Mafia Dalam Politik Indonesia Sudah Membudaya - Sejak bergulirnya era reformasi, semua orang termasuk saya sedikit punya harapan akan berkurangnya praktik-praktik kotor dalam dunia perpolitikan Indonesia. Sayang seribu  kali sayang, ternyata itu hanyalah semboyan belaka. Semboyang yang menjadi topeng berlindungnya oknum-oknum mafia. KOrupsi, Kolusi dan nepotisme masih saja gentayangan di seantero Nusantara. Memang agak sulit menghapus sebuah budaya yang sudah diwarisi secara tutun temurun. Butuh proses panjang unutk menyadarkan masing-masing orang.

Lembaga-lembaga baik pemerintahan,paslemen dan lembaga hukum konerjanya banyak yang menyalahi aturan. Tidak benar-benar bersih dari yang namanya KKN. Saat ini orang-orang seperti berllomba untuk menjadi politisi. Sialnya setelah berhasil mereka bukan menggunakan posisinya untuk membangun negara, kebanyakan malah sibuk memperkaya diri. Beberapa kebijakan malah hanya menguntungkan segelintir kelompok saja. Isu-isu agama dihembuskan demi nafsu serakah berkuasa yang pada akhirnya menjatuhkan wibawa dan nilai-nilai luhur agama itu sendiri. Jika kita jeli, suasana dunia perpolitikan Indonesia akhir-akhir ini bukanlah suasana politik. Yang terjadi justru pergerakan para mafia yang muncul menepuk dada mengaku-ngaku sebagai politisi.
Mafia Dalam Politik Indonesia Sudah Membudaya
Dilihat dari makna katanya, mafia sebenarnya sebutan untuk orang-orang kreatif dan pemberani. Saking kreatif dan beraninya, mereka justru bergerak demi mengisi kantong-kantong pribadi. Nah, agar teman-teman bisa dengan mudah melihat apa dan siapa-siapa saja para mafia tersebut, berikut saya beberkan beberapa ciri mafia :

Pertama : Memiliki organisasi yang jelas. Semua anggota memiliki tugas dan peran yang jelas. Dalam pemerintahan Demokratis, para mafia ini kerap menjelma dalam partai politik.

Kedua : Para pelaku mafia berpikir sektarian. Kepentingan diri dan kelompoknya di atas kepentingan lainnya. Mereka bisa disebut parasit karena sering mengorbankan keperntingan masyarakat.

Ketiga : Pekerjaan mereka adalah KKN. Kapan saja ada kesempatan, mereka akan mencuri. Teman dan kerabat akan disusupkan pada posisi strategis dalam sebuah pemerintahan. Politik dinasti juga adalah sebuah ciri dari kelompok mafia ini.

Keempat : Mereka bersikap sok kuasa. Jika ada yang berani melawan makan bersiaplah untuk diintimidasi. Tidak jarang mereka yang melawan diancam menggunakan kekerasan. Teror serta pembunuhan tidak segan-segan mereka lakukan.

Nah teman-teman pasti tahu keempat point di atas sangat mudah sekali ditemukan dalam dunia perpolitikan Indonesia. Karena itu, berhentilah menyebut mereka-mereka itu politisi ataupun negarawan. Panggil saja mafia.

Kenapa? Karena politik sejatinya adalah perwujudan keadilan dalam hidup bersama. Tidak untuk kelompok dan etnis tertentu saja. Keadilan semacam ini dapat terwujud jika lembaga-lembaga negara menjalankan tugasnya dengan baik. Jika sebaliknya disusupi para mafia, maka akan selalu ada janji-janji palsu setiap 5 tahun sekali. (rumahfilsafat.com)

6 Comments

  1. Dan selamanya akan tetap ada.
    Ya begitulah, jaman akhir kalau kata guru saya.
    Yang namanya ramai-ramai sudah menjadi budaya dan sudah menjadi watak manusia sejak lama.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Memang seperti itu. Katanya, kalau tidak ada yang begituan, maka bukan lagi kehidupan namanya.. hahahahaa

      Delete
  2. Dunia politik di Indonesia emang udah ga sehat.
    Ga tahu sampe kapan budaya jahiliah kayak gini bakal hilang.
    Kadang suka mikir, ko ada ya orang yang suka zhalim sama orang lain, sama rakyatnya sendiri.
    Hadeh lah pusing

    ReplyDelete
    Replies
    1. Itulah... Jadi yang murni semurni murninua politik untuk membangun negeri itu kosong.. semua punya kepentingan. demi kepentingan itu semua, nyawa tidak ada harganya lagi...

      Delete
  3. Jika sudah sedemikian mengakar, lalu apa yang bisa kita lakukan pada poli tikus kita selain mengurut dada tetangga kita masing masing ya min... Sepakat min?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ini saya mau balas komentarnya bagaimana ya, Mang?
      Mengurut dada tetangga kita masing masing

      Delete

Post a Comment