajar atau tidak, entah tahu prosedur atau sekedar ikut-ikutan secara hampir bersamaan melakukan aksi protes. Rata-rata inti dari semua aksi itu adalah menuntut kita bangsa “beradab” Indonesia untuk mengganyang Malaysia. Namun, seberapa hebat gerakan dan aksi yang timbul toh hasil akhirnya kita tetap harus menunggu keputusan dari pemerintah dalam hal ini Presiden kita Susilo Bambang Yudhoyono.

Hari ini, tepatnya sekitar jam 21.00 WIB hari Rabu, 2 September 2010 beliau (presiden) akhirnya memberikan pernyataannya. Kali ini presiden kita masih memilih kasus Malaysia – Indonesia diselesaikan dengan jalan damai alias diplomasi dan bukan perang seperti tuntutan dari banyak pendemo. Meskipun banyak yang kurang puas dengan pernyataan beliau, namun menurut saya jalan damai adalah yang terbaik. Perang bukan satu-satunya jalan memcahkan kebuntuan ini. Kita semua juga pasti tahu apa untung dan rugi dari perang itu sendiri, ditambah lagi sekarang kita hidup di jaman modern (dengan senjata yang modern juga), abad 21, masa masih menggunakan perang sebagai jalan untuk memecahkan masalah. Memang diakui banyak orang, kedaulatan kita sudah sering dilecehkan,masa kita diam saja?

Sebenarnya ada beberapa point penting yang menjadi bahan pertimbangan mengapa Presiden SBY tidak mau mengambil langkah perang militer terhadap Malaysia. Keenam point itu adalah :
  1. Persoalan sejarah. Menurut Beliau, Indonesia dan Malaysia mempunyai hubungan sejarah, budaya dan kekerabatan yang sangat erat. "Mungkin yang paling erat dibanding negara-negara lain, dan sudah terjalin selama ratusan tahun. Kita mempunyai tanggung jawab sejarah, untuk memelihara dan melanjutkan tali persaudaraan ini," ujar Presiden di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta.
  2. Hubungan Indonesia dan Malaysia adalah pilar penting dalam keluarga besar ASEAN. Menurut Presiden, ASEAN bisa tumbuh pesat selama empat dekade terakhir ini, antara lain karena kokohnya pondasi hubungan bilateral Indonesia-Malaysia.
  3. Persoalan TKI, kalau yang ini semua pasti sudah mengetahuinya.
  4. Ada sekitar 13,000 pelajar dan mahasiswa Indonesia belajar di Malaysia, dan 6,000 mahasiswa Malaysia belajar di Indonesia. Menurut Presiden, ini merupakan asset bangsa yang harus terus dibina bersama, dan juga modal kemitraan di masa depan.
  5. Point kelima adalah jumlah wisatawan Malaysia yang berkunjung ke Indonesia adalah ketiga terbesar dengan jumlah 1,18 juta orang, dari total 6,3 juta wisatawan mancanegara.
  6. Dan terakhir adalah investasi Malaysia di Indonesia 5 tahun terakhir (2005-2009) 285 proyek investasi, berjumlah US$ 1.2 miliar, dan investasi Indonesia di Malaysia berjumlah US$ 534 juta. "Jumlah perdagangan kedua negara telah mencapai US$ 11,4 Miliar pada tahun 2009. Hal ini menunjukkan bahwa hubungan ekonomi Indonesia–Malaysia sungguh kuat," ujar Presiden.

Hmmm mudah-mudahan pertimbangan ini benar adanya. Namun jika tidak benar sekalipun saya tetap tidak setuju kita berantem. Mari kita bersama mencari cara lain untuk memberikan pelajaran berharga buat orang-orang yang sering menggangu dan melecehkan NKRI.

Salam Piss…..
Merdeka…

Terima Kasih Kunjungannya
Info Menarik Lainnya:

Related Posts:

3 Responses to "Inilah Pertimbangan Presiden Tidak Mau Perang Dengan Malaysia"

  1. Mungkin emang bukan perang yang terbaik, tapi bersikap lembek itu juga lebih buruk menurut saya, tegas tidak selalu berarti perang, tapi sebisanya menunjukkan kalau mereka(malaysia) harus menghormati tetangganya ini, kalo sikap kita terlalu lembek, oke lah niatnya biar g perang, tapi dimata mereka kita itu malah g ada apa-apanya, gampang diprovokasi, gampang pula dibikin diem n g protes...saya rasa Presiden yang mantan Jendral itu harusnya lebih tegas, bukan berarti meyatakan perang, tapi ya gimana lah, g kaya' sekarang pokoknya

    ReplyDelete
  2. @Mas Adin,
    ane setuju Mas, banyak pakar2 malah usulkan untuk memutuskan hubungan diplomtik atw apa itu namanya tp keknya bnyk jg yg ga setuju lantaran banyak TKW n TKI kita disana. Tp kalo boleh (kalau boleh lho), pulangkan aja mereka, gampang banget. Trus putuskan hubungan diplomatiknya. Mengenai gimana nasib TKI n TKW yg dipulangkan itu harusnya gampang, masa negara sebesar dan terkaya didunia (karena punya segalanya = tanah surga = tongkat batu dan kayu jadi tanaman) ini ga bisa ngasih mereka makan (pekerjaan)?

    Kita Pernah Dijajah Oleh Beberapa Negara. Karena Apa? Yah Karena Kita Kaya

    Tapi kita perlu hati-hati : Jangan-Jangan 2 kita sedang di adu domba?? Hiks, pake cara kuno lagi.

    ReplyDelete
  3. selama wakil rakyat kita masih seperti ini, susah juga mau hidup di sini mas, lha gimana? karena mereka ngeku sebagai wakil rakyat, jadinya apa2 soal rakyat mereka yang wakili, termasuk kesejahteraan, perlu di revisi total ni bangsa, harusnya dengan negara sehebat ini mah kita yang import Tenaga Kerja Asing...

    ReplyDelete

Don't Spam

Formulir Kontak

Name

Email *

Message *