Gunung Meletus Hingga Gempa Bumi. Stop Meributkan Hal-Hal Yang Tidak Perlu

BANGANCIS.WEB.ID - Sejatinya kita mesti berbangga dengan Acara Pembukaan Asian Games 2018 di Stadion Gelora Bung Karno 18 Agustus 2018 kemarin. Tapi kenyataannya tidak semua bergembira dan berbangga karena kenyataannya banyak juga orang-orang yang selalu mempermasalahkan Stuntman alias Pemeran Pengganti di Film "Mission Impossible"-nya Jokowi. Keributan ini berbuntut panjang. Hanya karena menggunakan pemeran pengganti, Jokowi dianggap telah menipu.
Baca: Mengendarai Motor, Jokowi Datang Ke Pembukaan Asian Games
Lha koq bisa? Bukankah dimana-mana film-film selalu menggunakan Stuntman? Ribut ribut dan ribut sampai kita lupa kalau Gempa Bumi masih sering terjadi di Lombok dan Sumbawa. Ribut sampai kita tidak sempat menyimak berita lain yang sangat penting untuk diperhatikan: Gunung Anak Krakatau Meletus.
Yaps, di tengah hiruk pikuk bahas aksi Jokowi di pembukaan Asian Games 2018, ternyata di selat Sunda sana, tepatnya di Gunung Anak Krakatau Meletus dalam kesendirian. Dari NTB dikabarkan gempa bumi saat ini malah sedang merangkak menuju Pulau Sumbawa.
Diberitakan, Gunung Anak Krakatau meletus 577 kali pada 18/8/2018. Tinggi letusan 100-500 m. Letusan disertai lontaran abu vulkanik, pasir, lava pijar dan dentuman. Meskipun begitu, alur penerbangan & pelayaran aman. Status Waspada (level 2). Zona berbahaya di dalam radius 2 km.

Nah itu soal Gunung Anak Krakatau. Lain lagi dengan kabar dari NTB. Gempa Bumi terus saja mengguncang wilayah ini. Laporan demi laporarn datang bertubi-tubi mengenai gempa bumi di Nusa Tenggara Barat ini. Entah kenapa, entah sampai kapan.
Melihat situasi di beberapa wilayah NKRI sedang dilanda bencana alam, rasanya kita tidak perlu larut dalam membahas Stuntman dalam film Jokowi. Tidak penting juga mengait-ngaitkannya dengan Politik apalagi dianggap sebagai kampanye terselubung. Ini semua hiburan. Pahami itu dulu. Apalagi yang diributkan adalah pemeran pengganti dalam sebuah film pendek.

Akh, kayak gak tau pilem aja...
Loading...

14 Responses to "Gunung Meletus Hingga Gempa Bumi. Stop Meributkan Hal-Hal Yang Tidak Perlu"

  1. ya, gempa susul menyusul dan banyak dari kita yang menjadikan bencana ini sebagai alat mengekspresikan kebencian. semoga masa-masa menegangkan ini selesai dengan tidak sia-sia, kita mendapat hikmah dan menjadi manusia yang lebih baik

    ReplyDelete
    Replies
    1. Itu sudah Mas... Sebenarnya kita sudah salah memahami apa itu persaingan politik... Persaingan harusnya sehat, eh kita malah kebablasan sampai saling membenci...

      Delete
  2. Harusnya minimal ikut bersimpati atas musibah yang sudah terjadi kalau bisa ikut membantu secara materi bukannya ribut yang gak ada gunanya

    ReplyDelete
  3. Aku malah baru tau dari artikel bang Ancis kalau berita pak Jokowi menuju ke stadion gelora Bung Karno memakai stuntman.
    Waduh, aku ketinggalan berita kalo gitu,ya.

    Betul, kata bang Ancis.
    Buat apa meributkan berita stuntman, ada yang lebih wajib diperhatikan dan ditindaki dengan bantuan secara nyata untuk para korban bencana alam.
    Bukan hanya pandai berkoar-koar tapi tanpa ada tindakan positif.

    ReplyDelete
  4. Negara kita sedang ada musibah
    Semoga cepat keluar dari masalah
    Lebih taat beribadah
    Membenani bukan mencari-cari salah

    ReplyDelete
  5. Udh saatnya peduli.. kasian saudara kita di sana.. di saat yg lain euforia asian games 2018. Tpi daerah timur sana saudara kita sedang mengadu nasib, memikirkan bagaimana cara agar bisa selamat dan tidak khawatir.

    Mereka butuh bantuan kita.. sedikit tapi ikhlas udah jadi awal yang baik.

    Indonesia saling bersatu.

    Mirisnya lagi. Adu argumen politik antar 2 kubu terus2an aja disulut seperti nggak ada abis2nya..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Itulah Mas.. demokrasi kita sudah kebablasan.. politik berakhir dengan saling benci...

      Delete
  6. Masih teringat dalam benak kita beberapa waktu lalu gempa mengguncang lombok, ini tentunya menjadikan kita lebih mawas diri, tak perlu adu argumen apa lagi perang sosmed

    ReplyDelete
  7. bangga seneng campur sedih. kita lagi adakan even asian games tapi di beberap wilayah negara kita sedang terjadi musibah. tetap yakin dan berdoa semoga cepat selesai bencana yg terjadi. amin.

    ReplyDelete
  8. Sebenarnya ya kita musti bagi-bagi aja konsentrasi antara euforia dan duka..
    Dukung Para Atlit Asian Games dengan nontong langsung kesana, dan dukung daerah yang berduka dengan berbagi donasi sesuai kemampuan.

    Yang ga bener itu netizen yg kebanyakan nyinyir aja, ehehe

    ReplyDelete
  9. Satu kata untuk ulasan Bang Ancis, KRITIS.

    Adakah maksud tanpa tujuan?
    saat Jhoni si anak NTT panjat pinang, "ramai" semua jadi malekat.
    Saat pelari asal NTB juara 1 ramai "semua" jadi malekat di siang bolong,

    tapi adakah yang memikirkan gisi buruk di NTT?
    Hadirkah "bapa" saat anak-anak NTB di pengusian?... Raga iya hadir, namun apakah itu tulus? bertanyalah pada pelaku yang pandai berertorika di layar kaca. Saya tak paham.

    Lantaran selesai SEA GAMES pastilah yang seperti ini baru diperhatikan, semantara nafas dan nyawa bertarung dengan waktu, miris nian penglihatanku.

    Suka dengan ulasannya Bang, keren, salam hangat...

    ReplyDelete

Formulir Kontak

Name

Email *

Message *

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel