Melanglang Buana Ke Manggarai Timur, Flores Barat

Follow us on Google News

Cukup lama saya tidak masuk dashboard blogger. Banyak informasi-informasi penting terlewati begitu saja tanpa terekam di blog ini. Bagaimana kelanjutan kasus Video Gisel, Ucapan Nikita Mirzani, kisah pelanggaran protokol kesehatan oleh Habib Rizieq Shihab, video umpatan Ust Maaher At-Thuwailibi dan yang sedang hangat kasus Sunat Dana Bansos Covid-19 yang berhasil mengalirkan uang 18 Miliar rupiah. Buntutnya, Menteri Sosial Juliari P Batubara dijadikan tersangka. Selain itu masih banyak informasi yang tidak sempat saya ikuti lantaran ada sedikit urusan mendadak yang harus memaksa saya melakukan perjalanan yang cukup jauh.

Perjalanan ini cukup melelahkan. Sekitar 2 minggu yang lalu, tepatnya 22 November 2020, dengan mengendarai sepeda motor, dari Kota Ende (Ibukota Kabupaten Ende), Flores bagian tengah, bersama seorang teman kami meluncur ke arah barat. Desa Lembur di Kabupaten Manggarai Timur adalah tujuan kami. Jarak desa ini dari Kota Ende lumayanlah. Nyaris 200 km. Dari Ende kami berangkat setengah dua siang. Mungkin karena baru pertama kali jalan dengan sepeda motor, kami kelelahan. Jarak yang biasanya ditempuh hanya 5 jam meleset jauh.

Kami tiba pukul 21.30 Wita. Itu pun dengan susah payah karena posisi tulang belulang dan urat di sekitar pinggang sudah tidak beraturan. Perjalanan masih jauh sebenarnya. Sekitar 70an kilometer lagi yang harus kami lewati, yakni ke Kota Ruteng, namun karena masih ada sesuatu dan lain hal, kami putuskan untuk beristirahat sejenak di kampung teman saya.

Keseokan harinya kami masih malas melanjutkan perjalanan. Hanya pergi sebentar ke Kisol, sebuah kota kecil di mana berdiri sebuah sekolah Katholik Seminari Pius XII Kisol, sekolah khusus untuk mendidik mereka yang mau menjadi Pastor. Setelah selesai urusan kami kembali ke rumah dan tepar. Sore harinya ke Borong, Ibukota Kabupaten Manggarai Timur untuk berbelanja barang kebutuhan makan minum.

Tanggal 24 November 2020 kami berangkat ke Ruteng, tepatnya Kantor Keuskupan Ruteng di area Kampus Universitas Khatolik Santo Paulus Ruteng untuk sebuah urusan masa depan. Jarak 72 km kami tempuh dalam waktu kurang lebih dua lebih.

Bagian barat Pulau Flores biasa disebut orang sebagai bokongnya ular (Nusa Nipa /Pulau Ular, nama asli Pulau Flores) di mana keadaan alamnya penuh dengan pegunungan dan lembah. Sejuk dan subur. Dari Kota Borong, alur perjalanan kami hanya mendaki dan mendaki. Karena diburu waktu kerja di kantor Keuskupan, beberapa tempat wisata seperti Danau Ranamese tidak sempat kami singgahi.

Urusan di Keuskupan Ruteng selesai lebih cepat dari dugaan. Tidak sampai setengah jam. Kami lantas mencari warung makan. Mengisi perut lalu pulang ditemani hujan deras. Sehari istirahat, lalu hari Kamis, 26 November saya bersama teman kembali ke Kota Ende.

LihatTutupKomentar

17 Komentar

Cancel