Lucunya Negeri Ini

Lucunya Negeri Ini. Sebelum lanjut, saya mau bertanya, adakah sahabat semua yang merasa lucu dengan negeri tercinta ini. Oh ya... kalau anda adalah seorang yang cuek dan lebih mengutamakan Jadwal Paten Kehidupan Manusia pada umumnya dalam menjalani kehidupan ini ketimbang keluar dari jadwal tersebut, saya sarankan untuk tidak jangan menjawab pertanyaan saya ini. Bila perlu jangan dilanjutkan membaca tulisan sampah ini. Lha, apa itu Jadwal Paten Kehidupan Manusia? Mau tahu?

Hal ini sebenarnya istilah saya sendiri. Jadi, maksud jadwal baku/paten yang sudah lumrah di masyarakat itu adalah, hmmmm... mulai dari seseorang dilahirkan, menikmati masa kanak-kanak, masa sekolah, semakin besar lalu masa dewasa, masa pubertas, mulai menyukai lawan jenis (sesama jenis juga ada banyak), pacaran sambil terus sekolah, lulus sekolah atau putus sekolah lalu kerja, menikah, berkembang biak, melewati masa tua, sakit lalu mati. Intinya, orang yang menjalani kehidupan tanpa mempedulikan kondisi lingkungan sekitarnya apalagi pedui sama negara dan dunia. Pokoknya dilahirkan, hidup lalu menunggu mati. Itulah yang saya maksudkan dengan Jadwal Paten Kehidupan Manusia.

Jadi, bagi anda yang merasa sebagai pengamal tulen Jadwal Paten Kehidupan Manusia, pertanyaan saya di kalimat kedua paragraf pertama di atas tidak perlu dijawab. Itu saja.
Demonstrasi Wanita JAMAK, Jaringan Aktivis Melawan Korupsi
Lalu, adakah sahabat semua yang merasa lucu dengan negeri tercinta ini? Yah, negeri Indonesia, negeri yang terbentuk setelah terjadi pertumpahan darah selama bertahun-tahun. Adakah yang lucu dari ngeri yang baru berusia 68 tahun ini?

Menurut saya banyak sekali. Bahkan kalau kita perhatikan dengan serius bakal membuat kita terpingkal-pingkal. Misalnya tersangka kasus korupsi, sudah jelas statusnya tersangka tapi masih bisa lenggang kangkung kemana-mana. Bahkan jabatan penting masih dipegangnya. Kelucuan yang lain untuk kasus ini adalah sang tersangka tiba-tiba jatuh sakit, lupa ingatan, tiba-tiba menghilang ke luar negeri dan yang aneh-aneh lainnya. Yang lebih sadis, tersangka-tersangkanya malah mendapat hukuman yang boleh dibilang cukup ringan.

Ketika ada orang yang benar-benar dipilih rakyat karena track recordnya bagus dan memang sudah teruji bekerja demi Nusa dan Bangsa malah diserang habis-habisan. Penjegalan demi penjegalan dihantamkan ke orang-orang tersebut. Anehnya, yang melakukan penjegalan ini justru beberapa pejabat teras negeri ini. Entah apa yang ada di otak mereka. Ada yang  tahu?

Belum lagi kasus-kasus kecil yang melibatkan masyarakat biasa. Hukumannya di luar dugaan. Pernah ada kisah seorang yang maling ayam. Digebuk oleh ratusan massa sampai tewas, rumahnya di bakar. Kalaupun nyawanya selamat, hukumannya paling kurang 5 tahunan. Kenapa massa yang emosional tersebut tidak tersulut emosinya ketika ada pejabat negara yang mengeruk uang negara? Ada apa dengan orang-orang Indonesia seperti ini?

Orang-orang luar sana menjuluki kita "negeri yang kaya raya". Banyak yang mengangguk setuju. Tapi apa memang benar demikian kenyataannya? Tidak. saya bilang tidak. Coba kita kembali mengenang kisah Taspirin beberapa waktu yang lalu, yang diusianya yang masih muda, diusia sekolah, dia terpaksa membanting tulang demi menafkahi ketiga adiknya. Banyak yang menyalahkan bapaknya yang kabur ke negeri seberang. Tapi tidak banyak yang sadar alasan mendasar apa yang membuat si bapak nekat kabur.

