BANG ANCIS - Akhir-akhir ini, kabar mengenai tingginya gelombang laut kembali menyeruak. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah mengeluarkan peringatan dini mengenai potensi gelombang laut yang cukup tinggi di berbagai wilayah perairan Indonesia. Ketinggian gelombang ini diperkirakan bisa mencapai 1,25 meter hingga 4 meter.
Ini adalah situasi yang patut kita waspadai bersama. BMKG mengingatkan bahwa kondisi ini dapat menimbulkan ancaman serius, terutama bagi aktivitas pelayaran dan masyarakat yang tinggal di wilayah pesisir. Peringatan ini berlaku mulai tanggal 10 hingga 13 Februari 2026, namun kewaspadaan ekstra tetap diperlukan.
| Gambar dari Pixabay |
Pola Angin Pemicu Gelombang Tinggi
Kenaikan tinggi gelombang ini dipicu oleh pola angin yang cukup kuat di beberapa kawasan perairan Indonesia. Di wilayah utara Indonesia, angin umumnya bergerak dari Barat Laut hingga Timur Laut dengan kecepatan 5 hingga 20 knot. Sementara itu, di wilayah selatan Indonesia, angin bertiup dari Barat Daya hingga Barat Laut dengan kecepatan 6 hingga 30 knot. Kecepatan angin tertinggi terpantau di Laut Jawa bagian timur dan Samudra Pasifik utara Maluku. Kondisi angin yang kencang inilah yang berkontribusi pada peningkatan tinggi gelombang di berbagai perairan.
Dampak Gelombang Tinggi
Gelombang tinggi bukan sekadar tontonan alam yang indah. Dampaknya bisa sangat merusak dan membahayakan. Infrastruktur pantai seperti dermaga, jembatan, dan fasilitas wisata bisa mengalami kerusakan parah akibat terjangan ombak yang kuat. Erosi pantai pun menjadi ancaman nyata, mengikis daratan dan mengancam pemukiman di pesisir.
Tak hanya itu, keselamatan jiwa juga menjadi taruhan. Kecelakaan laut bisa saja terjadi, baik bagi kapal nelayan kecil maupun kapal komersial yang lebih besar. Bagi masyarakat pesisir, gelombang tinggi dapat menyebabkan banjir rob atau limpasan air laut ke daratan yang mengganggu aktivitas sehari-hari. Bagi para wisatawan yang berencana menikmati keindahan pantai, sangat penting untuk selalu memantau informasi cuaca terkini sebelum beraktivitas.
Area Potensial Terdampak
BMKG memprediksi beberapa wilayah perairan akan mengalami gelombang dengan ketinggian yang bervariasi. Ketinggian gelombang antara 1,25 hingga 2,5 meter berpeluang terjadi di banyak tempat. Ini termasuk Selat Malaka bagian utara, Samudra Hindia barat Aceh hingga NTT, Laut Natuna Utara, Laut Jawa bagian timur, hingga Laut Banda dan Laut Maluku.
Namun, kewaspadaan ekstra diperlukan untuk area yang berpotensi mengalami gelombang lebih tinggi, yaitu antara 2,5 hingga 4 meter. Wilayah seperti Samudra Pasifik utara Maluku, Samudra Pasifik utara Papua Barat Daya, dan area sekitarnya termasuk dalam kategori ini. Tentu saja, masyarakat yang berada di sepanjang pesisir juga harus selalu siaga.
Imbauan Keselamatan
Mengingat potensi bahaya yang ditimbulkan, BMKG menghimbau masyarakat, khususnya para nelayan, operator kapal, dan pelaku wisata bahari, untuk meningkatkan kewaspadaan. Jika tidak ada keperluan mendesak, sebaiknya tunda aktivitas pelayaran. Selalu pantau pembaruan informasi cuaca dari BMKG dan pihak berwenang setempat. Keselamatan adalah prioritas utama.
#GelombangTinggi #BMKG #PeringatanCuaca

