Gerimis Senjakala

Gerimis Senjakala
Gerimis Senjakala

Gadis itu di depanku
menatap dengan mata terluka
ah,betapa cantik
betapa dekat, tapi tak tersentuh..
kisah kami cuma terbitkan seribu luka !

Kini aku bicara dengannya
mata indahnya tersedu
airmatanya jadi belati di hatiku
dan senja turun perlahan selimuti kami...
mendung di langit kota
membekas juga sampai di jiwaku !!

kini aku putuskan sekarang;
dia terlalu manis buat terluka,
karena aku duri dalam dagingnya
karena aku racun dalam darahnya
maka kupastikan sekarang tuk pergi
karena dia bunga
maka berserilah, mekar bersemilah dia selamanya
dalam taman kecilnya
yang bukan untuk aku...

dulu pernah ada yang bicara tentang senja
tentang gerimis yang mempercepat kelam
itulah yang kurasa kini
ketika dalam gerimis
di senja yang mengabur mata
kuantar dia pulang
sampai ke depan gerbangnya...

sebatas senja inilah cerita kami
sebab esok, dalam bab yang seterusnya
dia akan jadi permaisuri di rumah mungil punya berdua
sedang aku jadi kelasi kapal tua
berlayar lepas di laut luas.....

By : Paul Tapun, 2 Maret 2010 pukul 3:42
www.facebook.com/paul.tapun


ingin cerita/puisi atau apa saja milik anda dibaca orang, maen-maenlah ke sini : Submit Artikel.

Formulir Kontak

Name

Email *

Message *

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel