Susahnya Menjadi Jokowi

Susahnya Menjadi Jokowi. Iya betul. Sejak dilantiknya Jokowi menjadi presiden, kontroversi pemberitaan masalah jalannya kepemimpinan yang dilakukan selalu ramai disoroti media maupun masyarakat umum. Dari menaikkan harga BBM bahkan mengangkat kabinet menterinya maupun kebijaksanaan lain yang ditempuh. Mengapa hal ini terjadi pada pemerintahan Jokowi ? Kemungkinan-kemungkinan itu bisa dikarenakan alasan yang akan dibahas dibawah ini.
calon kapolri korupsi
Seperti diketahui, situasi politik yang terjadi paska pilpres begitu memanas. Dalam sejarah perjalanan bangsa ini baru sekali tercatat adanya gabungan partai politik yang mendeklarasikan sebagai oposisi (KMP). Keistimewaan dari KMP ini dengan berhasilnya menguasai parlemen walau dengan cara yang bisa dikatakan tidak terpuji. Diantaranya dengan mengubah UU MD3 meskipun sah menurut hukum. Sempat beredar berita bahwa tujuan dibentuknya KMP ini untuk menjegal pemerintahan Jokowi di tengah jalan.

Melihat perkembangan politik seperti ini, bagi Jokowi hal yang tidak menguntungkan posisinya. Mau tidak mau harus juga mempunyai kekuatan yang bisa mengimbangi KMP khususnya di parlemen. Keadaan yang memaksa beliau pun harus bertindak cepat menggalang dukungan. Namun dukungan yang didapatkan tidak mudah tanpa ada transaksi balas budi. Apalagi dari partai atau orang-orang yang sejak awal sudah mendeklarasikan sebagai pendukungnya. Pamrih imbalan kekuasaan melalui jabatan tentunya menjadi barter memberikan dukungan. Keadaan seperti ini yang menyebabkan seakan-akan Jokowi tersandera dan harus menuruti keinginan lingkaran dekatnya. Ancaman untuk menarik dukungan tidak menutup kemungkinan sebagai senjata yang digunakan apabila tidak dipenuhi kemauan mereka. Akan lebih fatal lagi selanjutnya apabila mereka bergabung dengan KMP. Hal ini akan membahayakan jalannya pemerintahan yang dipimpinnya.

Seperti diketahui, Jokowi berangkat dari orang sipil tanpa pernah membawahi pasukan militer. Berbeda dengan SBY presiden pendahulunya. Ikatan batin dan perkoncoan antara militer dan SBY sangat kental hingga akan mudah mendapatkan dukungan kalangan militer yang seangkatan atau dibawahnya. Walaupun Jokowi mendapatkan dukungan orang-orang dari militer juga, namun beda nuansa dukungan ini jika dibandingkan dengan SBY. Ikatan batin sesama tentara tidak ada dan kemungkinan hanya karena alasan lain yang tidak jauh dari kekuasaan. Tidak ada semacam hubungan antara komandan dengan anak buahnya sesama almamater. Dukungan kekuatan militer untuk mengamankan pemerintahan mempunyai porsi yang sangat besar. Tercatat 3 presiden dari kalangan sipil setelah masa orde baru tidak bisa bertahan lama mempertahakan jabatannya.

Itulah gambaran sedikit tentang kesulitan yang dihadapi oleh Jokowi. Tekanan tidak hanya datang dari luar namun juga dari kalangan sendiri. Keinginan orang-orang disekelilingnya untuk menjadikan jagonya menduduki posisi di kursi pemerintahan, sulit untuk ditolak karena Jokowi masih membutuhkan dukungan dari mereka. Baru-baru ini yang sedang ramai dibicarakan munculnya calon tunggal Kapolri, Budi Gunawan, yang dikenal sebagai ajudan Megawati semasa menjabat presiden.

Walau bertentangan dengan bathinnya, Jokowi terpaksa harus menuruti keinginan mereka. Track record tentang sosok Budi Gunawan tidak mungkin tidak diketahui oleh Jokowi. Terutama masalah rekening gendut yang sempat diberitakan. Apalagi adanya KPK yang sempat memberikan raport merah ketika dia diajukan sebagai calon menteri. Namun Jokowi bukanlah anak kemarin sore jika tidak bisa mengatasi masalah ini dengan cara yang sangat brilian, agar tidak terlalu menyolok menunjukkan penolakan yang dilakukannya.

Calon kapolri tunggal yang diajukannya sudah terlihat sebagai suatu kejanggalan. Begitu pula tanpa melalui pembicaraan dengan KPK yang selama ini dijadikan partnernya. Reaksi banyak kalangan menyayangkan langkah yang ditempuh Jokowi. Namun mereka kurang jeli melihat strategi yang dilakukan oleh Jokowi. Tepat menjelang akan diajukan fit dan proper test oleh DPR yang ditengarai akan menyetujuinya (KMP dan KIH), KPK mengumumkan status Budi Gunawan sebagai tersangka. Pukulan telak bagi orang-orang yang mengusulkan Budi Gunawan sebagai Kapolri. Siasat memukul dengan meminjam tangan telah dilakukan dengan sempurna oleh Jokowi. KPK sebgai kepanjangan tangan Jokowi untuk memberantas korupsi telah menjalankan fungsinya dengan baik.

Intrik-intrik yang ada di pemerintahan dan memanas ini akan lebih baik daripada suasana adem ayem seperti jaman orba. Masih belum lepas dari ingatan kita betapa mulusnya dulu pemerintahan rezim orba yang seakan tidak ada konflik. Namun ternyata setelah kejatuhannya baru terbuka borok-boroknya hingga belum sembuh sampai saat ini. Seperti yang dikatakan oleh Jokowi sendiri, beliau mengajak kita untuk bersakit dahulu dan prihatin kurang lebih 3 tahun. Setelah itu baru akan terlihat hasil yang dikerjakannya.

Penulis pribadi masih mempercayai kepemimpinan beliau yang lurus untuk kepentingan rakyatnya. Hanya saja situasi dan kondisi tekanan dari luar dan kalangan sendiri kadang membuat kebijaksanaannya terlihat aneh tidak memenuhi keinginan masyarakat luas. Kekuatan Jokowi akan terlihat nyata nantinya jika sudah mendapatkan orang-orang loyal yang benar-benar mempunyai pandangan sama, satu misi dan satu visi untuk kepentingan rakyat. Ini baru akan terlihat nanti di periode keduanya. Untuk itu selamatkan pemerintahan Jokowi dan pilih lagi nanti di pilpres yang akan datang ya…

Source : Kompasiana http://politik.kompasiana.com/2015/01/13/menjadi-jokowi-itu-sulit-716654.html
Penulis : Mas Elde (Penggembira)

Formulir Kontak

Name

Email *

Message *

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel