Bagaimana Tahun Ajaran Baru 2020-2021 Akan Berjalan?

Follow us on Google News
Kapan Sekolah

Sepertinya tidak perlu diulang-ulang lagi menggambarkan bagaimana efek yang disebabkan oleh kehadiran tamu tak diundang Dek Covid-19 ini. Buat mereka yang punya cukup cadangan mungkin sedikit lega isi kepalanya. Tapi ceritanya akan lain tentang mereka yang minim persiapan. Kaget dan panik itu otomatis terjadi. Belum lagi kalau tempat kerjanya mulai kena imbas.

Dirumahkan adalah mimpi buruk dari semua mimpi buruk yang pernah ada. Dan ini yang terjadi pada beberapa teman saya yang beberapa bulan lalu dirumahkan. Bisa baca tulisan saya Penyebab Terjadinya PHK di Tengah Wabah Covid-19, meskipun kabarnya beberapa hari lagi mereka akan dipanggil. Bukan untuk menghadap Yang Maha Kuasa, tapi dipanggil lagi untuk bekerja.

Kalau semua aspek kehidupan kena imbas, maka dunia pendidikan juga tidak ketinggalan. Anak-anak sekolah terpaksa belajar dari rumah. Belajar Online. Dengan jaringan internet yang mungkin belum seratus persen merata, apakah cara ini cukup efisien? Entalah. Itu urusan mereka yang empunya kebijakan. Hanya saja bagaimana nasib mereka (termasuk saya sendiri) yang ruang lingkup kerjanya sedikit menyerempet dengan kehadiran anak sekolahan?

Para pemilik kost-kostan, asrama-asrama atau penginapan yang mengais rejeki lewat jasa sewa rumah atau kamar tentu kehilangan penghasilan. Dengan belajar online, anak-anak sekolah banyak yang memilih pulang ke rumah masing-masing. Belajar online dari rumah. Kost-kostan jadi sepi. Begitupun asrama. Mau berharap pada para pekerja juga sama saja dengan menghayal. Mereka juga dirumahkan. Saya tidak bisa membayangkan bagaimana situasi nantinya kalau sistem belajar seperti ini berlanjut.

Bagaimana Tahun Ajaran Baru Akan Berjalan?

Jawaban yang biasa kita dengar adalah lihat saja perkembangan ke depannya bagaimana. Apakah Coronavirus masih terus berkembang biak dan beranak pinak atau sebaliknya. Tapi kabar angin yang beredar mengabarkan kalau tahun ajaran baru 2020/2021 akan tetap dilaksanakan pada bulan Juli ini. Sekitar tanggal belasan.

Jika benar informasi yang dibawa kabar angin ini, maka ada beberapa pertanyaan yang harus membutuhkan pencerahan seperti :

  1. Model pembelajaran macam manakah yang pas dan cocok diterapkan untuk jenjang pendidikan SD dan SMP?
  2. Cukupkah keputusan seputar model pembelajaran yang akan diterapkan menjadi kewenangan pihak Sekolah?
  3. Perlukah Orang Tua/Wali dan Pemdes dilibatkan dalam menentukan model pembelajaran yang akan diberlakukan meski pasti ada plus minusnya?

Tiga pertanyaan di atas saya ambil dari status facebook mentor saya waktu masih menjadi Pendamping Petani Kakao/Coklat 2016 silam.

