Pakar Ungkap Bahaya Tersembunyi 'Bed Rotting' pada Kesehatan Mental dan Fisik Anda

BANG ANCIS - Anak-anak muda sekarang punya istilah baru yang unik. Namanya adalah bed rotting. Ini bukan tidur, tapi rebahan di kasur dalam waktu yang sangat lama. Mereka menghabiskan waktu di kasur sambil bermain ponsel atau menonton serial. Itu dilakukan bukan karena sakit, tapi karena pilihan gaya hidup.

Fenomena ini sedang menjamur di media sosial. Banyak orang mempromosikannya sebagai bentuk self-care. Mereka bilang ini adalah cara untuk mengisi ulang energi setelah bekerja keras. Namun, para ahli kesehatan mulai angkat bicara. Mereka memberikan peringatan keras.

Health
Gambar dari Pixabay

Mereka melihat ada ancaman kesehatan yang serius di balik kebiasaan santai ini. Bed rotting ternyata lebih mirip dengan menghindari masalah daripada beristirahat. Ini adalah pelarian yang dampaknya bisa jangka panjang. Kita harus melihat fakta-fakta ini dengan kepala dingin.

Apa Sebenarnya Bed Rotting Itu?

Bed rotting adalah istilah yang menggambarkan menghabiskan waktu berlebihan di tempat tidur. Seseorang mungkin menghabiskan waktu seharian di sana. Kegiatan utamanya adalah menonton, scrolling media sosial, atau memesan makanan. Kasur bukan lagi tempat istirahat malam, tapi menjadi markas utama.

Ini berbeda sekali dengan istirahat sejenak setelah lelah bekerja. Istirahat sejati melibatkan pemulihan, bukan sekadar ketidakaktifan. Bed rotting seringkali didorong oleh rasa cemas atau kewalahan. Orang memilih bersembunyi di balik selimut.

Mereka ingin mematikan dunia luar sebentar saja. Namun, itu membuat mereka terputus dari rutinitas normal. Hal ini lantas menciptakan siklus yang sangat sulit diputus. Kasur akhirnya diasosiasikan dengan kebosanan atau penghindaran.

Konsekuensi Fatal Bagi Kesehatan Mental

Dampak pertama yang paling terasa adalah kesehatan mental. Memilih untuk terus berbaring adalah sinyal buruk bagi otak. Itu bisa meningkatkan perasaan depresi. Kita semakin merasa terisolasi dari lingkungan.

Orang yang menjalani bed rotting seringkali merasa bersalah. Rasa bersalah itu muncul karena mereka tahu harusnya melakukan hal lain. Mereka seharusnya bergerak, bersosialisasi, atau menyelesaikan tugas. Perasaan bersalah ini justru menambah beban mental.

Ketika rutinitas harian terganggu, pikiran menjadi tidak teratur. Paparan sinar matahari juga berkurang drastis. Itu sangat penting untuk mengatur suasana hati kita. Kekurangan vitamin D dan cahaya alami memperburuk gejala kecemasan.

Ancaman Siklus Tidur

Salah satu bahaya terbesar adalah mengacaukan ritme sirkadian. Ini adalah jam alami tubuh kita. Tubuh kita akan bingung membedakan tempat tidur. Apakah tempat itu untuk tidur atau untuk beraktivitas santai?

Akibatnya, kualitas tidur malam akan menurun drastis. Ini yang disebut kebersihan tidur yang buruk. Sulit tidur di malam hari karena sudah terlalu lama di kasur. Lalu kita merasa lelah di siang hari, dan kembali lagi ke kasur.

Ini adalah jebakan siklus setan yang harus dihindari. Kurang tidur kronis bisa memicu masalah kesehatan mental yang lebih parah. Konsentrasi juga akan buyar, ini merugikan produktivitas kita.

Dampak Fisik yang Tak Terhindarkan

Dampak fisik dari bed rotting juga tidak bisa dianggap remeh. Otot tubuh kita akan melemah karena kurangnya gerakan. Ini dikenal sebagai atrofi otot. Bahkan nyeri punggung dan leher akan menjadi masalah sehari-hari.

Posisi tubuh yang buruk saat berjam-jam menonton layar sangat merusak. Sirkulasi darah juga menjadi tidak lancar. Ini adalah hal yang berbahaya. Tubuh manusia dirancang untuk bergerak dan beraktivitas.

Selama bed rotting, kita juga sering makan makanan ringan yang tidak sehat. Ini dilakukan tanpa sadar. Kombinasi antara makanan tidak sehat dan kurangnya aktivitas fisik berujung pada kenaikan berat badan. Obesitas adalah pintu gerbang menuju banyak penyakit lain.

Kasur Kotor dan Sakit Punggung

Tempat tidur menjadi tempat berkumpulnya remah-remah makanan. Ini jelas sangat tidak higienis. Kasur menjadi sarang bakteri dan tungau. Itu bisa memicu masalah alergi kulit dan pernapasan.

Para ahli tulang belakang juga angkat bicara. Mereka melihat lonjakan kasus sakit punggung pada usia muda. Hal ini dipicu oleh kasur yang tidak mendukung postur tubuh selama berjam-jam. Kasur memang empuk, tapi bukan untuk posisi duduk dan membungkuk.

Maka, jelas bahwa bed rotting itu bukan self-care. Ini adalah bentuk pengabaian diri yang berbahaya. Kita sedang menyabotase tubuh dan pikiran sendiri. Tubuh kita berhak mendapatkan gerakan.

Cara Keluar dari Jebakan Bed Rotting

Para psikolog menyarankan kita untuk segera membuat batas yang jelas. Tempat tidur harusnya hanya digunakan untuk tidur malam. Itu saja. Semua aktivitas lain harus dilakukan di luar kamar.

Coba buatlah rutinitas pagi yang disiplin. Bangun segera setelah alarm berbunyi. Kemudian segera keluar dari kamar. Paparan sinar matahari di pagi hari sangat penting. Itu akan mengatur ulang jam tubuh.

Olahraga ringan atau berjalan kaki singkat sangat membantu. Itu adalah cara terbaik untuk memberi sinyal pada tubuh. Kita perlu memberi sinyal bahwa hari baru sudah dimulai. Jangan biarkan kasur memanggil Anda kembali.

Jika rasa cemas dan kewalahan itu terus mendera, jangan lari ke kasur. Bicaralah dengan profesional kesehatan mental. Bed rotting adalah gejala, bukan solusi. Solusi yang benar adalah menghadapi akar masalahnya.

Kita harus mulai bergerak. Kita harus menghirup udara segar. Hidup ini terlalu indah untuk dilewatkan dari balik selimut yang lusuh. Kesehatan adalah aset terbesar kita. Jangan pernah menukarnya dengan rebahan yang berlebihan.

Source: independent.​co.​uk



#BedRotting #KesehatanMental #GayaHidupSehat

Belanja Celana Boxer Cowok dan Cewek
LihatTutupKomentar
Cancel