Kebijakan Baru WhatsApp Merugikan? Eits Tunggu Dulu!

Follow us on Google News
Kebijakan WhatsApp

Mungkin sudah jauh terlambat saya membahas hal ini. Salah satu hal terkait perubahan kebijakan WhatsApp yang “katanya” pengguna dipaksa setuju untuk berbagi data dengan induk perusahaan yakni Facebook. Ada isu yang menyebutkan bahwa WA dan FB bakal membaca "Semua Tentang Kita - Peterpan", diantaranya: lokasi, pesan pribadi, riwayat panggilan, baca kontak dan lain sebagainya. Padahal di laman Faq-nya WA tidak benar itu.

Ajakan Beralih Aplikasi Selain WhatsApp

Mereka yang keberatan terhadap pembaharuan kebijakan WhatsApp ini mungkin punya alasan tersendiri. Mereka barangkali sudah benar-benar membaca dan memahami keseluruhan kebijakan terbaru WhatsApp dan Facebook tersebut. Mungkin mereka benar-benar menemukan sesuatu yang mencurigakan sehingga ramai-ramai mengajukan protes, bahkan mengajak orang lain untuk beralih ke aplikasi lain.

Ajakan untuk tidak menyetujui kebijakan ini tidak main-main. Aplikasi lain yang sejenis seperti Telegram, Signal, BiP dan beberapa lainnya dalam sekejap meledak. Hal ini ditandai dengan mebludaknya pengguna baru.

Blokir WhatsApp Tapi Masih Online Facebook

Meski kenyataannya seperti itu, sebenarnya dari sekian banyak orang-orang yang hijrah tersebut rata-rata hanya ikut arus. Banyak yang belum benar-benar paham inti dari perubahan kebijakan Facebook atas salah satu produknya, WhatsApp.

Lihat saja, setelah menggunakan aplikasi lain selai WhatsApp, mereka dengan bangga memamerkannya di lini masa facebook. Wajar atau lucu? Kalau tidak menyetujui perubahan kebijakan terbaru dari WhatsApp secara tidak langsung anda juga tidak setuju dengan kebijakannya facebook. Kenapa tidak mencopot saja WhatsApp, Instagram dan Facebook sekalian?

Saya Tidak Sedang Membela Whatsapp

Jjujur saja, saya saat ini sedang tidak dalam psisi membela pihak WhatsApp maupun Facebbok terkait kontroversi kebijakan ini. Saya hanya merasa lucu. Ketika pertama kali menginstal aplikasinya, rata-rata orang hanya main pencet yes, yes, tanpa Oh No, bahkan sampai di Term In Conditions juga mereka langsung pencet yes tanpa baca keseluruhan isi. Itu berarti kita "ngikut ae" semua aturan mereka. Sejak awal menggunakan sebuah aplikasi. Apapun itu.

Trinitas. Tiga dalam satu. Whatsapp, Instagram dan Facebook itu satu kesatuan. Kebijakan di antara ketiganya tentu sebelas dua belas. Tidak beda jauh. Mereka bertiga sama saja dengan dengan platform media sosial lain. Mereka membutuhkan data dan jumlah angka pengguna. Ini dilakukan hanya untuk kepentingan pengembangan bisnis dan layanan seperti analisis, trend dan eCommerce.

Kebijakan Baru WhatsApp Hanya Untuk Akun Bisnis

Melihat eksodus besar-besara pengguna ke aplikasi lain ini, pihak WhatsApp berusaha untuk meyakinkan bahwa data-data pribadi pengguna tidak akan disentuh sama sekali. Namun sayang sungguh di sayang, inti dari kebijakan baru yang masih abu-abu ini sudah menimbulkan krisis kepercayaan.

Kalau kita simak dengan jeli, ketika pihak WhatsApp sudah menekankan bahwa kebijakan baru ini lebih fokus pada akun bisnis. Jelasnya adalah bagaimana pemilik akun bisnis menggunakan layanan Facebook seperti fitur belanja dan server yang dihosting oleh Facebook. Jadi pihak WhatsApp tidak merekam daftar kontak yang dihubungi baik melalui chat, panggilan suara maupun panggilan video. Kontak yang ada dalam ponsel pengguna juga tidak dibagikan dengan Facebook atau layanan Facebook lainnya.

Selain Akun Bisnis Jangan Ribut!

Informasi yang saya peroleh dari detik.com menyatakan bahwa ketika pengguna berinteraksi dengan akun bisnis yang memilih menggunakan penyedia hosting di luar WhatsApp, informasi mereka bisa dilihat oleh bisnis dan bisa dimanfaatkan untuk tujuan marketing-nya, termasuk beriklan di Facebook.

Seperti itulah faktanya. Tapi kalau mau protes ya silahkan saja. Ini bisa jadi bukti kalau masyarakat kita sudah sadar pentingnya pelindungan data pribadi dalam penggunaan aplikasi informatika. Hanya kalau ikut-ikutan memblokir WhatsApp hanya karena takut berbagi data dengan pihak facebook sementara akun WhatsApp kita bukan akun bisnis, buat apa sewot? Santai wae lah!

Bagi saya, selama tidak meminta saya mengirim foto diri sambil pegang KTP serta upload Kartu Keluarga seperti situs anu itu ya tidak masalah. Oh ya, buat yang penasaran dengan kebijakan tersebut, bisa langsung baca di Inti Pembaruan WhatsApp.

LihatTutupKomentar

9 Komentar

  • Gustyanita Pratiwi 20.1.21
    saya malah baru engeh abis baca postingan bang ancis ini...kemaren semoet liat artikel juga sih bahas kebijakan baru yang masih zona abu abu ini...namun ya begitu ya...karena tiap aplikasi ke depannya ada kemungkinan upgrade term and condition juga segala macam kebijakan akhirnya user mah tinggal manut take it or leave it huehehhehe...pembahasan yang lumayan mendalam nih..menarique ! :D

    tapi jujur saya masih pewe pakai wa dan blom gape ngoperasikan apps chat lain selain wa
  • Satria Mwb 21.1.21
    Masih setia saya sama WA dan FB, Atau IG....Bisanya itu doang bang mau bagaimana lagi....🤣😋😋🤪

    Naah benar tuh bang selama nggak nanyain ktp, KK, Atau surat2 Bon Lainnya yaa santai waelah...🤣🤣😋
  • Roni 21.1.21
    iyess, menurutnya hanya akun WA Bisnis saja yang ada perubahan kebijakan, kalau WA biasa sepertinya tidak. Tapi ya kembali ke masing-masing orangnya ya bang, kalau mendengar kebijakan seperti dan sudah merasa tidak percaya, mungkin mereka akan tidak menggunakan aplikasi ijo ini lagi
  • Intan Sudibjo 21.1.21
    yg namanya pencurian data dalam penggunaan aplikasi seperti sosial media merupakan hal yang sulit dihindari, meskipun kebijakan mereka mengatakan tidak, nyatanya pihak selain sosmed tersebut masih bisa mencurinya. hanya orang-orang tertentu yang paham dengan kebenarannya
  • Dodo Nugraha 24.1.21
    Yaa, kebijakan baru dari WA kemarin cukup viral dan mengguncangkan. Jadi, masyarakat bingung dan khawatir. Wajar saja sih pada mau cari alternatif aplikasi lain
Cancel