Batik Indonesia Diakui Dunia

Siapa yang tidak mengenal Batik? Keterlaluan sekali bila ada seseorang yang mengaku berbangsa Indonesia namun ternyata tidak mengenal batik. Apakah itu anda Sob? Mudah-mudahan tidak, dan memang harus tidak. Orang-orang luar sana saja banyak yang sudah mengenal batik, walaupun baru sebatas mengenal belum sampai mengenal lebih jauh dari mana sebenarnya asal batik itu.
Hmm.. Batik memang sempat menjadi hal yang kontroversial. Siapa sebenarnya pemilik sah batik? Banyak negeri memang punya batik, bahkan termasuk di Eropa sana. Kemudian yang belakangan ramai, Malaysia mengklaim beberapa motif batik yang nyata-nyata itu milik Indonesia seperti parang rusak, misalnya. Indonesia memang tak tinggal diam untuk memperjuangkannya. Dan, perjuangan itu kini membuahkan hasil. Yupzzz, hari ini Pengukuhan batik Indonesia oleh UNESCO akan dilakukan. Presiden Yudhoyono sendiri yang akan mendeklarasikannya secara resmi, kata Mohammad Nuh, Menteri Ad-Interim Kebudayaan dan Pariwisata.


Sebelumnya, kekayaan budaya Indonesia yang sudah dicatat sebagai warisan dunia oleh UNESCO adalah keris dan wayang. Proses pengukuhan batik Indonesia cukup panjang. Berawal pada 3 September 2008 yang kemudian diterima secara resmi oleh UNESCO pada tanggal 9 Januari 2009. Tahap selanjutnya adalah pengujian tertutup oleh UNESCO di Paris pada tanggal 11 hingga 14 Mei 2009.


Pekalongan yang dikenal sebagai sentra batik sehingga kotanya pun berjuluk "KOTA BATIK" gigih memperjuangkannya sejak tahun 2005 dengan dipelopori walikota dr HM Basyir Ahmad dan wakilnya Abualmafachir. Awalnya batik disosisalisasikan secara massal. Semua PNS diwajibkan mengenakan batik sepekan dua kali dan pelajar pun wajib berseragam batik. Kemudian didirikan Museum Batik Pekalongan oleh Komunitas Batik yang disambut oleh Pemkot Pekalongan dan pada tahun 12 Juli 2006, diresmikan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan diteruskan digelarnya even Pekan Batik Internasional yang dibuka oleh Wapres Jusuf Kalla, 1 September 2007.


Sejak saat itu batik terus bergema gaungnya. Karena dalam even internasional yang melibatkan para pakar batik, kurator, kolektor, serta komunitas pecinta batik yang ada di dalam dan luar negeri menjadikan eksistensi batik mengalami perkembangan yang sangat dinamis.


Kegiatan yang terkait tentang batik ditumbuhkembangkan termasuk simpul pasar khusus yang menjajakan batik seperti Pasar Grosir batik dan Kampung Batik Kauman. Di sisi lain pendidikan batik secara formal pun dibuka seperti berdirinya pendidikan batik Pusmanu dan SMK Batik. Bahkan batik menjadi muatan lokal di sekolah. Sedangkan keberadaan museum batik telah dimanfaatkan sebagai pelatihan membuat batik bagi para pelajar. Juga kepada pengunjung sebagai upaya pelestarian generasi batik. Keterpaduan inilah yang membuat Kota Pekalongan menjadi acuan embrio diakuinya batik sebagai warisan budaya dunia.


Sampai blusukan
Tim Unesco PBB Mr Frank Proschan dan pakar budaya Gaura Mancacarita Dipura sebagai utusan Indonesia gencar dalam upaya menjadikan batik diakui Unesco sebagai warisan dunia. Mereka meninjau langsung, melakukan penilaian serta, seminar batik ke Pekalongan dengan base camp Museum batik yang memiliki 6.000 lebih koleksi batik berbagai daerah di nusantara dan batik dari luar negeri. Bahkan mereka sering blusukan untuk memastikan batik yang ditemukan itu benar-benar asli Indonesia.
Mr Frank Proschan kala itu mengatakan untuk mengajukan batik sebagai warisan budaya tidak semudah sebagai mana keberadaan keris. Mengingat batik sebuah budaya yang langsung melibatkan banyak orang (Komunitas batik). Sehingga dalam penilian yang dilakukan Unesco dengan anggota penilai 24 negara benar-benar cermat.


Diakuinya, Kota Pekalongan bisa menjadi contoh yang lebih baik, ini terlihat di Kampoeng Batik Kauman semua elemen terlibat dalam melestarikan batik. Bahkan generasi ke 3 dan ke 4 masih tetap menekuni batik sebagai budaya sekaligus usaha untuk menghidupi keluarga dan lingkunganya serta menjaga kelestarian batik itu sendiri. Di sini genarasi muda mempunyai peluang menikmati. "Sedangkan Museum batik pengelolaannya sudah tingkat dunia," katanya.