Koruptor Dengan Wanita Cantik
sumbr gmbr paginawanita.blog.com
Belum lagi soal kasus penyadapan kemarin. Sebagian dari kita begitu beringas. Secara tidak langsung kita seperti memusuhi negeri tetangga yang melakukan penyadapan tersebut. Namun apa kabarnya sekarang? Kenapa tidak heboh lagi? Malah yang heboh justru datang dari kelakuan seorang anak kecil yang kedewasaan dan seorang dewasa yang berperilaku kekanak-kanakan.

Itu lho, mereka yang mau menggelar Pertarungan Tinju Amatir? Apa nilai positif yang bisa kita ambil? Belum lagi ada pejabat yang lebih mengutamakan Debat daripada Tindakan Nyata. Menantang orang untuk berdebat terbuka. Aneh, sebenarnya apa sih esensi dari debat kalau tidak ada tindakan nyata? Yag kita butuh itu orang yang banyak kerjanya atau yang banyak bacotnya?? Jawab!!!!!

Tapi sayang sekali, yang banyak protes serta berpikiran seperti saya ini hanya orang-orang yang gagal. Gagal Pendidikannya. Segala niat tidak pernah terwujud. Beda dengan mereka yang mengenyam habis pendidikannya, tapi malah menjadi pencuri dan pecundang di negeri sendiri.

Sudahlah, kalau mau dibahas satu persatu kelucuan di negeri ini bakal tidak ada habisnya. Bisa jadi artikel ini bakal melorot panjang ke bawah. Sudah.. sudah... lebih baik kita dengar alunan musik dan suara Bang Iwan Fals Berikut, semoga bisa adem, dengan harapan kepala kita bisa kembali tegak dan ditakuti lagi oleh dunia.

"Jangan bicara soal runtuhnya moral
Mari bicara tentang harga diri yang tak ada arti
Atau tentang tanggung jawab
Yang kini dianggap sepi"

Oh, Lucunya Negeri Ini

Ads??
Info Menarik Lainnya:

Related Posts:

31 Responses to "Lucunya Negeri Ini"

  1. bahkan koruptor juga mendapatkan remisi dan mendapat hukuman ringan ya mas, padahal sudah jelas jelas membuat rakyat negeri ini sengsara, sedangkan yang memang membutuhkan dan hanya mengambil beberapa biji randu dihukum hingga 5 thn, sungguh ironis memang negeri ini

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahahaha.. itulah kenyataan yang terjadi Mas Arie..

      Delete
    2. itu bang yang diatas ada 4 cewek cakep

      Delete
  2. Liat fenomena carut marut negeri ini timbul rasa skeptis terhadap gegap gempita perpolitikan ya bang, jadinya banyak timbul golput ketika ppemilu, karna kebanyakan berfikir, milih tidak milih tidak ada pengaruhnya terhadap negeri ini..semoga tidak berlarut..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yahhh semoga segera berakhir era pemerintahan yg sekarang... sy malah memimpikan seorang yg otoriter, hahahahahaa biar kita jangan terlalu manja...

      Delete
  3. Liat artikel ini jadi inget lagu "Andai ku Gayus Tambunan" :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahahahaha... dan masih banyak lagi kisah yg serupa....

      Delete
  4. kayak'y di negeri ini makin banyak yang tergila2 dengan Harta, Tahta dan Wanita ya bang.. :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sebenarnya wajar wajar saja kalo utk mewujudkan kegilaan itu melalui usaha sendiri bukan pake uang negara, wkwkw

      Delete
  5. Banyak uang, di penjara juga fasilitasnya bagus, malem bisa kelayapan keluar. Cuma bisa tepok jidat lihat penanganan koruptor negeri ini

    ReplyDelete
    Replies
    1. YAhhh.. kita2 hanya bisa begitu,,, tepok jidat... wkwkw

      Delete
  6. buat di kelilingi wanita sebenernya ga perlu korupsi dulu buat kasihkan uang ke wanita2 lain, tinggal pintar2 merayu dan menyembunyikan saja pasti sipp ya bang.. hahaha

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul... tapi dirayu pakai apa ya???

