Dia Bagaikan Pelangi

Cinta adalah sebuah dorongan hati untuk menyukai sesuatu yang seakan-akan sulit diraih. Cinta dilahirkan oleh kebebasan. Dia tidak bisa diperintah apalagi dipaksa sekedar untuk menghadirkan diri. Kalaupun terjadi, cinta itu takkan lama usianya, meski kadang bertahan namun dalam kepura-puraan. Munafik.
Cinta adalah
image source http://www.hbc333.com
Baca: Cinta Tak Harus Memisahkan
Cinta akan tercipta dan bertahta dalam singgasana kesuciannya bila saja sesuatu yang seakan-akan sulit diraih tersebut bisa kita raih dalam kebebasan. Tanpa perintah ataupun paksaan. Cinta yang demikian tidak memilih. Tidak juga membeda-bedakan. Yah seperti ketika kita mencinta. Bukan hanya sisi yang baik-baik saja yang kita cintai, melainkan juga sisi-sisi buruk yang tidak pernah kita duga. Atas nama cinta semua menjadi sama. Selaras.

Mencintai akan menjadi sungguh mencintai bila kita bisa mencintai sesuatu yang tidak terduga, sesuatu yang tidak pernah kita tebak. Bukan mencintai sesuatu yang hadir berdasarkan kalkulasi kita dalam kesempitan pikiran dan nafsu.

Kita begitu mudah mencintai orang-orang lemah, orang sakit dan miskin. Kita juga gampang mencintai orang lain selama tidak mengganggu kehidupan kita. Iya mudah sekali, namun sebenarnya itu bukanlah sebuah cinta. Itu hanya sebuah transaksi tawar menawar. Cinta yang sesungguhnya adalah ketika orang masuk ke dalam hidup kita tanpa jarak, tanpa rencana, namun kita bisa tetap mencintainya.

Dia Bagaikan Pelangi. Akh. Dia, cintaku, persis pelangi. Warna warni. Kehadirannya yang dalam keiklasan dan kejujuran begitu menyejukan. Mencairkan segala yang selama bertahun-tahun membeku. Hidup jadi lebih berwarna sejak kehadirannya. Dia datang di waktu yang tepat. Di saat saya begitu butuh seorang teman yang benar-benar sejati... (rumahfilsafat dan slank).


Terima Kasih Kunjungannya
Info Menarik Lainnya:

Related Posts:

0 Response to "Dia Bagaikan Pelangi"

Post a Comment

Don't Spam

Formulir Kontak

Name

Email *

Message *