Biaya Memori DRAM dan NAND Naik: Bagaimana Dampaknya pada Chipset Ponsel?

BANG ANCIS - Industri smartphone global sedang menghadapi situasi pelik. Bukan karena inovasi yang stagnan, melainkan karena komponen paling dasar: memori. Biaya untuk modul memori DRAM dan NAND Flash merangkak naik secara signifikan. Kenaikan harga ini segera memukul ruang System-on-Chip (SoC) bagi ponsel.

Dampaknya terasa mulai dari produsen chip hingga ke kantong konsumen. Data terbaru dari Counterpoint menyoroti fenomena ini sebagai gangguan serius. Seluruh ekosistem semikonduktor kembali diuji daya tahannya. Kita harus lihat lebih dekat apa yang terjadi di balik layar.

Health
Gambar dari Pixabay

Fenomena Kenaikan Harga Memori

Dinamika pasar memori telah berbalik 180 derajat. Selama beberapa kuartal sebelumnya, terjadi kelebihan pasokan DRAM dan NAND. Hal itu membuat harga kedua jenis memori tersebut anjlok tajam. Para produsen terpaksa menjual di harga rendah.

Namun, siklus itu kini berakhir. Permintaan kembali menguat di berbagai sektor, termasuk server dan kecerdasan buatan. Di sisi lain, produsen memori cenderung menahan produksi atau meningkatkan kapasitas dengan hati-hati. Kombinasi ini menciptakan defisit yang mendorong harga naik.

Kenaikan harganya tidak main-main. Laporan analis menunjukkan tren peningkatan dua digit. Kondisi ini membuat biaya material keseluruhan dalam sebuah smartphone ikut terdongkrak. Ini adalah tekanan biaya yang harus segera direspons oleh para pemain besar.

Efek Domino pada Chipset Ponsel (SoC)

Komponen memori, meski dijual terpisah, adalah mitra vital dari SoC. Setiap unit System-on-Chip membutuhkan memori untuk berfungsi. Kenaikan biaya memori otomatis meningkatkan Bill of Materials (BOM) bagi produsen chip. Perusahaan raksasa seperti Qualcomm, MediaTek, dan Samsung harus menghitung ulang.

Harga jual SoC mereka kepada pabrikan ponsel mungkin harus disesuaikan. Kenaikan biaya di level memori akan ditransfer ke harga chip. Dalam pasar yang sangat kompetitif, ini adalah dilema besar. Mereka harus menjaga harga chip tetap menarik, tetapi margin keuntungan akan tergerus.

Qualcomm, misalnya, menjual seri Snapdragon yang sangat laris. MediaTek mendominasi segmen menengah dengan Dimensity-nya. Kedua pemain ini harus menemukan titik keseimbangan baru. Mereka dihadapkan pada tantangan mengelola rantai pasok dengan biaya yang terus membengkak.

Tentu saja, strategi bundling atau penawaran terintegrasi ikut terpengaruh. Setiap negosiasi harga menjadi lebih ketat. Para produsen chip perlu keahlian khusus untuk meredam lonjakan biaya ini. Jika tidak, ponsel kelas menengah ke bawah akan menjadi yang paling merasakan dampaknya.

Reaksi Pabrikan Ponsel dan Konsumen

Kenaikan biaya komponen memori ini pada akhirnya bermuara pada satu pihak. Yakni, pabrikan smartphone seperti Samsung, Xiaomi, dan OPPO. Mereka tidak punya banyak pilihan selain menyerap atau mentransfer biaya tersebut. Margin keuntungan mereka sudah tipis, terutama di segmen volume besar.

Banyak pabrikan terpaksa melakukan optimasi spesifikasi. Mereka mungkin memilih konfigurasi memori yang lebih kecil di beberapa model. Atau, mereka bisa menunda peluncuran model baru dengan spesifikasi tinggi. Tujuannya hanya satu, mengendalikan harga jual akhir.

Ponsel kelas entry-level akan paling sensitif terhadap harga ini. Kenaikan $10 atau $20 saja sudah sangat berarti. Konsumen di segmen ini sangat peka terhadap perubahan harga. Jika harga naik, permintaan bisa saja melambat drastis.

Sementara itu, untuk ponsel flagship, situasinya sedikit berbeda. Konsumen di segmen premium cenderung tidak terlalu sensitif terhadap kenaikan harga kecil. Namun, produsen tetap harus memastikan kenaikan harga dibarengi dengan peningkatan fitur. Tidak ada yang mau membayar lebih mahal hanya karena biaya memori naik.

Antisipasi dan Masa Depan Pasar

Laporan Counterpoint menyarankan agar kenaikan harga ini akan berlangsung beberapa kuartal ke depan. Belum ada tanda-tanda pasar memori akan kembali stabil dalam waktu dekat. Para produsen chip dan ponsel harus bersiap menghadapi lingkungan biaya yang lebih tinggi.

Strategi jangka panjang harus lebih fokus pada efisiensi. Pabrikan chip perlu mencari cara untuk mengemas lebih banyak performa dengan biaya yang sama. Mereka harus menunjukkan kredibilitas bahwa inovasi tidak akan berhenti.

Inovasi teknologi kemasan dan desain chip akan menjadi kunci. Bagaimana menempatkan memori sedekat mungkin dengan prosesor. Semua demi efisiensi daya dan biaya. Pasar smartphone selalu dinamis, tetapi tantangan biaya memori ini adalah ujian otoritas sejati. Siapa yang mampu meredam gejolak harga ini, dialah yang akan memimpin pasar.

Para konsumen mungkin harus bersiap membayar sedikit lebih mahal. Atau, menerima spesifikasi memori yang tidak sebesar harapan. Gejolak biaya memori adalah pengingat bahwa rantai pasok global sangat rapuh. Industri teknologi harus tetap waspada.

Source: seekingalpha.​com



#BiayaMemori #ChipsetSmartphone #PasarSemikonduktor

Belanja Celana Boxer Cowok dan Cewek
LihatTutupKomentar
Cancel