Tes Ekstrem: Mencolok Flashdisk ke Kepala Charger HP, Inilah Risiko dan Faktanya

BANG ANCIS - Ini adalah pertanyaan paling aneh. Pertanyaan yang hanya muncul saat kita iseng atau sedang sangat bosan.

Kita punya flashdisk. Tempat menyimpan semua data penting kita. Kita juga punya kepala charger ponsel yang selalu tercolok di dinding.

Health
Gambar dari Pixabay

Lalu muncul ide gila itu. Apa yang terjadi jika kita coba menghubungkan dua benda ini?

Sebuah eksperimen dilakukan. Bukan hanya iseng, tapi untuk memuaskan rasa penasaran banyak orang.

Flashdisk adalah perangkat penyimpanan. Charger adalah pemasok daya murni. Mungkinkah data di dalam flashdisk itu hangus?

Mungkinkah charger ponsel mengeluarkan tegangan berlebihan? Jawabannya mengejutkan, sekaligus melegakan.

Mengapa Kita Penasaran?

Setiap hari kita berurusan dengan teknologi. Namun, batas-batas penggunaannya sering kali kabur.

Kita tahu charger memberi listrik ke baterai. Kita tahu flashdisk butuh listrik untuk beroperasi.

Logika sederhana bilang, jika ada listrik, maka akan ada reaksi. Reaksi yang ditakutkan adalah kerusakan total.

Bayangkan ribuan foto dan dokumen penting lenyap hanya karena sebuah colokan yang salah. Ketakutan itu sangat manusiawi.

Namun, di sinilah ilmu pengetahuan USB berperan penting. Standar Universal Serial Bus (USB) bukan hanya tentang transfer data.

Standar ini juga mendefinisikan batas-batas keamanan daya. Ini adalah pagar pelindung yang didesain secara global.

Flashdisk butuh tegangan 5 volt yang stabil. Charger ponsel standar modern juga mengeluarkan tegangan 5 volt.

Tegangannya sama, tapi fungsinya sangat berbeda. Inilah kunci mengapa tes tersebut penting.

Proses dan Hasil Uji Coba

Percobaan ini sederhana sekali. Ambil flashdisk dengan konektor USB-A.

Ambil kepala charger standar ponsel yang memiliki port USB-A. Lalu, colokkan keduanya.

Tidak ada komputer yang terlibat. Tidak ada kabel data tambahan, hanya sumber daya dan perangkat penyimpanan.

Saat dicolok, tidak ada drama. Tidak ada ledakan kecil, tidak ada percikan api yang menakutkan.

Untuk beberapa jenis flashdisk, mungkin lampunya menyala sebentar. Itu hanya tanda bahwa daya listrik sudah masuk.

Lampu itu hanya indikator status daya, bukan transfer data. Kemudian, lampu itu mungkin mati lagi atau tetap menyala.

Yang paling penting adalah hasilnya: flashdisk tetap berfungsi normal. Tidak ada data yang hilang.

Data di dalamnya aman seratus persen. Uji coba ini berhasil memuaskan rasa penasaran tanpa menimbulkan korban.

Peran Penting Kabel Data

Mengapa tidak ada yang terjadi? Jawabannya ada di empat pin kecil dalam port USB.

Dua pin adalah VBUS (daya positif) dan Ground (daya negatif). Dua pin lainnya adalah D+ dan D- (Data positif dan Data negatif).

Charger ponsel hanya menggunakan pin VBUS dan Ground. Ia dirancang hanya untuk menyalurkan listrik.

Ia adalah alat 'bodoh' yang hanya mengirimkan daya sesuai standar. Ia tidak memiliki otak atau kemampuan untuk berkomunikasi.

Flashdisk, di sisi lain, adalah alat 'pintar'. Ia butuh komunikasi dua arah sebelum beroperasi penuh.

Ia perlu 'berjabat tangan' (handshake) dengan perangkat host. Perangkat host itu bisa berupa komputer atau laptop.

Handshake ini dilakukan melalui pin D+ dan D-. Di situlah negosiasi daya dan transfer data dimulai.

Ketika dicolokkan ke charger, tidak ada 'otak' yang membalas. Pin D+ dan D- dari charger itu bisu.

Flashdisk menerima daya, tapi tidak mendapat instruksi. Ia ibarat tentara yang menerima ransum, tapi tidak menerima perintah perang.

Karena tidak ada perintah, ia hanya terdiam. Data di dalamnya tidak diakses, tidak ditulis, dan tidak terganggu.

Batasan Aman USB

Ini membawa kita pada pemahaman penting tentang standar keselamatan. Standar USB sangat ketat tentang tegangan.

Mayoritas pengisi daya (charger) ponsel sangat patuh. Mereka hanya mengeluarkan 5V DC, tidak lebih.

Bahkan charger cepat modern (Fast Charging) pun punya mekanisme. Mereka akan bernegosiasi untuk mengeluarkan tegangan lebih tinggi.

Negosiasi itu hanya terjadi jika ada sirkuit cerdas yang meminta, seperti ponsel pintar. Flashdisk tidak memiliki sirkuit cerdas untuk meminta 9V atau 12V.

Maka dari itu, flashdisk hanya akan menerima 5V standar. Batasan ini menjamin perangkat tersebut tetap aman.

Tentu ada pengecualian. Charger sangat murah dan non-standar bisa saja bermasalah.

Charger palsu mungkin tidak memiliki sirkuit perlindungan yang baik. Dalam kasus ekstrem, lonjakan daya bisa saja terjadi.

Namun, bahkan dalam kasus lonjakan daya, flashdisk modern memiliki perlindungan internal. Mereka dibuat tangguh.

Kesimpulannya jelas. Menghubungkan flashdisk ke kepala charger ponsel adalah tindakan yang aman.

Ini bukan cara untuk membersihkan data atau merusak perangkat. Ini hanya cara aneh untuk memberi daya pada flashdisk tanpa hasil.

Rasa penasaran sudah terbayar. Sekarang kita tahu, perangkat kita jauh lebih pintar dan tangguh dari yang kita duga.

Source: 3dvf.​com



#Flashdisk #ChargerHP #KeamananUSB

Belanja Celana Boxer Cowok dan Cewek
LihatTutupKomentar
Cancel