Hanya bangga?
Memang sungguh membanggakan, pengakuan dunia atas karya batik sebagai warisan budaya dunia. Ketua Paguyuban Kampoeng Batik Laweyan, Solo, Alpha Febela Priyatmono mengatakan bangga. "Tetapi, apakah akan cukup berhenti pada kata membanggakan?" tanya dia.


Pasti tidak, apalagi sudah ada klaim dari Malaysia. Menurut lelaki yang berlatar belakang arsitek ini, di balik kebanggaan itu ada konsekusensi bagi para pengrajin batik. "Kebanggaan ini harus dibarengi dengan munculnya inovasi dan kreasi dari berbagai ragam motif yang ada. Kita kaya akan itu," katanya.


Sekarang tinggal bagaimana perajin batik memandang pengakuan dunia itu. "Sebenarnya, klaim-klaim batik sebagai karya bangsa tidak perlu dilakukan. Karena bukan tidak mungkin nenek-moyang kita merantau ke sana dan membawa batik," ujar dia. Menurut Alpha, yang terpenting justru bagaimana bangsa ini membuktikan kepada dunia akan rekam sejarah batik di Indonesia. Dia menambahkan, bukan sekadar bicara, tapi bicara ada fakta, catatan sejarah dan yang lain.


Setelah UNESCO mencatat batik sebagai warisan budaya dunia, Mohammad Nuh mengharapkan perkembangan batik di Indonesia dan kebudayaan lainnya semakin meningkat. "Semoga dengan dikukuhkannya batik Indonesia oleh UNESCO dapat menumbuhkan social awareness untuk mencintai dan menyelamatkan produksi asli Indonesia" lanjut Mohammad Nuh.


Setelah batik Indonesia, budaya lain yang sudah diajukan oleh Departemen Kebudayaan dan Pariwisata adalah Best Practice Diklat Budaya Batik Indonesia dan karya budaya berupa angklung Indonesia yang sudah dinominasikan pada tahun ini.


Bagaimana pendapat dan perasaan Sobat semua? Senang dan Bangga? Tentu saja, sebab sudah lumayan lama kita menantikan momen ini. Dan akhirnya dunia pun mengakui kitalah sang pemilik tunggal budaya batik itu. (Sumber : http://www.wawasandigital.com/)


Ping : Astaga.com Lifestyle on the Net

55 Responses to "Batik Indonesia Diakui Dunia"

  1. pokoke banggalah, hehehe, lagian, ibuku punya toko batik je :p...

    BalasHapus
  2. eh... aku pertama kali yak?..UHHHUUYYYY!!!!!, hehehehe... PERTAMAXXXXX ... PERTAMAXXXX... hehehe...

    BalasHapus
  3. tgl 2okt ini alhamdulillah smua pake batik:)

    BalasHapus
  4. benar sekali, tugas selanjutnya mengembangkan batik dengan motif lainnya dan mengenalkannya ke anak cucu, bukan berhenti sampai disini saja.

    BalasHapus
  5. di skul jadi disuruh pke batik d jumat tggl 2 okt kmaren..
    hehe.
    tapi brarti batik diakui yah sbg milik indo!!
    hehe

    BalasHapus
  6. salam sobat
    wah jadi pingin juga pakai baju batik nich,,,
    sukses selalu batik INDONESIA..

    BalasHapus
  7. Artikel yang sangat menarik Bang :D

    BalasHapus
  8. Kita memang patut bangga memiliki warisan budaya yang sangat mengagumkan seperti Batik.
    Saya setuju dengan ungkapan diartikel ini, bahwa kita tidak boleh berhenti sampai pada bangga saja, selain pelestarian, perlu juga adanya peningkatan kualitas Batik.
    Ini merupakan langkah yang tidak mudah, karena dibutuhkan kerja sama yang baik dan berkesinambungan antara Pemerintah, masyarakat dan para pengrajin dan pengusaha batik...

    Sukses Selalu...

    BalasHapus
  9. baek2 banget bsng ancis...sehat walafiat nie

    BalasHapus
  10. wah bro.. keren amat sekarang ni.. hahahaha blognya dikasi lagu.. wah cinta indonesia ni.. gud gud.. teruskan bro.. mizz u bro..

    BalasHapus
  11. ikut seneng dech...

    btw, pake batik bgus jg trnyata..

