Tentang Afi, Kasih, Mita dan Keributannya

Tentang Afi, Kasih, Mita dan Keributannya - Belakangan ini di lini masa sosial media netizen berama-ramai menggunjingkan Afi Nihaya Faradisa antaran beberapa tulisannya di status facebook seperti “Warisan”, “Agama Kasih” menjadi viral. Tulisan yang diviralkan oleh netizen ini merupakan tulisan yang cukup bagus jika kita melihatnya dari sudut kebangsaan dan toleransi. Namun itu, tidak semua orang bisa menerimanya. Semua bisa terjadi karena setiap insan memiliki cara pandang dan pola pikir yang berbeda.
Tentang Afi Nihaya, Kasih, Mita dan Keributannya
Tentang Afi, Kasih, Mita dan Keributannya
Tulisan-tulisan Siswi SMU Gambiran Banyuwangi yang mendadak viral dan tenar ini mendatangkan berkah. Afi Nihaya Faradisa mendadak jadi seleb. Diundang ke beberapa stasiun televisi sekedar mengorek lebih dalam kadar keilmuannya. Berkat tulisan yang disinyalir beberapa orang merupakan hasil Copy Paste, Afi akhirnya bertemu Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, Walikota Bandung Ridwan Kamil dan lain sebagainya. Siswi SMU (saat ini sudah tamat) ini juga sempat dicibir lantaran diundang jadi pembicara acara Talk Show Kebangsaan di Universitas Gajah Mada karena dianggap masih belia dan tidak selevel dengan para peserta yang rata-rata mahasiswa.
Baca: Ingat Indonesia Dulu Pernah Hancur Karena Diadu Domba

Yah begitulah sekilas gambaran berita hebohnya Afi Nihaya Faradisa. Di tulisan ini saya tidak ingin membahas keaslian dari tulisan-tulisan tersebut. Entah copy paste dari akun Mita Handayani atau bukan tapi lebih mengajak kita semua untuk menangkap inti sari dari tulisan-tulisan itu. Di tengah kondisi negara yang tidak jelas begini kita butuh tulisan-tulisan semacam ini meski (maaf) sebagian orang kebakaran jenggot.
Tentang Afi, Kasih, Mita dan Keributannya
Tentang Afi, Kasih, Mita dan Keributannya
Kita perlu pencerah yang mencerahkan. Saya rasa kita perlu opini-opini segar yang menyadarkan kita betapa besarnya arti hidup dalam kedamaian, tanpa perang, ujaran kebencian, ancama-ancaman dan lain-lain. Kita juga perlu disadarkan kembali bahwa kita ini Indonesia, kita Pancasila. Karena Indonesia dan Pancasilalah yang menyatukan kita selama ini. Bukan yang lain. Meskipun ada pedoman-pedoman lain yang kita pegang tapi ya, itu.. harus sejalan dengan apa yang menyatukan kita selama ini : Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika.
“Lebih baik meresapi makna yang tersirat daripada sibuk membahas kekurangan dan kesalahannya yang akhirnya mengaburkan dan bahkan melenyapkan inti sari dari tulisan-tulisan tersebut.”

Salam...
Bang Ancis
Saya hanyalah seorang blogger iseng. Kenapa? Karena keisenganlah maka saya menjadi seorang blogger. Mampir ya di blog saya www.bangancis.web.id

Related Posts

Post a Comment

Subscribe Our Newsletter