Sisi Terang dan Sisi Gelap Jokowi

Sisi Terang dan sisi Gelap Jokowi? Yah, kali ini setelah sekian lama vakum ngeblog lantaran sibuk mengejar sesuatu yang tak pasti, akhirnya saya mencoba kembali menulis di blog tua, setua adminnya ini, meskipun materinya tidak orisinil alias terinspirasi dari orang. Yah tidak apa-apa, asalkan tidak dicopy paste mentah-mentah apalagi tidak memiliki ijin komersialnya. Memalukan sekali kalau seperti itu. Apalagi sampai membuat beringas orang-orang barat. Hehehe.. mari kita bahas saja Sisi Terang dan sisi Gelap Jokowi, biar adem.

Okelah. Kita semua tahu, saat ini masyarakat Indonesia sedang heboh-hebohnya mendukung para idolanya yang hanya beranggotakan 4 orang untuk menjadi calon pemimpin masa depan kita. Dukungan terhadap para idolanya, sebut saja Capres dan Cawapres tersebut terasa lain dari pergelaran pemilu yang sudah-sudah. Kali ini, persaingan antara Jokowi-JK versus Prabowo-Hatta begitu panas, terutama di antara para pendukungnya.

Entahlah, saya tidak habis pikir kenapa sampai begitu heboh persaingannya. Padahal, jika kita berpikir jernih dan menggunakan akal sehat, mereka-mereka yang sedang mencalonkan diri menjadi Presiden dan Wakil Presiden tersebut merupakan putra-putra terbaik bangsa,  yang mana nantinya mereka, Prabowo ataupun Jokowi akan menjadi pemimpin kita bersama. Lalu kenapa harus main sikut-sikutan seperti ini? Ada yang bisa memberikan pencerahan untuk saya??

Akh, sudahlah, niat saya dari awal hanya ingin berbagi sebuah ide koplak yang saya temukan di sebuah blog keroyokan, Kompasiana. Yah saya bilang ide koplak karena saya tertipu dengan judul artikelnya yang kurang lebih sama dengan judul artikel saya ini, Sisi Terang dan sisi Gelap Jokowi. Yah saya tertipu karena dalam artikel itu terpajang foto seperti berikut ini :
Sisi Terang dan sisi Gelap Jokowi
Bagaimana?? Apakah foto di atas bisa mewakili keingintahuan orang-orang tentang Sisi Terang dan sisi Gelap Jokowi??

#Mikir
Quotes:
Ketika gagal, kita mesti bersiap-siap melakukan sesuatu guna menutupi kegagalan tersebut dari mata masyarakat. Sebab jika tidak, masyarakat bakal menghukum dan menilai buruk ttg kita. Dan itu tentu saja sebuah penderitaan. Karenanya kita akhirnya terpaksa menjalani hidup dalam kepalsuan, kebohongan dan ketakutan bahkan kerinduan secara terus menerus. Tapi sepertinya cara ini begitu rumit, ribet, brengsek, sialan dan... fakkklah...

Bukankah lebih baik kita mati saja?  *maap kalo kasar*
Bang Ancis
Saya hanyalah seorang blogger iseng. Kenapa? Karena keisenganlah maka saya menjadi seorang blogger. Mampir ya di blog saya www.bangancis.web.id

Related Posts

Post a Comment

Subscribe Our Newsletter