Kenapa Orang Luar Begitu Menyukai Indonesia

Kenapa Orang Luar Begitu Menyukai Indonesia? Ada yang bisa jawab? Saya yakin seyakin yakinnya semua bisa menjawab. Alasannya sudah ada sejak jaman dahulu kala. Sejak kakek nenek kita kasmaran pun alasan untuk pertanyaan di atas sudah ada. Yah alasan klasik. Alasan yang barangkali merupakan sebuah kebanggaan tersendiri bagi kita sebagai pemiliknya, sebagai orang yang mendiaminya, namun sebaliknya, justru alasan-alasan klasik tersebutlah membuat kita terlena, terbuai sehingga digerayangi pun kita tidak menyadarinya.

Pernah saya lontarkan pertanyaan di atas pada seorang rekan kerja. Jawabannya juga tidak jauh-jauh dari alasan klasik yang sudah ada selama ini. Mulai dari Indonesia itu negara yang unik, negara yang memiliki beribu-ribu kebudayaan, adat istiadat yang beraneka ragam, orangnya ramah, alamnya yang masih perawan (memangnya mau masuk sekolah jadi harus tes keperawanan?) dan lain sebagainya. Menurut saya, jawaban rekan kerja tersebut benar adanya. Indonesia memang demikian. Sehingga tidak heran jika orang-orang dari luar, khususnya negara-negara barat begitu menyukainya. Setiap tahun ribuan wisatawan mancanegara bolak balik mengunjungi negara yang menurut mereka sebagai surga dunia ini. Padahal menurut saya negara ini justru sedang berada diambang kehancuran.
Anak Indonesia
Barusan tadi siang, secara iseng saya lontarkan pertanyaan yang sama pada seorang bule yang datang ke tempat kerja. Jawabannya juga sama persis dengan jawaban rekan kerja saya di atas, padahal sudah saya jelaskan kondisi sebenarnya yang terjadi. Kondisi birokrasi yang hancur lebur digerogoti tikus-tikus, kondisi generasi mudanya yang mudah terlena dan terpengaruh oleh budaya-budaya luar, yang begitu mudah menyerap gaya hidup orang asing, yang enggan memelihara budaya sendiri, yang begitu mengagung-agungkan produk luar negeri ketimbang produk dalam  negeri. Atau pembangunan yang melenceng di sana sini, KKN yang terus tumbuh subur walaupun katanya sudah ada reformasi serta beberapa hal buruk yang selalu memanaskan telinga selama ini.

Saya juga coba jelaskan kalau semua yang buruk-buruk di atas jika dibiarkan merajalela, sudah pasti suatu saat Indonesia bakal hilang, bakal hancur dan semua hal yang menurut dia indah, unik yang dimiliki Indonesia bakal tidak ada lagi. Namun diluar dugaan, si bule tadi tetap ngotot mencintai dan akan selalu mengunjungi Indonesia apapun yang terjadi. Seburuk apapun pemerintahannya.

Salut buat bule yang satu ini. Begitu besar rasa sukanya pada Nusantara sampai-sampai dia tidak peduli bagaimana keadaan sebenarnya. Tidak peduli bagaimana kita rakyat sedang kecewa pada pemimpin yang hanya menyebar janji. Dia tidak peduli kalau hati kita sedang terluka akibat ulah orang-orang pintar di atas sana. Yang dengan gampang mengambil uang-uang kita untuk anak isterinya, simpananya atau apalah namanya itu. Dia juga menutup telinga ketika ada orang yang mengaku pintar mengeluarkan ide-ide mencengangkan yang menuai banyak protes seperti yang sedang heboh saat ini, ide Tes Keperawanan Siswi Sekolah Menengah Atas. Yah, bule tadi tidak peduli. Dia tetap mencintai Indonesia yang indah, yang ramah, yang sopan. Bahkan, semua yang saya jelaskan panjang lebar di atas dianggap omong kosong. Hah??!!!

Lalu, bagaimana pendapat sobat, masbrow, agan, mbaksis sekalian? Kenapa Orang Luar Begitu Menyukai Indonesia?

SLANK - UTOPIA
Katanya kita orang kaya, karna kita punya segala-2nya
kata siapa ?
Kita orang ramah tamah, karna kita slalu bermusyawarah
kata siapa ?

(Reff)
Ini hanya dlm dongeng saja
Ini hanya dlm dongeng saja cerita orang tua,,

Kita orang yang paling Beradab, karna kita slalu taat BerAgama,,
Kata siapa ?
Kita orang yang paling adil, apalagi sama orang2 kecil,,
Kata siapa ?

(Reff)
Ini hanya khayalan saja
Ini hanya khayalan saja karangan orang tua

Cuci kaki pada tidur semua,
Biar kami saja Yang Jaga malam
Kalian Sudah Tua ..
"MUNDUR !"
Bang Ancis
Saya hanyalah seorang blogger iseng. Kenapa? Karena keisenganlah maka saya menjadi seorang blogger. Mampir ya di blog saya www.bangancis.web.id

Related Posts

Post a Comment

Subscribe Our Newsletter