LihatTutupKomentar

21 Komentar

  • abasozora 9.7.20
    bimbang juga, tak sekolah2 di rumah terus anak-anak kurang mendapatkan ilmu pelajaran karena bapak ibu sibuk semua, giliran disisi lain sekolah untuk peyebaran covid-19 masih saja terus bertambah setelah melihat berita2 hari hari terakhir ini, namun ketakutan akan virus untuk warga mulai berkurang tetapi virusnya malah tambah
  • Sulis 9.7.20
    Sistem online untuk anak2 tidak begitu efektif...kadang guru juga blm siap. Jadinya anak2 hanya diberi soal2 dan tugas tanpa pemberian materi.
  • Agus Warteg 9.7.20
    Kalo belajar lewat online menurutku kurang maksimal. Murid jadi kurang belajar soalnya tidak terasa seperti di sekolah. Tapi jika ke sekolah agak khawatir juga apalagi sekarang yang kena virus Corona makin banyak.
    • Bang Ancis 10.7.20 ✖
      Bisa efisien kalau belajar dari rumah tapi mengikuti prosedur seperti di sekolah. Tapi siapa yang mau mengawasi? Kecuali orang tuanya tidak bekerja, hehehe
    • Agus Warteg 11.7.20 ✖
      Betul sekali bang. Lagi pula diawasi anak, tetap saja agak membandel. Lain kalo diawasi guru, anak anak nurut.
    • Bang Ancis 11.7.20 ✖
      Nah itu masalahnya...
  • Muhammad A Vip 10.7.20
    tadi pagi adikku yang guru smp sudah ribut sekolah mau masuk lagi untuk smp dan sma, tapi tadi sore saya baca ada edaran bahwa hanya ada satu smp di brebes yang akan jadi percontohan. sepertinya ada kaitan dengan update terbaru yang tembus dua ribu sehari per hari ini
  • Gustyanita Pratiwi 10.7.20
    Agak sedikit mesem baca intronya mas, alhamdulilah kalau beberapa teman uda menuju dapat panggilan kerja lagi ya, semoga kita semua selalu dicukupkan rizki dimasa pandemi ini

    #biar tabungan nda sekarat

    Bener banget segala lini jadi ikut terimbas, ga jarang beberapa ada yang ga sanggup lagi dan berakhir tutup #sedih

    Untuk sisitim tahun ajaran ini, berhubung blom ada usia anak sekolah jadi aku belum tahu hiruk pikuknya mas, masih memantau ini hehe
    • Bang Ancis 10.7.20 ✖
      Hahaha.. sama. Saya juga belum punya ituan.. hahaha.. Semoga semua dicukupkan rizkinya di situasi ini...
  • Syuradikara 10.7.20
    Semoga semua bisa kembali seperti sediakala.. Mau normal atau newnormal, asalkan kembali ke kewarasan yang normal..
  • Nurul Sufitri 11.7.20
    Anak2ku mulai MPLS Hari Senin besok, mas :) Tgl 13 Juli 2020 dan seterusnya belum ditentukan sampai kapan, semua serba online. Malah Jumat kemarin anak bungsuku yang kelas 7 mulai perkenalan pakai zoom. Kemungkinan apa Januari ya baru benar2 masuk sekolah offline? Mari kita tunggu update selanjutnya :)
  • Kuskus Pintar 21.7.20
    Sedih juga ngelihat adek saya yang terus bertanya kapan sekolah. Eh sekalinya sekolah hanya 1 kali seminggu dan tak memakai seragam sekolah lagi. Sekolah menjadi formalitas saja kalo di kampung saya, asal sudah menjalani apa yang dititahkan pemerintah. Sulit sekali beradaptasi denga kecanggihan masa kini, maklum orang desa tak semuanya punya :)
  • Muhammad A Vip 24.7.20
    DITEMPATKU UNTUK TINGKAT SMP TADINYA ADA SATU SMP YANG DIJADIKAN PERCONTOHAN, TAPI NGGAK SAMPAI SEPEKAN DILIBURKAN LAGI. KINI ANAK-ANAK TINGKAT SD DATANG KE SEKOLAH HANYA UNTUK AMBIL SOAL UNTUK DIKERJAKAN DI RUMAH. TAPI MACAM-MAVAM SIH GAYANYA, NGGAK SERAGAM
  • Martin Karakabu 12.11.20
    Kalau di tempat saya tahun ajaran baru masih daring ama, setiap sekolah dikasih kesempatan untuk membuka dan melakukan KBM tatap muka, dengan syarat:
    1. Tersedia ruangan yang memadai karena setiap kelas hanya disi oleh 10 anak, jaraknya pun harus diatur.

    2. Tersedia ruangan UKS dan dokter.

    3. Tempat cuci tangan harus tersedia di berbagai titik, termasuk dalam kelas..

    dan beberapa point penting lainnya, tempat saya tidak memenuhi standar itu jadi tahun ajaran baru kami tetap online, standar terberat ialah harus ada dokter, atau seminimal mungkin suster yang terakreditasi, kami gagal di situ hehehe...

    ya new normal, mari kita nikmati dengan suka cita hehehe
    • Bang Ancis 13.11.20 ✖
      Owh begitu ka.. Di Ende sini sudah KBM seperti biasa, syarat-syaratnya sudah terpenuhi, hanya anak-anak sekolahnya 2 Shift..
Cancel