    BalasHapus
  12. hip...hip...hip... horaaaay... pertahankan juga budaya indonesia yg lainnya dg secepatnya, biar ga keduluan di klaim ma negara lain

    BalasHapus
  13. mantap akhirnya batik diakui milik Indonesia, bangga nih ketika ngetik ini pake batik

    BalasHapus
  14. Batik memang milik indonesia. dan kita harus ikut memperjuangkannya jika diakui oleh bangsa lain.
    sebenernya saya bingung, dengan pengeclaiman batin oleh negara tetangga.
    itu terjadi karena negara tetangga tidak tau malu atau bangsa kita yang tidak bisa menjaga budaya batik ya?
    Iklan Baris

    BalasHapus
  15. Setelah diakui dunia sayang banget klo bangsa ini membiarkan punah para pengrajinnya karena batik di buat oleh orang orang tertentu yg punya keahlian khusus.so klo ngga ada penerusnya apa kata dunia??

    BalasHapus
  16. Pakai batik......??Siapa takut keren n elegan tentunya.

    BalasHapus
  17. Ini kabar yang menggembirakan bagi kita. Mdh2an diikuti dengan produk budaya bangsa kita yang lain...

    BalasHapus
  18. Ayo bergabung bersama Top Ranking Weblogs Indonesia di http://www.rankingkita.co.cc and sisipkan banner RANKING WEBLOGS INDONESIA agar ter-index..

    BalasHapus

  19. nice info brother...

    nice blog too..


    f.uf.u

    BalasHapus
  20. Batik.. aq suka batik, ada keunikan trsendiri dr coraknya. Tp aku msh penasaran, kan umumnya org tahu batik itu dr Solo, Jogya, Semarang, Pekalongan, Indramayu... nah aq br denger katanya ada batik khas Tegal, aq blm prnh lihat....

    BalasHapus
  21. Indonesia kini mulai diakui Negara Lain , Aq bangga jadi warga Indonesia

    Ngajak Ngakak

    BalasHapus
  22. Blognya sangat indonesia. Top postingnya.

    BalasHapus
  23. sebenarnya dari dulu aq demen batik apalagi yg kainnya katun, sejuk dipakai. tapi knapa ya masih jarang banget pakaian yang bermotif batik murni yg penuh falsafat

    BalasHapus
  24. stelah lama kita dirisaukan oleh asset kita yg mulai diakui oleh LN ,Alhamdulillah kini menjadi milik kita kembali. Merdeka Indonesia,merdeka Prinsip Indonesia

    BalasHapus
  25. sekarang seneng banget pakai batik, padahal waktu di indonesia jarang pakai...hihi...

    BalasHapus
  26. sipp mantab gan aq ada informasi tambahan ada beberapa org top dunia yg pernah pakai batik iklan tour salah satu proveider seluler 3 ada park jing sung,wayne rooney,rio ferdinand,pakai batik,terus zidane juga pernah pakai batik,bill clinton juga pernah pakai batik,nelson mandela saat era mbah kakung soeharto juga pakai batik,pokoknya I LOVE U full INDONESIA

    BalasHapus
  27. muantap sobat...
    ak bangga jadi umat indonesia, hehe

    BalasHapus
  28. Bagus... Lah Jadi tar Batik ga di ambil - ambil lagi ama negara lain..^^

    BalasHapus
  29. hidup Indonesia, hidup batik.
    ya memang kita harus peduli, kalo engga maka orang lain yang peduli...

    BalasHapus
  30. kita patut bersyukur batik sudah terdatar di UNESCO tapi tetap harus dijaga dan dilestarikan sob..saya punya unek2 tentang bati ini di postingan saya yang ini BATIK DAN SEPENGGAL HARAPAN

    BalasHapus
  31. Artikel yang sangat menarik :)

    Maaf Bang baru bisa mampir, kemaren-kemaren malas online karena koneksi gak mendukung... Ini aja masih parah koneksinya...
    Harap maklum ya Bang :)

    Sukses Selalu...

    BalasHapus
  32. lapor.. saya sudah tembak kebo .. tembak balik boss.. ditunggu misinya

    BalasHapus
  33. visit back ...give comments on my post

    BalasHapus
  34. Selamat Jumpa, kita saling kunjung ya, boleh tukaran link kah

    BalasHapus
  35. Visit your lovely site friend

    BalasHapus
  36. always love to hear Indonesia have a good news everyday

    BalasHapus
  37. kita hrus bngga sob.......nice post

    BalasHapus
  38. yay....
    hidup Indonesia
    hidup batik...

    BalasHapus
  39. ya salahsatu perjuangan B.Ind kita jg mas..akhirnya di akui dunia jg batik kita..

    BalasHapus
  40. template ku pakai batik lho ...

    BalasHapus
  41. Makasih Bang Ancis kunjungannya :) .. Tentunya Vienka masih ingat donk :D suma sekarang sekarang ni dah jarang sekali blogwalking , sukses selalu buat bang ancis :)

    BalasHapus

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

Loading...