      Delete
  7. cuma mampir untuk ngasih kabar aja Bang. kalau Bang Acis dapet pesen di blog saya, kalau berkenan silahkan diliat pesennya..Ok

    ReplyDelete
    Replies
    1. TKP brow... ada cewek cantikkah???

      Delete
  8. Ya begitulah negeri ini, banyak hal yang diluar logika kita, yang mana baiknya jadi tidak baik, kurangnya keadilan, dibilang adil,tapi tidak adil...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Geli plus jijik saya liatnya, wkwkwk

      Delete
  9. No comment dah sob, dibilang lucu ya lucu, tapi dikit ancur :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ancur karena pengkhianat2... wkwkwk

      Delete
  10. duh Bang rasanya melas banget melihat kejahatan meraja lela di negeri kita ini. Tengoklah di banten, di mana anak sekolah harus rela menyeberangi kali berarus deras pakai tali untuk pergi ke sekolah, eee lha kok pemimpin daerahnya malah asyik ngoleksi kendaraan mewah dan berfoya-foya..apa nggak bikin kita terpingkal dan heran tuh...hahaha banget kan?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Itulah.. kalo sudah masuk berita baru ramai2 buka dompet, padahal mereka sebenarnya sudah tau kondisi masyarakatnya...

      Delete
  11. inilah negara kita bang ancis... hukum hanya berlaku untuk rakyat kecil dan tidak berlaku untuk kalangan atas... itu sudah jelas dan tidak bisa di pungkiri....

    dulu masyarakat kecil sangat mendukung apa yang di lakukan pejabat pejabat negara. namun setelah lahirnya jaman edan ini dan gara gara semrawutnya hukum di negeri tercinta ini, masyarakat kecil jadi males ngurusin tingkah laku pejabat.

    sekarang rakyat kecil motonya "yang penting bisa hidup" dan sudah nggak peduli ladi dengan tingkah laku para wakil rakyat yang kemana mana otaknya nggak di bawa... hahahahahaha (emosi saya)

    ReplyDelete
  12. Selamat siang/sore/malam/pagi, salam perkenalan. Silahkan berkunjung balik ke web kami , kami tawarkan vcd interaktif untuk anak-anak, beli 4 gratis 1, mungkin anda mempunyai anak/adik / keponakan yang masih kecil, Ini sangat bagus untuk mendidik dan membagun karakter anak sejak dini, semoga bermanfaat. Terima kasih

    ReplyDelete
  13. Assalamu'alaikum. Good day and Greetings. please stop by my block or directly to https://play.google.com/store/apps/details?id=air.PuzzleBarbie and https://play.google.com/store/apps/details?id=air. KumpulanDongeng, there is the story of the archipelago and puzzles, nice to educate and develop young wit, hopefully useful and thanks

    ReplyDelete
  14. wah artikel nya sangat menarik mas. Negeri ini memang lucu dan penuh dengan para koruptor. Mari kita berantas para koruptor agar Indonesia jadi bersih :)

    ReplyDelete
  15. heehehehehe,,,,,, kirain melorotnya ke atas bang,,,,,

    emang g pernah ada habisnya kalau bahas tanah air tercinta yang sangat luas,,,,,,

    ReplyDelete
  16. endonesyah banget....
    gak ada habisnya bahas negara kita bang,dinikmati saja....wkwkwkwkwkwkk

    ReplyDelete
  17. itulah indonesia bang,, yang beruang di puja dan difasilitasi walau berstatus "tersangka", tapi yang pinter dan jujur di matikan dan dibuang kemudian memunculkan isu bahwa mereka lebih memilih mengabdi dinegara orang ketimbang di tanah air-nya.

    ReplyDelete
  18. Beginilah gonjang ganjing akhir jaman x ya mas....yang kaya semakin berkuasa

    ReplyDelete
  19. datangnya lambat mas maaf bensinnya habis

    ReplyDelete
  20. kalau menurut saya, tidak cuman lucu tetapi sudah gila. Lucu yang merugikan ya Bang Ancis

    ReplyDelete

Don't Spam

Formulir Kontak

Name

Email *

Message *